Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Abu Muaz Al-Kuwaiti

Posted by Aliey Faizal pada 15 Juni 2012

ABU MUAZ AL-KUWAITI

Abu Muaz Al-Kuwaiti (Adil Al-Ghanim), berasal dari Kuwait. Komandan Mujahidin Asing. Syahid dalam operasi Miracle pada tanggal 21 Juli 1995, sebuah operasi militer yang dilakukan untuk merebut kembali wilayah Muslim yang dirampas tentara Serbia.

Berumur akhir dua puluh. Kisah dari orang pertama. Abu Muaz adalah anak seorang gubernur di Kuwait. Ia juga seorang atlet nasional Kuwait. Ia memegang rekor nasional Kuwait dan pernah mengikuti Olimpiade. Abu Muaz mengikuti jihad di Afghanistan selama enam tahun. Dalam masa itu, setiap beberapa bulan ia kembali ke Kuwait untuk menggalang dana dan kesadaran kaum muslimin tentang Jihad di Afghanistan. Ia berkeliling ke masjid-masjid di Kuwait, dan berdiri memberikan ceramah seusai shalat berjamaah, untuk mengingatkan mereka tentang kewajiban membantu saudarasaudara seiman di Afghanistan.

Abu Muaz tiba di Bosnia pada 04 Mei 1994 dan segera dipercaya menjadi komandan mujahidin asing, karena pengalaman militer dan organisasinya selama jihad di Afghanistan. Ia seorang mujahid yang sangat tawadhu. Dalam Operation Miracle di bulan Juli 1995, karena posisinya yang senior, Abu Muaz tidak ditempatkan dalam regu penyerbu. Hal ini membuatnya sangat sedih.

Setelah operasi ini selesai, Abu Muaz pergi ke puncak gunung dan mengkonsolidasi pasukannya. Ia kemudian terkena tembakan di kakinya dan gugur sebagai syuhada. Empat hari kemudian, seorang mujahid yang berasal dari Madinah Al-Munawarrah yang juga berjihad di Bosnia melihatnya di dalam mimpi. Ia melihat Abu-Muaz kembali ke masjid di dalam kamp mujahidin di garis depan.

Mujahid itu menuturkan,

“Saya melihat Abu-Muaz bertemu dengan para mujahidin, semua orang tampak gembira bertemu kembali dengannya. Tampak kaki bagian atasnya dibalut, tepat dimana ia tertembak. Saya merasa kesal, bagaimana mungkin ia berada di sini jika ia seharusnya syahid? Maka saya dekati dia, kemudian saya bersalaman dengannya dan bertanya, ‘Abu-Muaz, mengapa engkau di sini? Apakah engkau syahid atau tidak?’

Ia berpaling dan tidak mengatakan apa-apa. Kemudian, saat tidak ada yang melihatnya, ia segera menuju ke pintu keluar masjid. Saya tahu dia akan keluar dan pergi, jadi saya menunggunya di pintu keluar masjid. Ia meninggalkan masjid dan pergi keluar. Kemudian saya melihat sebuah lempengan di bawahnya yang mengangkatnya naik ke arah langit. Saya kemudian mengejarnya, menangkap kakinya dan berkata,

‘Abu-Muaz! Saya mohon beritahu saya apa yang terjadi! mengapa engkau di sini? Apakah engkau
syahid atau tidak?’
Ia menjawab, ‘Ya, saya syahid.’
Saya bertanya padanya, ‘Seperti apa mati syahid itu?’
Ia menjawab, ‘Pada hari operasi itu, sebuah jendela terbuka di langit menuju surga dan semua
mujahidin yang akan syahid pada hari itu pergi melalui jendela itu langsung menuju surga.’
Saya kemudian bertanya, ‘Bagaimana rasanya mati syahid?’
Ia menjawab,’Engkau tidak merasakan apapun. Begitu engkau mati, muncul dua gadis cantik
berambut pirang yang mengantar engkau ke surga.’
Aku bertanya, ‘Seperti apa surga itu?’
Abu-Muaz menjawab, ‘Bukan cuma satu surga, tapi banyak surga! ‘
Saya bertanya lagi, ‘Bagaimana dengan kenikmatan dan kesenangannya?’
Ia menjawab, ‘Setiap hari dan di setiap tempat.’ Abu-Muaz kemudian berkata, ‘Sekarang lepaskanlah aku.’ Maka saya kemudian bertanya pada Abu-Muaz, ‘Satu pertanyaan terakhir, dapatkah engkau memberitahu saya, apakah saya akan mati syahid?’

Abu-Muaz mengatakan, ‘Saya tidak dapat mengatakannya padamu’ Maka saya kemudian bertanya, ‘Dapatkah engkau memberitahu saya, dengan datang dalam mimpiku beberapa hari sebelum saya mati?’ dan Abu-Muaz menjawab, ‘Saya akan mencoba. Sekarang lepaskanlah saya.’

Seorang mujahid lainnya yang mengenal Abu Muaz dengan dekat menceritakan:

“Ia seorang yang sangat kaya di Kuwait, namun masih mengingat kewajibannya terhadap Jihad. Ia menghabiskan enam tahun di Afghanistan dan setelah perang Afghanistan selesai, ia datang ke Bosnia. Saudaraku ini berbicara sangat singkat, namun jika ia bicara, ia akan memberikan pelajaran tentang Islam dan berita akan apa yang terjadi di Bosnia. Dan bila ia berbicara, ia membuatmu merasa senang. Bahkan jika berita itu berita yang paling buruk sekalipun, ia membuatmu merasa senang mendengarnya. Karena akhlak baiknya dan pengalaman organisasionalnya, para ikhwan mujahidin memilihnya menjadi komandan seksi mujahidin asing.

Sebuah nikmat yang Allah berikan padanya adalah tafsir mimpi. Para mujahidin biasa bertanya tentang mimpi mereka padanya dan ia akan menjelaskan artinya, dan sangat sering penjelasannya sesuai dengan kenyataan. Saudaraku ini bekerja siang dan malam untuk Islam dan saudara-saudara mujahidin lainnya. Dan pada operasi Miracle Allah mengambilnya sebagai seorang syahid. ”

Ketika masih hidup, Abu Muaz pernah bercanda, ‘Jika saya mati, jika Allah menerima saya sebagai syuhada, ambillah gambar wajah saya dari kiri ke kanan, agar orang-orang dapat melihat apakah ini wajah seorang Arab atau bukan!’ Ia mengatakan ini untuk menjawab orang-orang yang membantah adanya kehadiran mujahidin asing di Bosnia. Nyawanya meninggalkan tubuhnya dengan sebuah senyum khas di wajahnya dan video kamera mengambil gambar wajahnya dari berbagai sudut, sebagai bukti akan dua hal:

(i) bahwa ini adalah seorang mujahid asing yang bukan berasal dari Bosnia dan

(ii) untuk menunjukkan bahwa sebagian mujahidin syahid dengan senyum di wajah mereka. Semoga Allah menjadikan engkau tetap tersenyum, wahai Abu Muaz, dan mengangkatmu bersama barisan para Nabi dan para mujahidin yang syahid sebelummu. Amin.

“Sesungguhnya tetesan darah yang pertama kali tercucur dari salah seorang di antara kalian, menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosanya oleh Allah, sebagaimana Dia merontokkan dedaunan dari dahan pepohonan, dan dua orang bidadari bergegas menyongsongnya, serta mengusap debu yang menempel di wajahnya, keduanya berkata,’Selamat datang bagimu.’ Dan dia pun menjawab,’Selamat datang bagi kalian berdua.“ (Hadits Riwayat al-Bazzar dan Thabrani)

„Dari Abu Hurairah ra, dia berkata : disebutkan perihal orang yang mati syahid dari Nabi SAW, beliau berkata : Bumi tidak Bumi tidak akan kering dari darah syahid sehingga dua orang istri bergegas menyongsongnya, seolah-olah mereka seperti dua ekor burung yang baru disapih dalam sarangnya di suatu bumi, dan di tangan mereka masing-masing daripadanya ada pakaian yang nilainya lebih baik daripada dunia dan seisinya.“ (Hadits Riwayat Ibnu Majah)

 

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: