Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Wasekjen MUI: Gramedia Mestinya Mencerdaskan, Bukan Menjerumuskan

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

Jakarta  – Sebagai penerbit besar, mestinya Gramedia berperan dalam mencerdaskan bangsa. Bukan sebaliknya, menjerumuskan bangsa. Himbauan ini disampaikan Wakil Sekjen MUI Pusat H. Nasir Zubaidi.

“Kita sangat menyadari seluruh penerbit adalah asset bangsa Indonesia, tetapi jangan sampai apa yang dituliskannya bukan menjerdaskan kehidupan bangsa melainkan menjerumuskan kehidupan bangsa,” kata Nasir saat menanggapi soal penghinaan yang dilakukan Gramedia kepada Nabi Muhammad Saw melalui buku ‘5 Kota Paling Berpengaruh di dunia’  kepada Suara Islam Online, Jumat (15/6/2012).

“Buku berjudul ‘5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia’ yang diterbitkan oleh Gramedia, isinya sangat menghina Nabi Muhammad SAW. Dalam buku itu dikatakan Nabi Muhammad SAW sebagai perampok untuk perjalanan perdagangan dari Mekkah ke Syria, merampok onta dan lain sebagainya punya kabilah. Kalau kalimatnya seperti itu, jelas umat Islam berkeberatan,” lanjutnya.

Nasir juga mengakia pihak Gramedia telah menemui MUI. Mereka sempat berkilah dan mengaku teledor. “Kebetulan diterbitkannya oleh Gramedia. Kmarin ketika Gramedia bertemu dengan MUI, mereka sempat berkilah. Saya tidak suuzhan pada Gramedia, karena mereka mengaku ini adalah sebuah keteledoran,” kata mantan Sekjen DMI ini.

Sementara, menagapi proses hukum yang dilakukan FPI, Natsir menyerahkan itu kepada FPI. Sebab itu adalah hak FPI untuk mempersoalkannya.

“Kalau ada yang ingin memproses kasus ini ke ranah hukum, terserah saja. Kata Allah, kita mengerjakan kebaikan untuk mendapatkan ampunan Allah. Termasuk memaafkan orang lain. Kalau mau demo jangan anarkis,” ujarnya.

Hanya saja Nasir berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua penerbit akan perlunya melewatiStandar Operating Procedure (SOP)  yang benar dalam penulisan.

“Sebenarnya kasus ini menjadi pelajaran untuk penerbit bukan hanya penerbit Gramedia tetapi penerbit dan percetakan lainnya. Haruslah mereka melewati standar operating procedure dalam penulisan, dan literatur penulis. Dan perlu di coreksi juga oleh penerbit yang menulis khususnya ayat-ayat Al Qur’an dan hadis,“ pungkasnya.

 

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: