Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Abu Khalid Al-Qatary

Posted by Aliey Faizal pada 15 Juni 2012

ABU KHALID AL-QATARI

Abu Khalid Al-Qatari, dari Qatar. Syahid ketika diserang pasukan Kroasia di Bosnia pada tahun 1993. Berumur pertengahan dua puluhan.

Kisah dari orang pertama. Seorang pemain bola tangan, ia adalah anggota tim nasional bola tangan Qatar. Ia datang ke Bosnia pada akhir 1992. Abu Khalid menyukai tugas jaga (ribath), ia biasa mengambil tugas jaga double shift selama empat jam di tengah cuaca yang dingin. Abu Khalid seorang mujahid yang sangat tawadhu dan shalih. Kulitnya hitam karena ia keturunan negro, namun para mujahidin melihat nur (cahaya) pada wajahnya. Ada dua buah tanda bekas sujud di keningnya akibat lamanya ia bersujud dalam shalat malamnya yang panjang.

Suatu hari ia pernah ditanya, “Kapan engkau akan kembali ke negaramu, Abu Khalid?” Abu Khalid menjawab, “Saya ingin syahid di sini.” Abu Khalid pernah berkata pada seorang mujahid, “Dulu ketika di Qatar, saya telah membeli pakaian tempur untuk pergi dan berperang di Afghanistan, tetapi ibu saya mencegah kepergian saya. Tetapi insya-Allah, kali ini, dengan pakaian tempur yang sama, saya akan syahid di Bosnia.” Sebelum sebuah operasi melawan Kroasia, saat menerima pembagian kelompok oleh Amir, ia berbisik pada seorang mujahid di sampingnya, “Insya-Alllah, kali ini ALLAH akan mengambil saya menjadi seorang syahid.”

Kemudian ia melakukan perjalanan dengan mobil bersama lima orang mujahidin lainnya, salah satunya adalah Wahiuddin al-Misri, Amir Mujahidin (semoga Allah meridhainya). Mereka tersesat dan masuk sejauh 7 kilometer ke dalam wilayah musuh.

Pasukan Kroasia menembaki mereka dengan senjata anti pesawat hingga mobil mereka terpental 6 meter ke udara. Semua mujahidin di dalamnya keluar dan bertempur hingga syahid. Dua bulan kemudian, saat jenazah mereka dikembalikan, para mujahidin dapat mengenali mereka, kecuali jenazah Abu Khalid Al-Qatari. Jenderal Bosnia yang mengantarkan para jenazah mengeluarkan jenazah yang terakhir, jenazah itu berkulit putih dan wajahnya juga berwarna putih. “Ini saudara kalian yang terakhir.” Para mujahidin mengatakan, “Ini bukan saudara kami, saudara kami punya kulit yang hitam.”

Kemudian para mujahidin memeriksa lebih lanjut jenazah itu. Mereka membuka bajunya dan menemukan bahwa dari bagian leher ke bawah, kulit jenazah itu berwarna hitam. Kemudian mereka membuka lengan bajunya dan menemukan bahwa dari siku ke atas, kulit jenazah itu berwarna hitam, sedangkan pada bagian lengan dan tangannya berwarna putih. Kemudian mereka menggulung celana panjangnya, dan menemukan bahwa kakinya berkulit putih, namun dari tumit ke atas berwarna hitam.

Salah satu mujahid yang menyaksikan berkomentar, bahwa sesuai dengan hadits Rasulullah SAW tentang ciri-ciri orang beriman pada hari kiamat ialah bahwa anggota tubuh mereka yang dibasuh air wudhu akan bercahaya. Demikianlah yang terjadi pada jenazah Abu Khalid al-Qatari, semoga Allah SWT menerimanya di antara para syuhada. “Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada Hari Kiamat dalam keadaan bercahaya wajahnya dan amat putih bersih tubuhnya oleh sebab bekas-bekas wudhu. Oleh itu, barang siapa di antara kamu hendak memperpanjangkannya (menambah cahaya), maka baiklah dia melakukannya dengan sempurna.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

 

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: