Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Archive for the ‘Keluarga’ Category

Agar Istri dan Anak Kita Jadi Qurrata A’yun

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

“Dan orang orang yang berkata, “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai qurrata a’yun (penyenang hati kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan : 74)

SETIAP keluarga Muslim senantiasa mengharapkan anggota keluarganya, khususnya istri dan anak-anaknya, menjadi qurrata a’yun. Sebab, anggota keluarga yang memiliki sifat qurrata a’yun akan mampu memberikan warna dan rasa tersendiri bagi anggota keluarga yang lain. Keberadaan anggota yang menjadi qurrata a’yun akan membuahkan ketentraman bagi keluarga yang lain.

Yang menjadi pertanyaan sekarang; apa yang dimaksud dengan istilah qurrata a’yun tersebut? Apa dan bagaimana karakter istri dan anak yang memiliki sifat qurrata a’yun yang menjadi idam-idaman setiap keluarga Muslim?

Secara mendasar, istilah Qurrata a’yun memiliki dua makna; Pertama, kata qurra bermakna tsabat, ketenangan dan keteguhan. Artinya, istri dan anak yang memiliki sifat qurrata a’yun adalah meraka yang memberikan ketenangan dan keteguhan. Jadi, harapan orang, mereka kelak mereka menjadi wasilah untuk meraih ketenangan jiwa.

Kedua, kata qurra memiliki makna yang kedua adalah dingin dan sejuk. Sehingga, makna qurrata a’yun adalah air mata yang menyejukkan dan sebagai pendingin pandangan mata/hati. Ia memiliki makna air mata kesejukan. Sebab, air mata yang dingin dan sejuk yang mengalir dari mata seseorang menunjukkan kesenangan dan kegembiraan. Berbada halnya bila air mata yang mengalir terasa hangat atau panas, maka air mata itu menunjukkan kegelisahan dan kekhawatiran. Harapan seorang ayah, anak dan istrinya menjadi sarana kebahagiaannya yang mampu mengalirkan air mata yang sejuk yang menunjukkan kebahagiaan dan kesenangan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Saat Cinta Lama Bersemi Kembali

Posted by Aliey Faizal pada 10 Juni 2012

Perjalanan menuju pernikahan kadang tidak bisa digapai dengan mudah. Seribu satu cerita yang telah diukir sebelum pernikahan terkadang memberikan kesan mendalam sehingga sulit untuk terlepaskan. Akhirnya ketika pernikahan sudah terlaksana, tapi waktu mengikis kesakralan dan makna suci pernikahan itu sendiri karena adanya bayang- bayang masa lalu. Yang tersisa hanyalah kebosanan dan pengikat yang justru mengunci mati hatinya. Pasangan di sampingnya hanyalah berlaku sebagai pelengkap dan pemformal status bahwa dia telah menikah. Sedangkan masalah hati, tentu saja selera mereka telah berubah.

Waktu menguji kesungguhan kita akan kata- kata dan niat kita. Saat kenangan indah bersama seseorang yang terkasih dimasa lalu terlihat lebih fresh dan menyenangkan, sesungguhnya belum tentu seperti itu adanya. Allah telah memasangkan kita, kini, sekarang ini, dengan pasangan yang terbaik lengkap dengan sepaket pelajaran yang insyaallah menjadikan kita pribadi yang lebih matang kedepannya. Semua yang terbaik menurut Allah adalah pasti terbaik untuk kita, namun yang terbaik dalam pandangan kita belumlah tentu selalu akan membaikkan hidup kita.

Anda telah mengenal dengan baik serangkaian kebaikan dan kekurangan pasangan anda sekarang. Segenap pengorbanan jiwa raga, waktu dan pikiranpun telah sama- sama dibagi dalam susah dan senang. Dialah kepercayaan, teman hidup sekaligus penasehat yang memberikan kenyamanan batin untuk anda. Lalu bagaimana bisa anda menyerahkan cinta yang begitu suci hanya untuk seseorang yang baru anda kenal beberapa hari saja? Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bahkan Suami pun Menangis

Posted by Aliey Faizal pada 10 Juni 2012

Kehidupan tidak selalunya menawarkan kesenangan. Bagi sebagian orang, mengakrabi hati dan waktu mereka dengan kesedihan karena kesulitan hidup adalah sudah menjadi hal lumrah setiap harinya.Dan mereka membebaskan kepenatan hidup dengan menangis.

Semua orang pasti pernah merasakan bagaimana kesedihan menyesakkan dada mereka. Namun masih banyak dari kita yang menilai bahwa menangis itu, apalagi bagi kaum adam, adalah hal tabu. Tabu untuk diperlihatkan apalagi diceritakan. Sisi harga diri mereka mengatakan mereka haruslah kuat, kuat dan kuat. Lucunya lagi ketika dari mereka kedapatan tengah menangis, merekapun meminta maaf.

Biasanya masalah pekerjaan tidak akan membuat pria menangis, Pun masalah keuangan. Lalu, apakah yang membuat seorang suami menjadi menangis? justru kekuatan terbesar mereka penyebabnya, yaitu Akal mereka. Karena pria menggunakan akalnya lah yang menyebabkan ia menangis. Ia menangis karena telah lelah dalam berpikir, sel-sel dalam otaknya tidak mampu lagi untuk digunakan berpikir dalam menyelesaikan masalah. Saat ia menangis, jauh dalam pikirannya yang ada hanyalah air mata sebagai solusi.

Dalam kondisi tersebut, biasanya justru sang istri dapat bersikap tegar. Kondisi ini berbeda dengan keseharian istri sebagai Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Al-’Awar “Syetan Penyeru ZIna”

Posted by Aliey Faizal pada 10 Juni 2012

Memoles kesesatan agar tampak baik dan menarik hati adalah jurus abadi iblis dan antek-anteknya. Bahkan inilah jurus pertama iblis sebelum menggoda manusia untuk bergumul dengan dosa.

Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,” (Al-Hijr 39)

Maka setan menghiasi perbuatan keji terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan menyesatkan manusia.

Ibnul Qayyim mengomentari ayat tersebut:

“Di antara strategi iblis adalah menyihir akal secara kontinyu hingga terpedaya, tidak ada yang selamat darinya kecuali yang dikehendaki Allah. Dia menghiasi perbuatan yang hakekatnya menimbulkan madharat sehingga tampak sebagai perbuatan yang paling bermanfaat. Begitupun sebaliknya, dia mencitrakan buruk perbuatan yang bermanfaat sehingga nampak mendatangkan Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga, Muslimah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Diam, Sebuah Penyelesaiaan Masalah?

Posted by Aliey Faizal pada 10 Juni 2012

Pernikahan selalu tak akan lepas dari masalah. Mulai dari masalah kecil sampai yang besar, datang silih berganti menimpa biduk rumah tangga. Banyak dari pasangan menilai bahwa diam adalah solusi. Ketakutan mereka akan tersakitinya orang terkasih atau ketakutan atas memperbesar konflik adalah selalu menjadi dalih utama. Kesalahan demi kesalahan, yang sama, dibiarkannya tetap menjadi sebuah kesalahan tanpa adanya koreksi yang berarti. Tapi benarkah diam selalunya menjadi solusi yang terbaik, sekaligus bisa menghindarkan konflik dalam pecahnya sebuah hubungan rumah tangga?
Pernahkah perasaan menyesal menghampiri kita, saat pasangan kita mendapatkan hantaman kritik justru dari orang lain yang terlebih dahulu menguak kelemahannya dari pada kita?. Lalu kemanakah kita? apakah kita sibuk dengan diri sendiri sehingga kita harus melupakan bahwa pasangan kita membutuhkan seseorang yang bisa memberikan kritik dengan kasih sekaligus solusi , tidak seperti orang lain yang hanya bisa memberikan kritik penuh penghakiman? Maka bicaralah dengan pasangan anda,  tentang apapun uneg- uneng anda. Dia adalah yang paling pantas dimana anda harus berkata jujur atas kelemahan dan kekurangan anda dan sekaligus dirinya sendiri. Bagi anda yang diposisikan untuk mendengar, maka tawarkan solusi tanpa harus membuatnya lebih bingung atau merasa lebih rendah, pahami dengan penuh empati dan jangan hanya diam.
Jangan sampai kita mendiamkan kelemahan pasangan kita, tanpa memperingatkan dia apapun apalagi sampai tidak memberi Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »