Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Fathu Makkah

Posted by Aliey Faizal pada 18 Juni 2012

VI. RASULLULLAH DAN HADITS
Kenapa kalian membunuh

para utusan Allah…?

KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD

Fathu Makkah

Di dalam perjanjian Hudaibiya antara lain sudah menentukan, bahwa barang siapa yang ingin masuk ke dalam persekutuan dengan Nabi Muhammad boleh saja, dan barangsiapa ingin masuk ke dalam persekutuan dengan pihak Quraisy juga boleh. Ketika itu Khuza’a masuk bersekutu dengan konfederasi Nabi Muhammad sedang Banu Bakr dengan pihak Quraisy Sebenarnya antara Khuza’a dengan Banu Bakr ini sudah lama timbul permusuhan yang baru reda setelah ada perjanjian Hudaibiya, masing-masing kabilah menggabungkan diri dengan pihak yang mengadakan perdamaian itu.

Pada akhir tahun, orang Mekkah melanggar perjanjian dengan menyerang Banu Khuza’a pada malam hari di wilayah mereka sendiri dalam serangan mendadak. Tampaknya sebagian orang Quraisy membantu dan bersekongkol dengan mereka dalam serangan ini. Mereka memberi senjata pada Bakr dan konon Shafwan bahkan ikut ambil bagian dalam pertempuran. Khuza’ah langsung membalas dendam dan terjadi pertempuran antara dua suku ini diwilayah suci Mekkah, sehingga Khuza’ah memohon bantuan pada Nabi Muhammad dan dia setuju datang membantu. Jadi bukan Nabi Muhammad yang telah melanggar perjanjian tersebut sebagaimana yang dituduhkan oleh Dr. Robert Morey.19

Inilah titik balik selanjutnya, Nabi Muhammad berparade ke Mekkah dengan pasukan berkekuatan 10.000 orang. Berhadapan dengan kekuatan sangat besar tersebut, sebagai seorang pragmatis dan menyadari apa yang akan terjadi, suku Quraisy mengaku kalah, membuka pintu gerbang kota, dan Nabi Muhammad mengambil alih Mekkah tanpa setetes darah pun yang tumpah. Dia menghancurkan patung-patung di seputar Ka’bah, mempersembahkan tempat itu hanya untuk Allah, Tuhan Yang Esa, dan mengubur upacara pemujaan berhala dan menggantinya dengan ibadah haji sesuai ajaran Islam. Tidak ada seorang pun suku Quraisy yang dipaksa masuk Islam. Ketika Nabi Muhammad wafat pada tahun 632, hampir semua suku Arab telah bergabung dengan umat Islam dalam konfederasi atau telah masuk Islam. Karena anggota umat tidak boleh saling menyerang, maka lingkaran mengerikan dari perang suku, dan saling balas dendam telah berakhir. Seorang diri Nabi Muhammad telah membawa perdamaian di Arab yang terpecah­belah oleh perang.

Kehidupan dan jasa Nabi Muhammad akan mempengaruhi pandangan spiritual, politik, dan etika umat Islam untuk selamanya. Mereka mengekspresikan pengalaman “keselamatan” Islam, yang tidak akan tercapai dengan penebusan “dosa bawaan” yang dilakukan Adam dan hak memasuki kehidupan abadi, tetapi akan tercapai dengan prestasi masyarakat dalam melaksanakan perintah Tuhan. Ini tidak hanya menyelamatkan umat Islam dari neraka politik dan social yang ada di Arab pra ­Islam, tetapi juga memberi mereka konteks yang membuat mereka lebih mudah berserah diri sepenuh hati kepada Tuhan. Nabi Muhammad menjadi contoh mendasar dari penyerahan diri yang sempurnya kepada Tuhan, dan Muslim berusaha menyesuaikan kehidupan social dan spiritual mereka dengan standar tersebut. Nabi Muhammad tidak pernah dimuliakan sebagai figur Tuhan, tetapi dia dianggap sebagai Manusia Sempurna. Penyerahan dirinya kepada Tuhan sangat menyeluruh sehingga dia bisa mengubah masyarakat dan memungkinkan bangsa Arab hidup berdampingan dengan damai. Dalam etimologi, kata Islam berhubungan dengan salam (perdamaian), dan Islam memang menawarkan kesatuan dan kerukunan.

NOTES

19. Robert Morey, op. cit., hal : 92

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: