Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Sanad Qiraat al-Qur’an

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

Sanad Qiraat al-Qur’an

Untuk melengkapi pembahasan tentang otentisitas al­Qur’an ini, maka kami sertakan salah satu sanad yang ada di Indonesia. Yaitu milik pengasuh PP Al-Munawwariyyah Sudimoro-Bululawang-Malang.

Riwayat Hafsh dari ‘Ashim.

  1. H. Muhammad Maftuh Sa’id Malang.

  2. Dari Ayahnya H. Muhammad Sa’id Mu’in Gresik.

  3. Dari Gurunya Kyai Munawwar Sedayu Gresik.

  4. Dari Syekh Abdul Karim bin Umar al-Bari al-Dimyathy.

  5. Dari Syekh Ismail.

  6. Dari Syekh Ahmad Rasyidi.

  7. Dari Syekh Mushthafa al-Azmiry.

  8. Dari Syekh Hijazy.

  9. Dari Syekh Ali bin Sulaiman al-Manshury.

  10. Dari Syekh Shulthon al-Mazhy.

  11. Dari Syekh Saifuddin bin Atho’illah al-Fudloily.

  12. Dari Syekh Syahadzah al Yamany.

  13. Dari Syekh Nashiruddin al-Thoblawy.

  14. Dari Syekh Zakaria al-Anshory.

  15. Dari Syekh Ahmad as-Shuyuthy.

  16. Dari Syekh Muhammad al-Jazry.

  17. Dari Syekh al-Imam Abi Abdillah Muhammad bin Khaliq al-Mashri as-Syafi’I

  18. Dari Syekh al-Imam Abi al-Hasan bin Syuja’ bin Salim bin Ali bin Musa al-Abbas al-Mashry.

  19. Dari Syekh al-Imam Abi al-Qashim as-Syathiby.

  20. Dari Syekh al-Imam Abi al-Hasan bin Hudzail.

  21. Dari Syekh al-Imam bin Daud bin Sulaiman bin Naijah.

  22. Dari Syekh al-Imam al-Hafidz Abi Umar al-Dany.

  23. Dari Syekh al-Imam Abi al-Hasan al-Ashnany.

  24. Dari Syekh al-Imam Ubaidillah as-Sibagh.

  25. Dari Syekh al-Imam Hafsh.

  26. Dari Syekh al-Imam Ashim.

  27. Dari Syekh al-Imam Abdurrahman as-Sullamy.

  28. Dari Shahabat Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit Utsman bin Affan, Ubay bin Ka’b.

  29. Dari Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam.

Sanad di atas dari KH. Muhammad Maftuh Sa’id. Dibandingkan dengan sanad lain yang kami kumpulkan sanad ini yang paling ringkas jalurnya, di mana nama-nama Qurra’ yang asal Indonesia hanya tiga di depan. Tradisi penyampaian qiraat masih mengikuti pendahulunya, di mana ayat-perayat dibacakan berikut waqaf (tempat berhenti membaca) harus dihafal para santri yang menghafalkan al-Qur’an. Apalagi harakat dan huruf.

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: