Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Tragedi Nakhlah

Posted by Aliey Faizal pada 18 Juni 2012

VI. RASULLULLAH DAN HADITS
Kenapa kalian membunuh

para utusan Allah…?

KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD

Tragedi Nakhlah

 

Nabi Muhammad mengirim sekelompok penyerbu terdiri atas sembilan orang, yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, untuk menyerang salah satu karavan yang menuju selatan. Saat itu akhir bulan suci Rajab (Januari 624), dan semua pertempuran dilarang keras di seluruh Arab. Nabi Muhammad memberi Abdullah perintah tertutup yang tidak boleh dibuka sampai ekspedisi itu berada dalam dua hari perjalanan. Nabi Muhammad membuat Abdullah berjanji untuk tidak memaksa kawan-kawannya. Mereka pergi lebih dekat ke Mekkah dibanding ekspedisi penyerbuan sebelumnya dan hal itu tampak membahayakan.

Abdullah dengan patuh membuka surat perintah itu dua hari kemudian. Sumber-sumber memberikan versi yang berbeda tentang naskah itu. Ibnu Ishaq mengatakan bahwa orang-orang Muslim itu diperintahkan pergi ke Nakhlah, di antara Mekkah dan Thaif, dan hanya mengintai karavan. Namun ahli sejarah abad ke-9, Nabi Muhammad bin Umar al-Waqidi menyatakan, surat itu berbunyi: “Pergilah ke lembah Nakhlah dan lakukan serangan mendadak pada suku Quraisy. Ini berarti bahwa penyerbu Muslim itu akan melanggar bulan suci. Nabi Muhammad mungkin memiliki beberapa alasan tentang ini: bulan-bulan suci ini merupakan bagian dari system penyembahan berhala yang ingin diselesaikannya. Dengan melanggarnya, itu sama dengan merendahkan para dewi kuno. Namun dua dari para penyerbu itu mungkin ingin melepaskan diri dari ekspedisi itu, karena mereka kehilangan untanya pada pemberhentian berikutnya dan menyuruh ketujuh kawannya untuk meninggalkan mereka. Ketika Abdullah dan rombongannya tiba di Nakhlah, mereka menemukan sebuah karavan kecil yang berkemah di dekat sana. Apa yang herus mereka lakukan? Saat itu hari terakhir Rajab namun bila menunggu hingga esok hari, yaitu ketika pertempuran diizinkan lagi, karavan itu tentu telah mencapai daerah yang aman yang dilindungi mekkah. Mereka memutuskan untuk menyerang. Panah pertama mereka menewaskan satu dari tiga pedagang dan yang lain langsung menyerah. Abdullah membawa kedua pedagang clan barang dagangan mereka kembali ke Madinah.18

NOTES

18. Karen Amstrong, Muhammad sang Nabi, Op. cit., hal 240­

241

 

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: