Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Variasi Bacaan al-Qur’an

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

Variasi Bacaan al-Qur’an.

Sejak masa diturunkan al-Qur’an variasi bacaan sudah ada bahkan Rasulullah sendiri menyatakan hal itu. Namun demikian bukan berarti umat Muslim boleh membaca seenaknya sesuai dialek dan kemauan mereka. Variasi bacaan tersebut telah ditetapkan sejak masa Rasulullah sehingga umat Muslim mendapatkan keleluasaan dalam memahami teks al-Qur’an dengan tetap memperhatikan bacaan yang sudah di akui kebenarannya oleh Rasulullah sendiri. Hal ini dapat kita lihat dalam riwayat berikut ini :

Pertama :

…dari Ubay bin Ka’b mengatakan : Rasulullah bertemu dengan Jibril, maka beliau berkata : “Wahai Jibril seszrngguhnya saya diutus kepada umat yang buta huruf, diantara mereka ada orang-orang tua dan sudah udzur, anak­anak, wanita hamba sahaya, serta orang-orang yang tidak pernah membaca buku sama sekali”, Jibril berkata: “Wahai Muhammad sesungguhnya al-Qur’an itu diturunkan atas tujuh macam huruf. 54

Kedua :

Berkata kepada kami Abdullah bin Yusuf, Malik mengabarkan kepada kami dari ibnu Syihab dari Urwah bin Zubair dari Abdurrahman bin Abdin al-qory, bahwa ia berkata : Saya mendengar Umar bin Khattab mengatakan : Saya mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surat al-Furqon dengan (bacaan) selain yang kubaca sedang Rasulullah Saw. telah membacakan (mengajarkan surat itu) kepada saya, saya hampir keburu (menegaskan masalah ini) kepadanya kemudian saya tunda sebentarsampai ia pulang, kemudian aku memanggilnya dan membawanya kehadapan Rasulullah Saw, maka saya mengatakan : Saya mendengar (hisyam) ini membaca dengan selain bacaan yang engkau ajarkan kepadaku, maka beliau mengatakan kepadaku : “Bawa ia (kepadaku) “kemudian berkata kepadanya : “Bacalah”maka ia segera membaca (dan Rasulullah) mengatakan : “Seperti inilah diturunkan”, kemudian beliau berkata kepadaku : “Bacalah” maka saya membaca (dan Rasulullah) mengatakan: “Seperti inilah diturunkan, sesungguhnya al­Qur’an itu diturunkan dengan tujuh macam huruf, maka bacalah al-Qur’an dengan (bacaan) yang mudah (bagimu). 55

Dari kedua riwayat hadits di atas kita mengetahui bahwa variasi bacaan diterima Rasulullah lewat Jibril. Tujuh macam bacaan itu kemudian diajarkan kepada para sahabat, yang sekarang kita kenal sebagai “Qiraat Sab’ah” (tujuh macam bacaan). Tujuh macam cara baca itupun telah turun temurun dibacakan hingga sampai kepada kita sekarang ini. Sanad yang diterima oleh para penghafal Qur’an juga merujuk kepada salah satu dari ketujuh macam bacaan tersebut melalui sahabat yang langsung mendapatkan bacaan itu dari Rasulullah.

Dalam mengkaji masalah ini Robert morey masih menggunakan kacamata tradisi Kristen,56 sehingga adanya varian dalam Qur’an disamakan dengan varian dalam Injil. Padahal kenyataannya sangat berbeda, seperti berikut ini :

  • Varian dalam al-Qur’an yang kita kenal dengan tujuh macam cara baca, telah diperbolehkan oleh Rasulullah, dan hanya terbatas sesuai yang telah diajarkannya. Selanjutnya umat Islam tidak ada yang berani membaca dengan selain yang diajarkan olehnya. Perbedaan cara baca itu pun tidak melahirkan suatu pertentangan makna sehingga merubah subtansi ajaran yang pokok yaitu Tauhid. Justru perbedaan bacaan itu memberikan keleluasaan makna yang pada gilirannya memberikan keleluasaan pada umat Muslim dalam menjalankan ibadah clan mengatur kehidupannya. Tapi tidak menyangkut masalah pokok seperti Tauhid.
  • Tidak demikian dengan pemahaman yang ada dalam tradisi kristen. Varian yang ada dalam bibel adalah perbedaan isi yang terjadi karena pengubahan pada setiap edisi pencetakan. Contoh di bawah ini mungkin akan memperjelas pandangan kita:

– Dalam Bibel yang diterbitkan oleh The Gedeons, tahun 1976, dalam Imamat pasal 11 ayat 7 :

…, dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya berbelah dua, ia itu bersiratan kukun’ya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haramlah ia kepadamu.

Dalam Bibel yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta tahun 1999, dalam imamat pasal 11 ayat 7 :

…, dan lagi babi hutan, karena sungguhpun kukunya berbelah dua, ia itu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haramlah ia kepadamu.

 

Tradisi kristen tidak mengenal istilah “Terjemah” yang ada adalah Injil bahasa Indonesia, Injil bahasa Inggris, dan lain-lain. Maka pengaruh Injil tahun 1976, akan berbeda dengan pengaruh Injil tahun 1999 -itupun jika berpengaruh-. Umat kristen – anggota jemaat- tidak bisa langsung merujuk kepada teks tertuanya seperti yang dilakukan oleh umat Islam. Sebagai gambaran, umat Katolik di Indonesia baru diperbolehkan membuka Injil pada tahun 1980, itupun setelah beberapa isi yang tidak bisa dinalar telah dihapuskan. Sebelum itu mereka hanya mendapatkan buku semacam buku ajar yang berupa tanya jawab masalah agama. Kini terbitan taliun 1999 itu dipakai baik oleh Protestan maupun Katolik.

Satu hal yang perlu dipertegas bahwa masalah Qira’ah sab’ah bukanlah hal yang ditutupi dalam khazanah keilmuan Islam, apalagi Rasulullah telah menetapkan adanya ketujuh macam bacaan itu. Untuk mendapatkan al-Qur’an dengan ketujuh macam bacaan tersebut anda tidak perlu susah-susah mencari teks-teks kuno di perpustakaan seperti orang yang mencari teks-teks yang seakan-akan disembunyikan-, anda cukup pergi ke toko buku, karena sudah terjual bebas. Kami pernah dapatkan di salah satu toko buku di Makkah-Arab Saudi.


NOTES

54 Sunan Ibnu Majah, kitab al-qiraat `an rasulillah. Menurut Abu Isa ini adalah hadits hasan shahih.

55.Shahih Bukhari.

56 Sunan Ibnu Majah, kitab al-qiraat `an rasulillah

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: