Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Bab 4.01 Adab Wanita Keluar Rumah

Posted by Aliey Faizal pada 16 Juni 2012

  1. Seorang wanita boleh keluar rumah seandainya ia mempunyai suatu hajat yang amat perlu yang dibolehkankan oleh syariat. Contohnya:
    • Menuntut ilmu fardhu ain seandainya ibu bapa atau suami atau penjaganya tidak mempunyai waktu atau tidak mempunyai kemampuan untuk mengajamya.
    • Menziarahi kaum kerabat, sanak-saudara, tetangga ataupun sahabat.
    • Keluar mencari nafkah yang halal disebabkan wanita itu sebatang kara atau keadaannya miskin atau penjaganya sakit atau cacat.
    • Untuk menjadi saksi. Rasulullah SAW bersabda, artinya:
      “Sesungguhnya telah diijinkan Allah bagimu (yakni wanita)keluar rumah sesuatu hajatmu (yang sebenar, yang tidak ada maksiat).” (Riwayat Bukhari)
  2. Keluar dengan berdoa meminta perlindungan dari fitnah dan gangguan manusia serta syaitan: Maksudnya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya upaya melainkan dengan pertolongan-Nya.”
  3. Apabila tempat tujuan kurang dari dua marhalah (48 batu) wanita dapat ditemani oleh kanak-kanak. Apabila perjalanan lebih jauh dari itu, hendaklah wanita itu ditemani oleh muhramnya.
  4. Hendaklah menutup aurat supaya:
    1. Mudah dikenali bahwa ia adalah wanita beriman.
    2. Tidak ada gangguan.
    3. Mendapat keampunan Allah.
      Ini tersimpul dalam firman Allah yang maksudnya “Wahai Nabi,katakanlah kepada isteri-isterimu dan anak-anakmu dan juga wanita-wanita yang beriman agar mereka menjatuhkan (melabuhkan) jilbab ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu adalah sebaik-baik cara supaya mereka dikenali, maka mereka tidak akan diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (Al-Ahzab : 59)
  5. Hindarkan berjalan di jalan besar yang penuh dengan orang ramai
  6. Jangan menampakkan perhiasan diri (seperti rantai, gelang dan sebagainya) atau menghentakkan kaki untuk membunyikan perhiasan (seperti gelang kaki atau sepatu dengan hak keras).
  7. Berjalanlah dengan sopan. Hindarkan dari banyak bersenda gurau di jalanan.
  8. Jangan memakai wangi-wangian karena ia membangkitkan nafsu laki-laki. Jika memakainya, jangan terlalu banyak, cukuplah sekadar tidak berbau busuk.
  9. Tundukkan pandangan dan kekalkan selalu. Jangan sekali kali bertegur sapa atau melayan laki-laki yang bukan muhram.
  10. Meminta keampunan kepada Allah di sepanjang perjalanan.

 

Artikel ini adalah bagian dari buku Panduan Wanita Solehah yang berisi panduan-panduan untuk wanita soleh dari  Abuya Syeikh Ashaari bin Muhammad At Tamimi

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: