Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Kenapa Kau tinggalkan ?

Posted by Aliey Faizal pada 18 Juni 2012

VII. PENUTUP
Jangan percaya Ahli Kitab…!

tapi jangan kau ingkari…!

ARUS BALIK

Kenapa Kau tinggalkan ?

Orang boleh tertawa jika ada yang mengajak kembali kepada al-Qur’an dan hadits untuk mengatasi kesulitan umat, tapi mencibir tanpa bisa membuktikan hanyalah kesombongan tanpa dasar. Al-Qur’an dan hadits tidak hanya berlaku pada masa Rasulullah Saw. saja. Kinipun di dalamnya masih banyak yang belum tereksplorasi, tapi lagi-lagi kita berlebihan hingga memperlakukan al-Qur’an layaknya teks biasa yang tunduk kepada kemauan pembacanya. Cobalah kita balik pandangan ini dengan menjadikan kita tunduk pada kemauan al-Qur’an. Mereka yang sangat paham akan arti kekuatan dari dua pusaka (al-Qur’an dan Hadits) dari mereka yang mendengki Islam, berusaha dengan gigih agar pusaka tersebut bisa terlepas. Upaya mengaburkan pandangan umat muslim terhadap kedua pusaka tersebut dilakukan sejak awal kemunculan Islam, dengan maraknya hadits-hadits Israiliyat. Kini, berpulang kepada umat Muslim itu sendiri, apakah meninggalkannya dan mengikuti jejak mereka yang mengganti dan merubah kitab sucinya karena dianggap tidak sesuai dengan keadaan yang mereka inginkan, ataukah tetap mempertahankan dengan menggali sebanyak mungkin informasi dan ajaran yang terkandung di dalamnya. Allah tidak pernah dirugikan dengan segala tingkah laku umatNya, jika ada umatNya yang berusaha meninggalkanNya, Allah segera menggantikan dengan yang lain yang memperjuangkan ajaranNya, seperti yang Ia maklumkan dalam firmanNya Al-Maidah 54.

Memang agak aneh jika ada seseorang yang semula mencari kelemahan dalam al-Qur’an dan Hadits, kemudian atas hidayah Allah berbalik berusaha meluruskan hujatan atas kedua pusaka tersebut. Ini bukan sekedar keanehan karena al-Qur’an mengatakan seperti itu (seperti logika Robert Morey), tapi ini adalah kenyataan yang dialami penulis saat menulis buku ini, terlepas apakah kenyataan ini menafsirkan ayat di atas ataukah sekedar kenyataan yang sering dilakukan oleh seorang muallaf -seperti lainnya- yang berusaha membela ajaran yang ia yakini kebenarannya. Namun jika oleh Allah dinilai sebagai penafsiran dari ayat di atas, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kenyataan semacam ini, tidak saja terjadi kepada satu atau dua orang saja, tapi mungkin saja berlaku pada suatu komunitas yang dulu mencari kelemahan al-Qur’an dan al-Hadits, yang karena bukan kelemahan yang didapatkan, mereka justru mendapat pelajaran yang sangat berharga untuk kemajuan mereka sendiri. Barat Dengan orientalismenya telah menggali khazanah Islam – terlepas dari niat awalnya-, dan kini melanjutkan kajiannya pada hal-hal yang “tidak terlogika”, sementara umat muslim yang mengimport pengetahuan Islam dari mereka hanya mengunggulkan rasionalitas dan meninggalkan sesuatu yang dikatakan “tak terlogika”, umat muslim sendiri telah tertinggal satu langkah jika memang berkiblat kepada Barat. Maka jangan heran jika ramalan Bernard Shaw menjadi kenyataan dan kejayaan Islam muncul dari Eropa -tanpa bermaksud membenci suatu bangsa-, tapi memang Islam bagi semua bangsa, khususnya bangsa yang mau merubah dirinya sendiri. Maka berlomba­lomba dalam kebaikan adalah suatu kepastian bagi mereka yang ingin merubah nasibnya sendiri.

Maka bagi saudaraku umat Muslim, membanggakan al­-Qur’an dengan al-Hadits tidak cukup dengan perasaan bangga saja. Tapi membuktikan kebenaran ajarannya adalah salah satu cara menuju keyakinan dan kemajuan.

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: