Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Archive for the ‘Muslimah’ Category

Bab 6.13 Kewajiban Mandi Selepas Haid Dan Nifas Serta Permasalahan Istihadah

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

1. Haid- Masa haid itu sekurang-kurangnya sehari semalam, dan menurut biasanya ialah tujuh hari tujuh malarn. Apabila lebih dari 15 hari, maka itu bukanlah darah haid lagi, tetapi adalah darah istihadah (darah penyakit). Sekurang-kurangnya waktu suci antara dua haid itu 15 hari, dan tidak ada batas bagi lamanya waktu suci itu. Ada kalanya perempuan itu putus haid, yaitu tidak berhaid lagi, menurut pendapat sebagian ulama menyatakan apabila perempuan itu sudah berumur 60 tahun dan ada juga yang menyatakan sampai dengan umur 50 tahun. Apabila seorang perempuan berhenti haidnya, wajiblah mandi, sesuai dengan hadis:

“Dan Aisyah r.a bahwa Fatimah binti AN Hubaisy bertanya kepada Nabi SAW katanya: “Ya Rasulullah, aku ini perempuan yang istihadah (penyakit keluar darah terus) tak pemah bersih-bersih, apakah saya boleh meninggalkan sholat? Maka jawab Nabi SAW: “Tidak, karena sesungguhnya itu tidak lain dan darah penyakit, bukan darah haid, maka apabila telah datang darah haid, tinggalkan sholat, dan apabila telah pergi (sudah kering atau sudah cukup harinya haid) maka bersihkanlah darah itu dan kerjakan sholat.” (Riwayat Muslim)

Rasulullah SAW bersabda artinya:

‘Maka apabila datang haid, tinggalkanlah sholat, dan apabila bersih darah haid itu, mandilah dan sholatlah”

2. Nifas – Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan, mengiringi wiladah (setelah melahirkan anak). Lamanya nifas itu adakalanya sebentar saja (satu lahzah), dan biasanya 40 hari. Selama-lama nifas itu 60 hari 60 malam. Jika lebih dari 60 hari, itu adalah darah istihadah. Mengenai kaum perempuan bernifas lamanya 40 hari itu adalah sesuai dengan hadis Nabi SAW. Dan Ummi Salamah r.a. dia berkata: Baca entri selengkapnya »

Posted in Muslimah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bab 6.12 Larangan Bagi Orang Yang Haid Dan Nifas

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

Bagi orang-orang yang sedang haid dan nifas, diharamkan baginya:

  1. Sholat fardhu dan sholat sunat, sujud tilawah dan sujud syukur.
    Larangan sholat ini adalah berdasarkan firman Allah Taala pada surah An-Nisa ayat 43, yang bermaksud:
    “Wahai orang yang benman, janganlah kamu kerjakan sholat, padahal kamu sedang rnabuk sehingga kamu tahu apa yang kamu ucapkan. Dan janganlah kamu kerjakan sholat, padahal kamu sedang junub, kecuali sudah mandi.”
  2. Menyentuh, mengangkat, memegang Al Ouran.
  3. Membaca Al Quran walau satu ayat sekalipun. Rasulullah SAW bersabda maksudnya:
    “Orang yang junub dan perempuan yang haid, tidak boleh membaca sesuatu dari Al Ouran.” (Riwayat At-Thabrani)
    Adalah diwajibkan bagi seorang wanita itu rnembaca wirid dan zikir yang menjadi amalannya sehari-hari dengan niat zikir bukannya niat membaca Al Qur’an.
  4. Diam di Masjid.
    Orang yang sedang haid dan nifas tidak bolet lewat dan duduk di masjid. Jika haid, ia dikuatirkan terjatuh pada kawasan masjid. Baca entri selengkapnya »

Posted in Muslimah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bab 6.11 Haid Nifas Dan Istihadhah

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

Haid:

Darah yang keluar dari faraj perempuan, ketika berumur sembilan lahun atau lebih dalam keadaan sehat dan secara kebiasaan pada waktu yang tertentu bukan karena sakit. Sekurang-kurangnya masa haid itu sehari semalam. Biasanya enam atau tujuh hari. Sebanyak banyaknya lima belas hari dengan malamnya.

Nifas:

Darah yang keluar mengiringi bayi yang dilahirkan. Darah yang keluar sebelum beranak tidak dinamakan nifas. Sekurang-kurangnya masa nifas itu satu lahzah, sebanyak-banyaknya enam puluh hari dan kebiasaannya empat puluh hari.

Istihadhah:

Darah yang keluar bukan pada masa haid dan nifas. la dikenali sebagaidarah penyakit.

Wiladah:

Salah satu sebab yang menyebabkan wajib mandi ialah wiladah (melahirkan anak), walau anak yang lahir itu tidak basah sekalipun. Baca entri selengkapnya »

Posted in Muslimah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bab 6.10 Sunat-sunat Mandi Hadas

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

  1. Menghadap kiblat
  2. Membaca Bismillah
  3. Mencuci dua tangan dan berwuduk (dengan niat berwuduk sunat untuk mandi),
  4. Menggosok dengan telapak tangan mana-mana tempat di seluruh anggota badan,
  5. Mulai cuci anggota sebelah kanan.
  6. Mencuci tiga kali.

PERINGATAN
Hendaklah berturut-turut (muallat) mencuci suatu anggota dengan anggota yang lain. Jangan sampai terjadi tenggang waktu yang lama di antara anggota itu. Muallat di sini ialah jangan sampai kering anggota yang dibasuh itu sebelum mencuci anggota yang lain.

 

Artikel ini adalah bagian dari buku Panduan Wanita Solehah yang berisi panduan-panduan untuk wanita soleh dari  Abuya Syeikh Ashaari bin Muhammad At Tamimi

Artikel Terkait :

Posted in Muslimah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bab 6.09 Rukun Mandi Hadas

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

  1. Niat – mula niat ketika terkena air pada setiap anggota tubuh
  2. Hilangkan segala najis pada tubuh terlebih dahulu sebelum mandi.
  3. Mengenakan dan meratakan air pada kulit, rambut dan bulu serta seluruh bagian badan atau kemaluan yang zahir ketika qada hajat. Tidak ada beda antara rambut dan bulu yang jarang dengan yang lebat, semuanya harus terkena disampaikan dan diratakan air pada luar dan dalamnya. Rambut yang bersanggul wajib dilepas supaya terkena air. Rambut yang bersimpul dengan sendiri, jika tidak sampai air ke dalamnya adalah dimaafkan. Bulu-bulu di dalam hidung tidak wajib dibasuh karena termasuk anggota dalam (batin) tetapi jika terkena najis wajib dibasuh karena masalah najis lebih berat daripada junub. Wajib meratakan air pada celah kuku, sekiranya ada daki dan kotoran lain hendaklah dibuang kemudian dicuci.

NIAT

Secara umumnya mandi hadas besar dapat diniatkan seperti berikut: “Sahaja aku mengangkat hadas besar karena Allah Taala.”

Lain-lain Niat:

  1. Mandi junub: “Sahaja aku mengangkat hadas besar karena Allah Taala. “
  2. Mandi karena haid: “Sahaja aku mandi wajib suci dari haid karena Allah Taala. “
  3. Mandi karena nitas: “Sahaja aku mandi wajib suci dari nifas karena Allah Taala.” Baca entri selengkapnya »

Posted in Muslimah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »