Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Bab 6.04 Benda-benda Najis Dan Pembagian Najis

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

Najis ada banyak.

  • Darah, nanah, danur, susu binatang yang tidak boleh dimakan, arak (tiap-tiap cairan yang memabukkan tidak termasuk yang beku atau keras), anjing, babi dan segala bangkai semuanya najis kecuali bangkai manusia, ikan dan belalang.

Najis terbagi menjadi tiga yaitu:
1. Najis Mukhaffafah:
Najis yang ringan yaitu air kencing anak lak -laki di bawah umur dua tahun yang belum makan makanan kecuali menghisap susu ibu saja. Cara menyucikannya cukup dengan dipercikkan air saja pada tempat kencing itu.
2. Najis Mughallazah:
Najis yang berat yaitu anjing, babi dan keturinan kedua-duanya. Jika seseorang terkena anggota binatang tersebut dalam keadaan basah wajib disucikan dengan disamak. Cara menyucikannya ialah dengan dicuci tujuh kali dengan air mutlak dan salah satunya hendaklah dengan air tanah.
3. Najis Mutawassitah:
Najis pertengahan yaitu selain najis mukhaffafah dan najis mughallazah. Cara menyucikannya jika ada ain, hendaklah dihilangkan ainnya itu dan segala sifatnya yaitu rasanya, baunya dan warnanya. Jika setelah dicuci didapati masih tidak hilang rasanya seperti kesat, hendaklah dicuci lagi hingga hilang rasa itu. Setelah itu jika tidak hilang juga, ia dimaafkan. Jika bau atau wama najis itu masih tidak hilang setelah dicuci dan digosok tiga kali, hukumnya adalah dimaafkan. Jika najis itu sudah tidak ada lagi ainnya dan tidak ada lagi sifatnya seperti air kencing yang sudah kering pada kain dan hilang sifatnya, cukuplah dengan dicucuri air pada tempat yang terkena najis itu (najis hukmi).
Arak apabila telah menjadi cuka dengan sendirinya maka hukumnya suci dengan syarat tidak dimasukkan benda lain di dalam tempat pemeramannya.

PERINGATAN

1. Cara mencuci tiap-tiap yang terkena najis yang diiktirafkan oleh syariat ialah dengan cara dialirkan atau dijiruskan air yang suci (air mutlak) ke atas benda yang dicuci meskipun sekali saja. Jika tidak dibuat begitu, seperti dicelupkan benda yang kena najis itu ke dalam air yang sedikit seperti dalam basin atau periuk yang telah ada air di dalamnya walaupun air itu mutlak, hukumnya tidak suci walaupun beberapa kali celup sekalipun. Hal ini harus diambil perhatian karena banyak berlaku di rumah makan-rumah makan, orang mencuci daging dan ikan dengan dicelup-celupkan saja. Kecuali kalau dicelupkan ke dalam air yang lebih dari dua kolah.

2. Satu cara lagi ialah dengan mengubah najis aini menjadi najis hukmi (atau najis yang telah hilang bau, rasa dan warna). Kaedahnya adalah seperti berikut:

a. Buangkan sisa najis dahulu.
b. Lapkan kawasan najis.
c. Biarkan beberapa han sehingga ia berubah menjadi najis hukmi yaitu dengan cara ia kering sendiri, diletakkan di bawah kipas angin atau dijemur.
d. Kemudian baru lalukan air ke atasnya sekali atau dilap dengan kain basah.

 

Artikel ini adalah bagian dari buku Panduan Wanita Solehah yang berisi panduan-panduan untuk wanita soleh dari  Abuya Syeikh Ashaari bin Muhammad At Tamimi

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: