Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Tuduhan adanya dilema pemakaian hadits (urin onta)

Posted by Aliey Faizal pada 18 Juni 2012

VI. RASULLULLAH DAN HADITS
Kenapa kalian membunuh

para utusan Allah…?

HUJATAN TERHADAP HADITS NABI

Tuduhan adanya dilema pemakaian hadits (urin onta).

Dalam masalah hadits, Robert Morey menyatakan:

“Kenapa kami merasa perlu terlibat sedemikian jauh membuktikan bahwa pemuka Islam tertinggi telah beranggapan bahwa Hadits itu adalah hasil pengilhaman dan punya otoritas ilahi? Tidak lain karena umat Muslim terkadang akan menolak Hadits itu sendiri manakala mereka dihadapkan dengan beberapa ajaran Muhammad yang jelas tidak masuk akal yang terdapat dalam hadits”.24

Demikian pandangan Robert Morey tentang keberadaan hadits dikalangan Muslim. Untuk mendukung pendapatnya tersebut ia mengutarakan sebuah dialog perihal urin onta yang menurutnya dianjurkan oleh Rasulullah layaknya iklan Coca Cola. Dengan harapan bahwa sesnsitivitas modern akan menolak hal-hal yang bersifat menjijikkan, sehingga umat muslim dianggap mengalami dilema untuk menerima hadits tersebut.

Sayangnya Robert Morey tidak berani menyebutkan matan (materi) haditsnya, apalagi mengkomparasikan dengan riwayat-riwayat lain yang mengungkap masalah senada. Dan seperti yang kita kemukakan tadi, Dr. Robert Morey  menyatakan hanya mengambil dari kitab hadits Imam Bukhari saja, tentu saja cara pengkajian hadits semacam ini sangat parsial dan tidak layak dalam dunia keilmuan Islam. Maka kami mencoba memakai kitab Hadits Imam Bukhari dalam menjawab masalah ini dan mengkomparasikan dengan riwayat dari perawi lain. Berikut ini kami ketengahkan salah satu dari 13 hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari menyangkut masalah ini yaitu:

Berkata kepada kami Muslim bin Ibrahim, berkata kepada kami Sallam bin Miskin, berkata kepada kami Tsabit dari Anas bahwa sekelompok orang yang terkena penyakit berkata: “Wahai Rasulullah lindungilah karni dan berilah kami makan “. Ketika mereka sudah sehat mereka berkata : “Cuaca kota Madinah tidak cocok “, maka Rasulullah mempersilahkan mereka ke tempat onta (yang berurnur antara 3-10 th) milik Rasulullah dan berkata kepada mereka : “Minumlah air susunya”. Setelah sehat mereka membunuh penggembala (ternak) Nabi Saw. dan mengambil onta tersebut. Maka Rasulullah mengutus (beberapa orang) untuk mencari mereka, maka (setelah keternu) tangan dan kaki mereka dipotong dan mata rnereka ditusuk. Maka saya (Anas) melihat salah satu dari mereka merayap ditanah hingga mati.

(HR. Bukhari).25

Dalam hadits di atas kita dapatkan bahwa Rasulullah tidak menganjurkan orang-orang yang datang meminta obat agar meminum urin onta, tapi Rasulullah menyarankan meminum air susu onta.

Dalam masalah ini, Imam Bukhari memunculkan 13 hadits: dalam bab zakat 1 hadits, bab al jihad wa as-sair 1 hadits, bab al-maghazi 2 hadits, bab tafsir al-Qur’an 1 hadits, bab al­wudlu 1 hadits, bab at-thibb 2 hadits, bab al-hudud 4 hadits, bab ad-diyat 1 hadits. Dari hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari yang berkaitan dengan masalah ini riwayat yang paling bisa diterima adalah riwayat di atas sedang riwayat lain yang menyebutkan bahwa Rasulullah menyarankan agar mereka meminum air susu dan urin onta -untuk obat-, terdapat nama ­nama perawi yang oleh para ahli hadits dianggap tidak kredibel, seperti nama Abu Qilabah yang dinilai suka menambah-nambah cerita (katsir al-Irsal), juga Wuhaib yang dinilai berubah pada masa tuanya, serta Sa’id yang dinilai suka mencampur aduk riwayat dan memanipulasi (yudlis).

Katakanlah riwayat-riwayat lain memiliki kebenaran, bahwa Rasulullah menyarankan orang-orang yang datang meminta obat agar meminum susu dan urin dari satu dzaud (onta yang berumur 3-10 tahun). Maka saran Rasulullah tersebut sebatas sebagai obat, sebab kalau hanya dari air susunya saja tentu tidak mencukupi untuk kebutuhan 8 orang (berdasarkan riwayat lain jumlah mereka 8 dari Urainah dan ‘Ukl), apalagi jenis ontanya hanya yang berumur 3-10 tahun. Dan yang perlu kita perhatikan bahwa saran tersebut untuk kejadian 14 abad yang lalu dalam komunitas yang hidup di gurun pasir, dan tentu saja tidak ada apotik dan toko obat seperti sekarang. Tentang hukum pemakaiannya, sebagian ulama membolehkan penggunaan obat dari urin “binatang yang dapat dimakan”, sementara yang lain tidak membolehkan seperti kata Ibnu Mas’ud:


Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian dari apa-apa yang diharamkan atas kalian.

dengan alasan yang sama para ulama melarang pemakaian urin manusia sebagai obat.

Berdasarkan sejumlah artefak dan tulisan kuno, didapatkan bahwa terapi urin sudah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. India mengenalnya sejak _+ 5000 th. lalu, hal diperkuat dengan adanya kitab Darma Tantra yang memuat keterangan cara meminum urin untuk menyegarkan tubuh. Eropa sendiri hingga kini masih menerapkan terapi ini, begitu juga Tiongkok yang mengenal sejak 1700 th. silam. Pada masa sekarang pun banyak negara maju yang mengelola air kencing untuk diekstrak menjadi obat. Amerika serikat -tempat tinggal Robert Morey- sendiri hingga kini, menjadikan air kencing manusia sebagai bahan obat, seperti yang ditulis oleh majalah Wanita Indonesia. Di Amerika Serikat kini sudah lazim di setiap toilet umum yang dikelola pemerintah dan berlokasi di dekat restoran atau hotel, dilengkapi oleh drum dan alat penyaring. Dari situ, urin dialirkan ke laboratorium kecil. Setelah proses pengujian, dihasilkanlah ekstrak yang disebut urikonase untuk diteruskan ke pabrik obat atau kosmetik. Pada 1970, keuntungan yang didapat dari pengelolaan WC umum sekitar USD 600 per hari, atau USD 10,4 juta setahun. Artinya, ekstrak air seni yang telah diolah menjadi obat kosmetik ternyata banyak diminati.26

Jika dibandingkan dengan beberapa ayat Bible (mungkin ayat buatan), maka masalah urin onta tidaklah lebih jorok dari apa yang tertulis di Bible Kitab Yehezkiel 4: 12-15 seperti berikut:
4:12 Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka. “

 

4:13 Selanjutnya TUHAN berfirman: ‘Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana. “

 

4:14 Maka kujawab: ‘Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi. “

 

4:15 Lalu firman-Nya kepadaku: “Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya. “

Jika Robert Morey mempercayai kebenaran ayat Bible di atas maka harus menerimanya sebagai ajaran? namun jika tidak maka semestinya ia mengoreksi ajaran Bible yang tidak masuk akal.

Sedikit tambahan, hadits tentang urin onta di atas, yang juga menceritakan hukuman yang diterima oleh para penjarah, dipergunakan oleh Robert Morey untuk menyudutkan Rasulullah dan ajarannya, dengan mengatakan:

Dosa-dosa Muhammad termasuk menyiksa orang­orang dengan memotong tangan-tangan dan kaki­kaki mereka dan mencongkel mata mereka dengan besi panas (Hadits I/234J; membiarkan mereka mati kehabisan darah setelah anggota badannya dipotong (Hadits VIII/794, 795); membiarkan orang mati kehausan (Hadits VIII/796).

 

Riwayat lain yang dikeluarkan Imam Bukhari dalam kitab (bab) at-thibb (pengobatan), menyebutkan bahwa kejadian tersebut sebelum turunnya ayat-ayat hudud (hukuman­hukuman), berdasarkan keterangan dari Muh. Ibnu Sirin. Sedang Imam Muslim untuk masalah yang sama menyebutkan penuturan Anas tentang kenapa mereka ditusuk matanya, hal itu karena mereka menusuk mata penggembala yang mereka bunuh.

Robert Morey sengaja menutupi bahwa perlakuan di atas dilakukan oleh para pengejar di tempat di mana mereka ditemukan -tentunya dipadang pasir-. Dan hal itu terjadi sebelum turunnya ayat-ayat yang mengatur masalah hukuman, sehingga aturan yang dipakai para pengejar adalah aturan masyarakat Arab pada masa itu. Perlu diingat bahwa itu kejadian pada Abad ke 7 M. dimana sistem hukum yang diterapkan oleh Rasulullah pun saat itu belum memadai. Jika dibandingkan dengan dunia Kristen maka apa yang dilakukan oleh umat muslim saat itu adalah tidak seberapa. Apa yang dialami para perampok tersebut adalah akibat dari tindak kriminalitas perampokan yang disertai pembunuhan. Sementara dalam dunia kristen para penyeru tauhid mendapatkan perlakuan yang lebih keji dari hukuman pelaku kriminal. Coba tanyakan, hukuman apa yang diterima Iranius (130-200M), Arius (250-350 M), Michael Servestus (1511-1553) dan banyak lagi yang lainnya. Hukuman keji yang mereka terima bukan karena kriminalitas tapi karena menyatakan bahwa Tuhan itu Esa/Tunggal. Bagaimana dengan Inquisisi? Berapa korbannya?

NOTES

24. Robert Morey, hal 196.

25. Imam Bukhari, Shahih al-Bukhari, Daar al-Fikr, th. 1994, vol. 7, hal. 16-17.

26. Majalah Wanita Indonesia, No. 725, 15-21 September 2003, hal. 30.

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: