Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Kodifikasi II

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

Kodifikasi II (Upaya pewujudan mushaf Induk)

Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab masalah perbedaan dalam membaca Al-Qur’an belum merupakan hal yang mengkhawatirkan, walaupun begitu mereka telah mengantisipasinya dengan melakukan kodifikasi atas al­-Qur’an sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya. Namun setelah dua masa kepemimpinan, masalah tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran sehingga para sahabat segera mengambil tindakan seperti yang disebutkan pada riwayat berikut ini :

 

Berkata kepada kami Musa, berkata kepada kami Ibrahim, berkata kepada kami Ibnu Syihab bahwa Anas bin Malik mengatakan kepadanya: “Khudzaifah bin al-Yaman datang kepada Utsman, dan sebelumnya ia memerangi warga Syam dalam penaklukan Armenia dan Azarbaijan bersama warga Irak, maka terkejutlah Khudzaifah akan adanya perbedaan mereka dalam hal bacaan al-Qur’an, maka berkatalah Khudzaifah kepada Utsman: “Wahai pemimpin orang-orang yang beriman, beritahulah umat ini sebelum mereka berselisih dalam masalah kitab sebagaimana umat Yahudi dan Nasrani”, Utsman lantas berkirim surat kepada Hafshah : “Kirimkan kepada kami lembaran-lembaran untuk kami tulis dalarn mashahif (bentuk plural dari mushhaf -kumpulan lembaran dengan diapit dua kulit seperti buku-) kemudian kami kembalikan kepadamu”, Hafshah segera mengirimkannya kepada Utsman, maka Utsman segera memerintahkan Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Sa’id bin Ash, serta Abdurrahman bin al-Harits bin Hisyam untuk menyalinnya ke dalam mushhaf mushhaf, dan dia (Utsman) mengatakan kepada ketiga otoritas Quraisy tersebut di atas: Jika kalian berselisih dengan Zaid bin Tsabit tentang masalah Qur’an, maka tulislah dengan lesan Quraisy sebab al-Qur’an diturunkan dengan dialek mereka (Suku Quraisy), dan mereka melakukan hal itu, maka ketika mereka selesai menyalin lembaran-lembaran tersebut kedalam beberapa mushaf, Utsman segera mengembalikan lembaran-lembaran tersebut kepada Hafshah, (Utsman) kemudian mengirim ke tiap tempat satu mushaf yang telah mereka salin, dan memerintahkan agar selain mushaf tersebut entah berupa lembaran (sahifah) atau sudah berupa mushaf untuk dibakar.37

Pada masa itu tulisan Arab (kaligrafi Arab) masih belum berharakat dan bertitik seperti yang kita jumpai saat ini, perbedaan harakat dan panjang pendek bacaan akan menunjukkan makna yang berbeda, hal ini tidak mustahil menimbulkan kesulitan tersendiri bagi masyarakat Muslim non­ Arab. Cara baca dan pemaknaan yang salah sangat mungkin dilakukan oleh mereka.

Berdasarkan laporan dari Khudzaifah bin al Yaman yang baru datang dari Armenia dan Adzarbaijan (kedua wilayah tersebut bukan wilayah yang berbahasa Arab) Utsman sebagai khalifah dengan dibantu para sahabat segera mengambil tindakan. Demi mengatasi hal itu maka al-Qur’an yang pernah ditulis pada masa Abu Bakar (masih dalam bentuk lembaran) di salin lagi dalam bentuk mushaf (diapit dua kulit-spt buku) untuk dibagikan ke daerah-daerah sebagai al-Qur’an standar, sedang yang selainnya harus dimusnahkan.

Keputusan yang diambil oleh para sahabat khususnya Utsman sebagai pemimpin umat pada waktu itu sangatlah tepat, sebab tugas seorang khalifah tidak hanya masalah ekonomi, politik dan sosial, tapi juga menyangkut masalah keagamaan, seperti penjagaan keaslian al-Qur’an baik bacaan maupun tulisan. Jika merebak suatu bacaan yang salah dan beraneka ragam, maka tugas pemimpin umat lah untuk membetulkan sehingga umat ini selamat dari apa yang pernah dilakukan oleh umat sebelumnya. Tapi yang perlu diingat bahwa standarisasi tersebut tidak menafikan adanya tujuh macam bacaan yang memang sudah ditetapkan oleh Rasulullah. Dengan adanya Mushaflmam (Induk) kemudian kita kenal dengan mushaf Utsmany ini secara tidak langsung Khalifah Utsman telah meletakkan dasar-dasar untuk tumbuh kembangnya ilmu Ulum al-Qur’an yang diawali dengan pembahasan masalah rasm (bentuk tulisan) Utsmany atau Ilmu Rasm al-Qur’an.

Jika diruntut dari awal: Wahyu ditulis oleh tim yang ditunjuk oleh Rasulullah pada saat bersamaan dihafalkan oleh para Qurra; kemudian pada masa khalifah Abu Bakar apa yang ditulis oleh tim tersebut disalin kedalam (shahifah) lembaran­lembaran dengan dibantu hafalan para Qurra; dan pada masa khalifah Utsman lembaran-lembaran tersebut disalin dalam bentuk mushhaf (berbentuk seperti buku) dan menjadi standar satu-satunya. Dan mushafsetandar inilah yang sampai kepada kita hari ini. Menurut Ibnu Mandzur (630-711 H) dalam kamusnya yang terkenal Lisan al-Arab, kata shahifah artinya “lembaran yang ada tulisan di atasnya”, sedangkan mushhaf atau mishhaf bermakna “himpunan dari lembaran yang ada tulisannya dengan dibatasi dua kulit”.38Makna yang sama disampaikan oleh penulis kamus lain -yang lebih dahulu- yaitu Al-Azhari, 39juga Al-Jauhari (393 H) dalam Ash-Shihah-nya.40

Standarisasi penulisan dan bacaan al-Qur’an pada masa Utsman dijadikan bahan hujatan oleh Dr.Robert Morey terhadap keaslian Qur’an. Dasar riwayat yang dipakai adalah sama dengan yang tertulis di atas, namun dengan plintlran yang sangat kentara, satu hal yang sangat tidak layak dilakukan oleh seorang yang dikatakan internationally recognized scholar. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat bagaimana Dr. Robert Morey memanipulasi riwayat dari Imam al-Bukhari seperti berikut ini :

[Dalam usahanya untuk ‘menyatukan’ isi dan bentuk Qur’an menjadi Mushaf Uthman yang standard, patut disesalkan tindakan khalif Ufhman yang mendekritkan pemusnahan semua himpunan (atau bahkan bagian) dari naskah-naskah lain yang telah ada sebelumnya yang merupakan naskah-naskah Qur’an yang paling primer: “Uthman mengirim kepada setiap propinsi satu kitab yang telah mereka salin, dan memerintahkan agar semua naskah-naskah al-Qur’an yang lain, apakah dalam bentuk yang terbagi-bagi atau yang lengkap, harus dibakar”. (Hadits Shahih Bukhari, VI/ 479)]. 41

 

Kata-kata [dalam….. paling primer] bukan termasuk riwayat melainkan kata-kata Dr. Robert Morey sendiri, disajikan seakan menjadi satu kesatuan riwayat agar dapat memanipulasi pembacanya. Kutipan riwayat oleh Dr. Robert Morey ini silahkan dirujuk pada riwayat Hudzaifah selengkapnya di atas. Tentang tuduhan bahwa upaya pembakuan al-Qur’an standar dengan ancaman hukuman mati oleh Uthman, Dr. Robert Morey tidak mencantumkan dasar pernyataannya, karena memang tidak ada. Adapun tentang kematian sahabat Uthman, adalah disebabkan fitnah masalah kekuasaan. Dan kejadian tersebut telah diberitakan oleh Rasulullah sebelumnya. 42Maka adalah satu hal Yang mengada-ada jika kematian Uthman dikaitkan dengan keberhasilannya dalam melayani al-Qur’an.

Setelah meninggalnya Khalifah Utsman, sahabat Ali bin Abi Thalib yang memegang tampuk pimpinan, -dan seperti Pendahulunya- pelayanan terhadap al-Qur’an tidak pernah absen. Dengan berkembangnya daerah kekuasaan umat Islam, mereka yang tidak menguasai bahasa Arab seringkali melakulcan kesalahan dalam membaca Al-Qur’an. Melihat yang sedemikian itu Khalifah Ali memerintahkan Abu al-Aswad ad-Dualy untuk menulis beberapa kaidah bahasa Arab agar masyarakat bisa membaca al-Qur’an dengan benar. Upaya tersebut menjadi dasar peletakan ilmu Nahwu (gramatika Arab) dan ilmu I’rab al- Qur’an. 43

NOTES

37. Ibid, VI/120.

38. Ibnu Mandzur, Lisan al-Arab, al-Mu’assah al-Mashriyah al- Amah Li at-Ta’lif wa al-Anba’ wa an-Nashr, Kairo, Vol. XI, hal. 87.88.

39. Ibid.

40 Al-Jauhari, Ash-Shihah, Daar al-`Ilm li al-Malayin, Beirut, Cet. III, th.1984, Vol. IV ha1.1384.

41. Robert Morey, op. cit., hal 147.

42 Musnad Imam Ahmad, 4/235.

43 Zarqany, Manahil al-Irfan fi `Ulum al-Qur’an, Daar Ihya’ al. Kutub al-Arabiyah, Kairo, I/30.

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: