Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Sekilas tentang Hadits

Posted by Aliey Faizal pada 18 Juni 2012

VI. RASULLULLAH DAN HADITS
Kenapa kalian membunuh

para utusan Allah…?

HUJATAN TERHADAP HADITS NABI

Sekilas tentang Hadits

Ahli hadits mendefinisikan “Hadits” sebagai : “segala yang bersumber dari Rasulullah Saw dari perkataan, perbuatan, penetapan, sifat fisik dan akhlaq, juga berita tentang beliau sebelum kenabian tapi masih berhubungan dengan masalah kenabian. Definisi serupa datang dari kalangan ahli fiqih dan usul Fiqh hanya mereka menambahkan “selain al-Qur’an.”23Hadits adalah sumber ajaran Islam kedua setelah al­Qur’an, karena Hadits selain menerangkan makna dan maksud dari ayat-ayat al-Qur’an juga mencerminkan sikap praktis Rasulullah Saw dalam mengajarkan dan mengamalkan ajaran­ajaran al-Qur’an. Apalagi ada beberapa hadits seperti hadits Qudsy yang bersumber dari Allah Swt. hanya saja lafadznya dari Rasulullah -tidak termasuk al-Qur’an-.

Dalam menyikapi perkataan Rasulullah para sahabat membedakan mana yang merupakan ajaran dan mana yang sekedar pemikiran Rasulullah khususnya dalam masalah duniawi. Sehingga sahabat tidak segan-segan bertanya, apakah perkataan Rasulullah tersebut berdasarkan wahyu ataukah pemikiran beliau sendiri. Sebagaimana yang pernah diriwayatkan oleh Al-Hakim, ketika Rasulullah memilih suatu lokasi -yang jauh dari air- untuk bermarkas dalam peperangan Badr, sahabatnya `Al-Khubbab ibn Al-Mundzir” bertanya, “Wahai pesuruh Allah, apakah pilihanmu ini berdasarkan wahyu, ataukah berdasarkan pendapat-(mu)?”. Rasulullah menjawab: “(ini) berdasarkan nalar wahai Khubbab”. Khubbab tidak setuju dengan pemilihan tempat itu dan menyarankan penggunaan tempat lain yang akhirnya disetujui oleh Rasulullah..

Sepeninggal Rasulullah perikehidupannya yang diceritakan turun-temurun -yang kemudian dikenal sebagai hadits- dibukukan dengan seleksi yang sangat ketat. Penulisan pertama tentang hadits dimulai secara resmi pada masa Umar bin Abdul Aziz, ketika memerintahkan gubernurnya di Madinah Abu bakar bin Muhammad bin Hazm dan seorang ulama Syam dan Madinah yaitu Ibn Syihab az-Zuhri untuk menulis hadits­hadits Rasulullah, th. 99 H. Jika dilihat dari tenggang waktu maka penulis pertama tersebut termasuk tabi’in, tangan kedua yang mendapatkan ajaran Rasulullah dari tangan pertama. Adapun pengumpul hadits yang datang setelahnya dan kemudian karyanya menjadi rujukan hingga hari ini, mereka-mereka adalah: Imam Bukhari, Muslim, Ahmad, Nasai, Ibnu Majah, Tirmidzi, dan Imam Abu Daud; Walaupun mereka bukan tangan pertama tapi dalam pengumpulannya menggunakan seleksi yang amat sangat ketat. Parameter utama dalam penerimaan hadits adalah cara periwayatannya, apakah hadits itu disampaikan oleh orang yang memiliki kredibilitas diakui atau tidak, selain parameter lain tentang matan (materi) apakah bertentangan dengan al-Qur’an atau tidak dan lain sebagainya seperti yang dipakai oleh masing-masing perawi (periwayat). Dari sinilah kita mengenal ilmu al jarh wa at-ta’dil sebagai upaya seleksi atas periwayat hadits. Dan haditspun akhirnya memiliki. tingkatan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh para ulama hadits dengan patokan utama seperti kami sebutkan tadi.

Dengan upaya seleksi tersebut akhirnya umat Islam dapat memilah-milah mana hadits yang sengaja dihembuskan oleh orang-orang semacam Dr. Robert Morey -yang memang sejak dulu sudah ada- yang hadits-hadits palsu mereka dikenal dengan istilah israiliyat dan mana hadits yang memang bersumber dari Rasulullah.

NOTES

23. Prof. Dr. Abu Muhammad Abdul Mahdi bin Abdil Qodir bin Abdil Hadi (Staf pengajar di Kuliah Ushuluddin Al-Azhar Cairo), Al­madkhal ila as-sunnah an-nabawiyyah, Daar al-I’tishaam, Cairo, 1999, hal. 22.

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: