Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Archive for the ‘Keluarga’ Category

Mensucikan Najis Air Kencing Bayi

Posted by Aliey Faizal pada 21 Juni 2012

Diasuh oleh:
Ust. Muhammad Muafa, M.Pd
Pengasuh Pondok Pesantren IRTAQI, Malang, Jawa Timur

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ustadz, saya ingin minta penjelasan/dalil jika bayi laki-laki pipis, air kencingnya bisa hanya diperciki air? Lalu bagaimana jika sebelum dua tahun telah di beri makanan  selain ASI? Apa sifat pipisnya najis dan tidak cukup hanya diperciki air?

Syukron.

Inayah-Tangerang

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Air kencing bayi dihukumi najis tanpa membedakan apakah bayinya laki-laki maupun perempuan, masih menyusu maupun sudah disapih, hanya makan ASI saja maupun sudah makan makanan tambahan selain ASI. Semuanya dihukumi najis berdasarkan dua dalil, yaitu; dalil keumuman najisnya air kencing manusia dan dalil khusus najisnya air kencing bayi. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Berjilbablah Dengan Baik & Benar

Posted by Aliey Faizal pada 21 Juni 2012

Kepada para muslimah Allah swt telah dengan tegas memberi perintah agar menutup auratnya dengan jilbab. Sebagaimana firman-Nya:

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (T.QS. Al Ahzab:59)

Yang dimaksud jilbab dalam ayat ini adalah baju terusan panjang yang diulurkan ke seluruh tubuh. Ingat, seluruh tubuh, bukan tubuh bagian atas sepotong, ditambah bagian bawah sepotong. Melainkan adalah model pakaian yang langsung menutupi seluruh tubuh, dari atas hingga bawah. Nah, kebanyakan kita biasa menyebutnya gamis. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Keluarga Muslim Ideal: Dua Anak Cukup?

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

Di era orde baru, zaman pemerintahan Pak Harto, program Keluarga Berencana (KB) begitu digalakkan. Slogan “Dua Anak Cukup” banyak terpampang di spanduk maupun iklan, baik di media cetak maupun media elektronik. Bahkan salah satu cara yang digunakan pemerintah untuk mensukseskan program KB adalah dengan membatasi tunjangan untuk anak Pegawai Negeri Sipil (PNS) hanya untuk dua anak saja.

Meski sekarang desakan-desakan dari pemerintah kepada masyarakat agar melakukan KB sudah tidak segencar dulu, bukan berarti anjuran untuk ber-KB bagi pasangan suami-istri tidak dilakukan. Dalam hal ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang memainkan peran.

Jika yang dimaksud sebagai Keluarga Berencana (KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sejahtera dengan membatasi kelahiran, tentu saja hal tersebut bertentangan dengan anjuran Rasulullah SAW agar umatnya menikah dan memperbanyak keturunan. Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur keturunannya karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan para nabi yang lain pada hari kiamat nanti”. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | 2 Comments »

Dari Nama, Harapan Kita Bermula

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

Seorang sahabat datang kepada Rasulullah saw dengan menggandeng anaknya, lalu dia bertanya, “Ya Rasulullah, apa hak anakku ini atasku?” Rasulullah saw menjawab, “Membaguskan namanya, memperbaiki adabnya, dan menempatkannya pada kedudukan yang baik.” (HR. Ath-Thusi)

What’s the meaning of name, demikian diungkapkan oleh Shakespeare. Namun tentu saja kita bukanlah penganut Shakespeare yang menganggap nama bukanlah sebuah persoalan penting. Islam, agama kita, justru menempatkan urusan pemberian nama sebagai hal yang penting dan harus diperhatikan. Begitu pentingnya, sampai-sampai dalam riwayat yang telah disebutkan di atas, Rasulullah saw menempatkan memberi nama yang bagus (baik) kepada anak dalam urutan pertama diantara hak-hak anak yang harus dipenuhi.

Nama dalam Pandangan Islam

Islam memiliki pandangan yang begitu luar biasa dalam soal pemberian nama. Mengenai arti penting dari sebuah nama, Allah swt menegaskan dalam firman-Nya:

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”. Mereka menjawab: “Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqarah : 31-32) Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Ajarkan Anak Berjihad Sejak Dini

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

“Jadikanlah rumah kalian sebagai kandang singa. Bukan kandang ayam –yang setelah gemuk dijadikan sembelihan penguasa durhaka –. Tanamkanlah dalam jiwa anak-anak kalian kecintaan berjihad, mencintai lapangan pacuan kuda dan medan-medan pertempuran. Ikutkanlah dalam merasakan kesulitan kaum muslimin.” (DR. Abdullah Azzam)

Ada harap dan cemas, membayangkan akan tumbuh menjadi seperti apa anak-anak kita kelak. Apakah akan menjadi generasi yang sukses dalam pendidikan dan karir, tetapi tidak peduli bahkan tidak tahu kondisi Islam dan umatnya? Atau akan menjadi generasi yang tergilas zaman, membebek pada budaya kafir barat yang jauh dari nilai-nilai Islam? Na’udzubillahi min dzalik.

Tentu kita tidak berharap keduanya. Sudah pasti harapan dan doa yang siang malam kita panjatkan kepada Allah swt adalah agar anak kita tumbuh menadi generasi yang sholeh, yang dengan kekayaan ilmu dan hartanya ia dapat berkhidmad kepada Islam. Generasi yang cinta dan taat kepada Allah, istiqomah dalam menjalankan sunnah Rasulullah, serta mencintai aktivitas dakwah dan jihad di jalan Allah.

Mewujudkan harapan tersebut memang bukan perkara mudah, namun bukan pula sesuatu yang mustahil. Meski demikian, mendidik anak agar tumbuh menjadi pejuang di jalan Allah tidak dapat dilakukan secara instan. Ia butuh keteladanan, pengajaran dan kesabaran yang harus kita lakukan semenjak dini, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Keluarga | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »