Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Puasa

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

IV. SYARI’AT ISLAM
Kalian tiada berarti sebelum

menjalankan Taurat dan Injil

Puasa

 

Selain shalat, puasa juga mendapatkan porsinya untul: dihujat oleh Dr. Robert Morey dengan menyebutkan bahwa shalat dan puasa paruh hari adalah ritual-ritual para penyembah berhala9. Dan sebagaimana shalat maka puasa sebenarnya diajarkan para nabi-nabi bangsa Israel, sebagaimana ajaran Musa dan Isa berikut ini:

Dalam Taurat kitab Imamat disebutkan :

Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa ….(Imamat 16:29).

Dalam Injil disebutkan:

‘Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang murtafik….. ” (Matius 6:16-18).

Mereka (para nabi) juga melakukan uzlah (menyepi) dengan berpuasa sebelum akhirnya mendapatkan wahyu; nabi Musa melakukan uzlah di Sinai selama 40 hari dengan berpuasa,10nabi Isa melakukannya di padang gurun juga dengan berpuasa 40 hari11, dan Rasulullah pun melakukan hal yang sama di gua Hira’ 12 dengan jumlah puasa yang sama 40 hari. Uzlah banyak dilakukan oleh para salik (pencari Tuhan) hingga hari ini.

Puasa yang dilakulan oleh Yesus, sebagaimana tertulis dalam injil Matius 4:2, tidak makan dan minum siang dan malam ‘Sehari penuh-, sementara yang diajarkan oleh Rasulullah adalah paruh hari. Perbedaan semacam ini adalah naif jika kemudian diartikan oleh Dr. Robert Morey bahwa Rasulullah mengadopsi ritual pagan. Sebab seperti yang dinyatakan Allah dalam al­-Qur’an, bahwa masing-masing umat diberi syariat serta jalan

sendiri-sendiri13. Maka pertanyaan yang paling logis adalah; sejauh mana masing-masing umat dapat menjalankan syariat itu dengan benar, tanpa mengurangi apalagi mencampurkan kebatilan di dalamnya.

Hikmah puasa amatlah banyak, dalam kehidupan kita sehari-hari kita dapat merasakan bagaimana suasana puasa Ramadlan -misalnya di Indonesia-, kehidupan tentram lebih terasa karena mayoritas muslim yang berpuasa berusaha menahan hawa nafsunya, termasuk dalam dunia politik yang sering memanas akhir-akhir ini.

NOTES

9. Ulangan 9:9.

10. Matius 4:2.

11. Gua kecil di bukit dekat Makkah.
12. Al-Maidah 48.

13. Robert Morey, Op. cit., hal 30.

Artikel Terkait :

Iklan

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: