Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Mukjizat

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

Mukjizat

Kita mengetahui dari al-Qur’an bagaimana para nabi terdahulu dalam penyebaran dakwahnya dibekali oleh hal-hal yang supranatural. Seperti perahu Nuh, Tongkat Nabi Musa, Menghidupkan orang mati dll. Tidak disangkal bahwa hal-hal seperti itu adalah adikudrati, sebagaimana diutarakan oleh Dr. Robert Morey dalam membanggakan nabi Isa.15Umat muslim juga berpendapat sama bahwa itu adikudrati yang diberikan oleh Allah. Umat muslim juga ikut bangga bahkan cerita itu seringkali disampaikan pada anak-anak sejak masih kecil. Namun kemudian jika hal itu ditujukan untuk menyatakan bahwa ajaran Islam tidak valid karena mukjizat umat muslim yang berupa al-Qur’an kalah dibanding mukjizat nabi-nabi sebelumnya tentu saja tidak benar. Pernyataan Dr. Robert Morey ini mirip dengan cerita anak kecil yang mengunggulkan siapa dan apa saja yang disukai.

Secara jujur, mukjizat Yesus, hanya terjadi pada masa kenabiannya. Dan hal itu tidak bisa difungsikan pada masa sekarang. Namun al-Qur’an yang diturunkan 14 abad lalu masih ada dan masih menjalankan fungsinya. Anda bisa melihat bagaimana Islam masuk Eropa dan Amerika, apakah dengan menghidupkan orang mati? atau membelah laut dengan tongkat Musa? tentu saja tidak. Islam masuk Amerika dan Eropa karena ajaran al-Qur’an yang bersifat logis, setiap penyajiannya disertai dengan dalil-dalil, bahkan berisi isyarat Ilmu pengetahuan yang sedang menjadi symbol masa sekarang. Dan karena kebesaran al-Qur’an itulah buku Islamic Invasion ditulis, coba perhatikan judulnya : THE ISLAMIC INVASION Confronting the World’s Fastest Growing Religion. Tidakkah judul itu ditulis untuk membuktikan kehebatan al-Qur’an yang mampu menembus jantung Eropa dan Amerika hingga menjadikan agama Islam menjadi agama yang paling cepat perkembangannya?.

Justru seiring perkembangan pemikiran manusia, di mana manusia modern menginginkan sesuatu yang logis, maka hal-hal yang bersifat adikudrati dianggap hanya sebatas legenda yang diceritakan kepada anak-anak kecil ketika hendak tidur. ya..itulah manusia, selalu punya alasan untuk menolak. Masyarakat modern menghendaki bukti empiris yang logis, bukan hal yang tidak bisa dicerna akal. Otoritas gereja sekarang tidak akan bisa memaksa seorang ilmuan untuk mengimani TRINITAS dengan menceritakan mukjizat para nabi terdahulu. Begitu juga ciri penyampain logis dalam al-Qur’an, mungkin tidak akan efektif pada masa Musa dan Isa. Sebab pemikiran manusia pada 4000 tahun yang lalu jelas berbeda dengan sekarang. Berikut ini pengakuan dari Nazmi Luke seorang pendeta Mesir yang dinukil oleh Dr. Quraish Shihab dalam Mu’jizat al-Qur’an sebagai berikut :

 

“Tidak dapat disangka! bahwa menghidupkan orang mati, mengembalikan penglihatan orany buta, dan lain-lain merupakan hal-hal yang bernilai agung. Akan tetapi, itu sernua tidak akan berarti sarna sekali apabila ia dimaksudkan untuk membuktikan bahwa 2+2 = 9. Karena itu adalah wajar jika dipaparkan kepada rnanusia yang telah mencapai kedewasaannya bukti-bukti rasional dan logis”.16

Berikut ini akan kami ketengahkan bagaimana satu ayat al-Qur’an disertai satu hadits Nabi dapat merubah pandangan seorang Prof. Dr. Joe Leigh Simpson tentang agama. Dia adalah ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi serta Pakar molecular dan Genetika Manusia, Baylot College Medicine, Houston Amerika.

Itu terjadi pada pertemuan dan dialog yang diadakan dengan ilmuwan terkenal dalam bidang ilmu pengetahuan yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk menguji fakta ilmiah yang disebutkan di beberapa ayat al-Qur’an. Selain untuk menyorot fakta bahwa Agama Islam mendorong kemajuan Ilmu pengetahuan. Dialog tersebut diceritakan oleh Abdullah M. Rehaili sebagai berikut :

Ketika kami pertama kali bertemu dengannya, Prof. Simpson menuntut pembuktian al-Quran dan Sunnah. Akan tetapi, kami sanggup menghilangkan kecurigaannya. Kami menunjukkan kepadanya sebualt naskah garis besar perkembangan embrio. Kam; membuktikan kepadanya bahwa al-Quran menjelaskan kepada kita bahwa turunan atau hereditas dan sifat atau kromosom yang tersusun hanya bisa terjadi setelah perpaduan yang berhasil antara sperma dan ovum. Sebagaimana yang kita ketahui, kromosom-kromosom ini berisi semua sifat-sifat baru manusia yang akan menjadi mata, kulit, rambut dan lain-lain.
Oleh karena itu, beberapa sifat manusia yang tersusun itu ditemukan oleh kromosomnya. Kromosom­kromosom ini mulai terbentuk sebagai permulaan pada tingkatan nutfah dari perkembangan embrio. Dengan kata lain, ciri khas manusia baru terbentuk sejal: tingkatan nutfah yang paling awal. Allah Yang Maha agung dan Yang Maha Mulia berfiman di dalam Al­-Quran :

 

“Celakalah kiranya manusia itu ! Alarngkah ingkarnya (Kepada Tuhan). Dari apakah dia diciptakan ? Dari setetes air mani. (Tuhan) menciptakannya dan menentukan ukuran yang sepadan dengannya. (QS Abassa: 17-19)

Selama empat puluh hari pertama kehamilan, semua bagian dan organ tubuh telah sempurna atau lengkap, terbentuk secara berurutan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada kita di dalam hadistnya : “Setiap dari kamu, semua komponen penciptamu terkumpul dalam rahim ibumu selam empat puluh hari.”

Di dalam hadist lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

 

“Ketika setetes nutfah telah melewati 42 malam, Allah menyuruh seorang malaikat ke rahim perempuan, yang berkata : ‘Ya Tuhan! Ini laki-laki atau perempuan? Dan Tuhanrmu memutuskan apa yang Dia kehendaki. “

Profesor Simpson mempelajari dua hadist ini intensif, yang mencatat bahwa empat puluh hari pertama itu terdapat tingkatan yang dapat dibedakan secara jelas atau embriogenesis. Secara khusus, Dia dibuat kagum dengan penelitian yang mutlak dan keakuratan kedua hadist tersebut. Kemudian dalam salah satu konferensi yang dihadirinya, dia memberikan pendapat sebagai berikut :

“Dari kedua hadist yang telah tercatat dapat membuktikan kepada kita gambaran waktu secara spesifik perkembangan embrio sebelum 40 hari. Terlebih lagi, pendapat yang telah berulang-ulang dikemukakan pembicara yang lain pagi ini bahwa kedua hadist ini telah menghasilkan dasar pengetahuan ilmiah yang mana rekaman mereka sekarang ini didapatkan”.

Profesor Simpson mengatakan bahwa agama dapat menjadi petunjuk yang baik untuk pencarian ilmu pengetahuan. Ilmuwan Barat telah menolak hal ini. Seorang ilmuwan Amerika mengatakan bahwa agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Dengan analogi jika Anda pergi ke suatu pabrik dan Anda berpedoman pada mengoperasilcan pabrik itu, kemudian Anda akan paham dengan mudah bermacam­macam pengoperasian yang berlangsung di pabrik itu. Jika Anda tidak memiliki pedoman ini, pasti tidak memiliki kesempatan untuk memahami secara baik versi proses tersebut.

Profesor Simpson berkata: “Saya pikir tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama, tetapi pada kenyataannya agama dapat menjadi petunjuk ilmu pengetahuan dengan tambahan wahyu ke beberapa pendekatan ilmiah yang tradisional. Ada kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid, yang mana al-Quran mendukung ilmu pengetahuan yang berasal dari Allah.”

Inilah kebenaran. Orang-orang Islam tentunya dapat memimpin dalam cara pencarian ilmu pengetahuan dan mereka dapat menyampaikan pengetahuan itu dalam status yang sesuai. Terlebih lagi orang Islam mengetahui bagaimana menggunakan pengetahuan itu sebagai bukti keberadaan Allah, Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia untuk menegaskan kerasulan Nabi Muhammad SAW.17

Ayat Al-Qur’an dan hadits tersebut disampaikan 14 abad yang lalu dimana bangsa Arab saat itu tidak memiliki ilmu pengetahuan modern. Mungkinkan seorang Muhammad yang disebut ummy (buta huruf) memiliki pengetahuan itu dari dirinya sendiri?. Tidakkah ini bukti kebenaran al-Qur’an? Ini hanya salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah yang bakal dipertontonkan dihadapan manusia, agar kembali kepada tauhid seperti yang dijanjikan oleh Allah Swt. dalam al-Qur’an sebagai berikut:

 

‘Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Qur’an ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Fushshilat: 53).

 

Tentang mukjizat Rasulullah yang lain akan kami bahas dalam bab Hadits.

NOTES

15. Robert Morey, ibid., hall52.

16. Nazmi Luke, Muhammad Ar-Rasul wa Ar-Risalah, dalam Dr. M. Quraish Shihab, Mukjizat Al-Qur’an, Mizan, th. 2001. hal. 39.

17. Abdullah M. Rehaili, Bukti kebenaran al-Qur’an, Padma, 2003. hal. 31-34.

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: