Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Bab 6.03 Najis Dan Cara Menyucikannya

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

  1. Setiap benda yang cair atau lembut yang keluar dari dubur atau qubul hukumnya najis kecuali mani baik itu mani manusia atau binatang. Ini tidak termasuk mani anjing dan babi atau keturunan dari keduanya.
  2. Bagi benda yang keras seperti biji, cacing tidaklah najis. Cuma apabila terkena najis harus dibersihkan. Sebagai contoh biji guli yang keluar dari dubur seorang anak-anak yang tertelannya, tidaklah najis setelah dicuci dapat disimpan. Berbeda dengan batu karang yang keluar dari orang berpenyakit kencing manis, ia adalah najis sebab batu itu terjadi dari air kencing, bukan ditelannya.
  3. Benda yang keluar dari lubang yang lain selain dubur atau qubul hukumnya suci kecuali muntah dan air liur basi yang keluar dari dalam tembuni makanan yang warnanya kuning dan berbau busuk. Kedua-duanya najis.
  4. Ain najis tidak boleh disucikan. Yang boleh disucikan ialah sesuatu yang terkena najis (mutannajis).

 

Artikel ini adalah bagian dari buku Panduan Wanita Solehah yang berisi panduan-panduan untuk wanita soleh dari  Abuya Syeikh Ashaari bin Muhammad At Tamimi

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: