Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Kisah-kisah dalam AI-Qur’an

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

BAHASA AL -QUR’AN

Kisah-kisah dalam AI-Qur’an

 

Dr. Robert Morey ingin membabat habis semua kisah dalam al-Qur’an dengan tolak ukur kebenaran Bibel. Sementara otoritas Injil sendiri menyatakan seperti berikut ini:

Dr. Welter Lempp :

“Susunan semesta alam yang diuralkan dalam Kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lap oleh ilmu pengetahuan modern” (Tafslran Kejadian, hal. 58). “Pandangan kejadian I dan seluruh Injil tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan jaman “. 65

Dr. M.r. D. C. Mulder :

“Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya? Hal itu belum tentu. Sudah beberapa kali kita menjumpai gejala bahasa orang Israel suka menggolongkan karangan-karangan di bawah nama orang yang termasyhur… Oleh karena Itu tentu tldak mustahil pengumpulan-pengumpulan mazmur-mazmur itu (atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakal nama Daud, karena raja itu Termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur. Dengan lain perkataan, pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno, yang patut diperhatikan, tetapi tradisi itu tidak menglkat” 66

Karena otoritas Injil sendiri yang mengatakan seperti di atas maka tentang kisah-kisah dalam al-Qur’an tidak perlu dibandingkan dengan Bibel. Namun ada baiknya kita membahas sedikit tentang kisah-kisah dalam al-Qur’an.

Penyikapan umat Muslim terhadap kisah-kisah dalam al­-Qur’an sangat berbeda dengan tradisi Kristen yang lebih memandang kisah Bibel sebagai kitab Sejarah. Umat muslim lebih memandang kisah tersebut sebagai Ibrah dan cermin untuk kehidupan mereka. Al-Qur’an sendiri selalu menyajikan kisah­kisah dengan cara terpisah. Kisah yang sama kadang diceritakan ulang dengan gaya bahasa dan penekanan yang berbeda. Ketika menceritakan dakwah nabi terdahulu misalnya, disajikan cerita beberapa nabi secara bersamaa, dengan penekanan terhadap peran nabi tersebut. Tentang penolakan kaumnya juga dikisahkan secara bersamaan tapi dengan penekanan pada masalah kaum tersebut. Satu gaya penyampaian yang sangat berbeda dengan kitab lainnya tapi dipahami oleh Dr. Robert Morey sebagai penyajian yang linier.

Dalam penyajian kisah seseorang al-Qur’an tidak menyebut nama secara pasti tapi hanya sebutan, seperti Imratul aziz (istri seorang terhormat-pejabat) untuk menyebut Zulaikha yang adalah istri dari seorang terpandang (pejabat Mesir). Kata “aziz” di atas bukanlah nama asli tapi sebutan seperti kita menyebut kata “terhormat” atau “tuan”. Begitu juga Dzul Qornain (yang mempunyai dua tanduk) adapun siapa sebenarnya al-Qur’an tidak menyebutkan. Nama-nama tokoh sering disamarkan apalagi nama tokoh baik yang pernah melakukan kekhilafan seperti Zulaikha yang pernah menggoda Nabi Yusuf. Tapi unmk tokoh penting yang menjadi simbol dari kejahatan dan kebaikan, maka nama itu disebut dengan tegas, seperti Fir’aun, Haman, dan Karun. Nama Fir’aun memang tidak menunjuk satu personal karena Fir’aun adalah sebutan raja-raja Mesir, tapi karena kebanyakan raja-raja mesir kuno menuhankan dirinya maka sebutan umum itu disebutkan dengan tegas. Begitu juga nama­nama nabi dan rasul yang menjadi simbol kebaikan.

Disini kita memahami bahwa bukan nama dan tempat serta waktu dan tanggal juga tahun, tapi ibrah apa yang bisa diambil dari kisah mereka, itulah yang lebih penting. Sebab kisah dan sejarah tidak disajikan hanya sebagai bahan cerita. Penulisan kisah semacam inilah yang mestinya dilakukan penulis sejarah ketika mencatat peristiwa-peristiwa sejarah. Penulisan sejarah yang hanya ditujukan menyalahkan seseorang atau suatu rezim akan menyulut kejadian yang sama. Maka sejarah kelam sering terulang karena sejarah ditulis untuk balas dendam.

NOTES

65 Tafsiran Kejadian, hal. 65.

66 pembimbing ke da’am Perjanjian Lama, BPK Jakarta, 1963

hal. 205.

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: