Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Keindahan Bahasa AI-Qur’an

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

Keindahan Bahasa AI-Qur’an

Masyarakat Arab pada masa turunnya wahyu adalah Inasyarakat yang sangat mengagungkan bahasa. Syair-syair yang muncul dikalangan mereka selalu membawa pengaruh sosial dan politik pada masa itu. Kemunculan Rasulullah Saw dengan ajaran yang baru dan sangat bertentangan dengan paham yang ada tentulah mengundang penentangan yang hebat, bahkan mengancam nyawa beliau. Sebagaimana Nabi-nabi lain yang telah terdahulu, setiap nabi dibekali dengan mukjizat yang dapat menaklukkan penentangan kaumnya sehingga mereka mempercayai risalah yang dibawanya. Jika Nabi Musa yang berhadapan dengan Fir’aun dan bala tentaranya – yang terkenal dengan kehebatan magic – dibekali dengan mukjizat yang dapat menandingi sihir, maka Rasulullah Muhammad Saw. yang berhadapan dengan masyarakat yang sangat mengagumi keindahan bahasa dibekali oleh dengan Mukjizat al-Qur’an yang disampaikan dengan keindahan bahasa yang dapat menandingi kemampuan masyarakat Arab saat itu.

Keindahan gaya bahasa al-Qur’an terbukti telah menunjukkan keampuhan perannya sebagai mukjizat bagi keberhasilan dakwah Rasulullah Saw. Banyak sekali riwayat yang menyatakan bagaimana sebagian masyarakat Arab pada awal dakwah Islam dengan serta merta mengakui kenabian Muhammad Saw hanya setelah mendengar ayat-ayat Qur’an. Berikut ini kami kemukakan riwayat Umar bin Khattab yang masuk Islam setelah mendengar ayat yang dibaca oleh Rasulullah Saw.

…berkata Umar bin Khattab : “Saya keluar untuk menemui Rasulullah Saw. (saat itu) saya belum masuk Islam. Saya mendapatkannya telah mendahului masuk masjid maka saya berdiri dibelakangnya, kemudian (Rasulullah) memembaca surat al-haqah maka saya terkagum-kagum dengan susunan (gaya bahasa) al-Qur’an “. (Umar) berkata : Maka saya mengatakan : “Ini adalah penyair seperti yang dikatakan oleh (kaum) Qurays”. (kemudian Umar) mengatakan : “Maka (Rasulullah Saw.) membaca (ayat yang artinya) (Sesungguhnya al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. dan al-Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.]. Umar berkata: “Saya mengatakan (ini perkataan) peramal. Rasulullah mengatakan (menyebut ayat yang artinya) [Dan hukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. la adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. ] hingga akhir surat. Umar berkata : “maka menetaplah Islam dalam hatiku sedalarn-dalamnya. (HR. Imam Ahmad).

 

Sahabat Umar bukanlah seorang yang bodoh. Beliau adalah seorang yang sangat berani dan kritis dengan kemampuan berbahasa yang tinggi.  Masih banyak lagi riwayat keislaman masyarakat Arab karena kekaguman mereka terhadap gaya bahasa al-Qur’an.

Keindahan bahasa al-Qur’an baik dalam pemakaian kata maupun penyusunannya, diakui oleh masyarakat Arab sendiri sejak awal mula diturunkan hingga saat ini. Gaya bahasa yang sangat indah dari AI-Qur’an sekaligus menafikan adanya campur tangan manusia di dalamnya termasuk Rasulullah Saw. Pernyataan Robert Morey seperti berikut ini :

Ceceran sidik-jari tangan Muhammad dapat dilihat pada setiap halaman al-Qur’an sebagai saksi bahwa asal al-Qur’an tidak murni dari Allah. 60

Adalah pernyataan tanpa dasar. Setidaknya ada dua hal Yang perlu kita perhatikan dalam masalah ini yaitu :

Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang turun secara spontan. Dan tidak dapat disangkal bahwa redaksi yang disusun seseorang secara spontan, pasti mutunya lebih rendah dari yang disusun dengan berpikir lebih dahulu. Tetapi para kritikus bahasa – setelah membandingkan ucapan Nabi Muhammad Saw dengan ayat-ayat Qur’an – mengakui bahwa keindahan bahasa Al-Qur’an lauh melebihi keindahan bahasa Nabi Muhammad Saw. Kalau bukan dari Allah mana mungkin yang spontan lebih baik dari yang dipikir lebih dahulu (lihat riwayat di atas).61

Pakar-pakar bahasa mengakui bahwa setiap orang mempunyai gaya bahasa tersendiri yang merupakan ciri khas masing-masing. Amat sulit bagi seseorang -kalau enggan berkata mustahil- untuk memiliki dua gaya bahasa yang berbeda. Jika anda membandingkan gaya bahasa al-Qur’an dengan gaya bahasa hadits maka anda akan menemukan suatu perbedaan yang menonjol.62

NOTES

60. Robert Morey, op. cit., hal. 54

61 M. Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an, Penerbit Mizan, Bandung, 2003, hal. 85

62 ibid. 85-86

Artikel Terkait :


Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: