Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Ghazwah

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

VI. RASULLULLAH DAN HADITS
Kenapa kalian membunuh

para utusan Allah…?

KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD

Ghazwah

 

Al-Quran mulai mengembangkan sebuah teologi perang yang adil: kadang-kadang diperlukan bertempur untuk melestarikan nilai-nilai yang baik. Jika ummat beragama tidak siap menangkis serangan, semua tempat shalat mereka (misalnya) akan hancur. Tuhan akan memberi ummat Muslim kemenangan hanya jika mereka “melaksanakan shalat dan membayar zakat”, membuat hukum-hukum yang adil clan terhormat serta menciptakan masyarakat yang sejahtera.

Wahyu ini hanya merujuk pada sahabat-sahabat Muhajirin, yang telah dianiaya oleh orang-orang Quraisy ketika mereka di giring keluar rumah-rumah mereka di Mekah. Para sahabat Anshar tak diberi izin untuk berperan serta dalam peperangan, karena mereka tak punya pertengkaran resmi dengan Mekkah. Dia memiliki rencana penyerangan yang sederhana, yaitu ghazwu atau penyerbuan yang menjadi kesenangan bangsa di Arab dan merupakan cara yang diterima untuk mendapatkan kebutuhan hidup dalam masa sulit. Kaum Muhajirin memiliki peluang kecil untuk mencari nafkah di Madinah. Pada umumnya dulu mereka bekerja di bank, dibagian keuangan dan para pedagang. Mereka tak tahu apa-apa tentang bertani kurrna meskipun di sana disediakan tanah bagi mereka untuk memulai usaha pertaniannya. Mereka tergantung kepada Para sahabat Anshar untuk hidup mereka dan akan menjadi benalu di ummat kecuali mereka segera menemukan sumber pendapatan yang mandiri. Tidak setiap orang dapat melakukan apa yang dilakukan pedagang muda cerdas Abdurrahman begitu tiba di Madinah: dia hanya bertanya dimana letak pasar, Dan dengan cepat menciptakan penghasilan bagi dirinya sendiri berkat jual-beli yang berhasil. Hanya ada sedikit peluang berdagang di Madinah dan Mekkah memiliki monopoli usaha bisnis berskala besar.

Ghazwu merupakan cara keras untuk mengamankan perputaran kekayaan pada masa nomaden. Penyerbu akan menyerbu wilayah suku musuh, menangkapi unta-unta, ternak dan barang-barang mereka, dengan tetap menjaga agar tak terjadi pertumpahan darah yang dapat menimbulkan vendetta (balas dendam). Madinah terletak di tempat yang cocok untuk menyerang karavan orang-orang Mekkah, yang seringkali hanya dijaga oleh beberapa pedagang, dalam perjalanan mereka dari dan ke Syiria. Pada tahun 623 Nabi Muhammad mengirim dua kelompok penyerbu dari kaum Muhajirin untuk menyerang karavan. Dia tidak pergi sendiri pada mulanya, namun memercayakan ekspedisi itu pada Hamzah atau prajurit berpengalaman Ubaidah bin’ al Harits. Tak seorangpun di Arab diturunkan derajatnya oleh serangan-serangan ini, meskipun mereka mungkin terkejut bahwa ummat Muslim memiliki keberanian untuk menyerang saudara mereka yang berkuasa.

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: