Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Ibadah Horizontal

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

IV. SYARI’AT ISLAM
Kalian tiada berarti sebelum

menjalankan Taurat dan Injil

Ibadah Horizontal.

 

Dalam hubungan antar manusia, para nabi mengajarkan pentingnya moral, individu dan kelompok. Secara individu mereka mengajarkan agar manusia bersikap mengasihi dan berbuat adil terhadap diri sendiri clan orang lain. Nabi Musa yang menerima 10 perintah Allah, selain masalah tauhid yang merupakan pokok pertama, juga menyebutkan ajaran-ajarau sosial. Dalam Injil, tentang perintah utama -setelah yang pertama, masalah pengesaan Allah-, disebutkan: :
“Perintah yang kedua ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Markus 12: 31).

Dan Rasulullah mengajarkan :
Dari Abdullah bin Amru: Rasulullah Saw. bersabda: “Orang yang mengasihi akan dikasihi oleh yang Maha Pengasih. Kasihilah siapapun yang di atas bumi, maka engkau akan dikasihi yang ada dilangit…. ” (HR. Tirmidzi).2

 

Mengasihi diri sendiri dengan tetap memperhatikan tubuh kasar untuk mendapatkan hak-haknya, berbuat adil terhadap diri sendiri dengan menuntut diri agar melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab yang dipikulnya. Mengasihi orang lain dengan segala perbuatan yang mendatangkan manfaat, berbuat adil kepada orang lain dengan tidak melanggar hak-hak orang lain. Ajaran untuk peduli sesama dalam Islam di wakili dalam salah satu rukunnya yaitu zakat, setelah sebelumnya dilatih untuk menumbuhkan empati melalui puasa -menahan lapar dan haus seperti yang dialami mereka para fakir miskin-. Mengeluarkan harta benda untuk diberikan pada mereka yang berhak dan tentunya tanpa keinginan mendapat ganti dari manusia, merupakan simbol utama dari kepedulian terhadap sesama, sebab kecintaan manusia terhadap harta kadang melebihi kecintaan terhadap seseorang yang dekat sekalipun. Apalagi masyarakat modern yang sering menganggap segala sesuatu berdasarkan nilai uang, mengeluarkan harta seringkali dengan harapan imbalan, minimal promosi.

Selain ajaran untuk mengasihi sesama, prinsip keadilan luga ditekankan agar tidak ada individu yang terdzalimi oleh individu lain.

Dalam Taurat disebutkan :

Maka jangan kamu sayang akan dia, melainkan jiwa akan ganti jiwa, dan mata akan ganti mata, dan gigi akan ganti gigi, dan tangan akanganti tangan, dan kaki akanganti kaki adanya. (Ulangan 19:21)3

Dalam Injil, nabi Isa menyebutkan seperti hukum Taurat

 

Kamu sudah mendengar perkataan demikian: Mata ganti mata, dan gigi ganti gigi; (Matius S: 38).

Hal ini ditegaskan lagi oleh al-Qur’an:

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At­ Taurat) bahwasannya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan ( hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (Al-Maidah 45).

 

Ayat Qishas dalam ketiga kitab samawi ini mencerminkan prinsip keadilan yang paling mendasar; pelanggaran atas hak orang lain yang jika ringan maka diganjar ringan tapi jika berat maka harus diganjar berat. Jika terbalik maka ketidak-adilan akan merebak, mereka yang berkuasa akan sewenang-wenang dan hukum dapat dibeli, palu kedzaliman bisa diketok di meja pengadilan dengan senyum manis, ketidak percayaan masyarakat terhadap aparat hukum menjadikan mereka bisa lebih kejam dari yang dibayangkan -akibat mencuri seseorang bisa dibakar-, yang tersisa hanya hukum rimba. Jika itu yang terjadi, maka fitrah manusia menjadi tumpul, hingga mengeras melebihi batu, dan agama hanya dijadikan ritual tahunan saja untuk menjaga gengsi clan populeritas, bagaimana mungkin dapat mencapai kedekatan dengan Penciptanya?

NOTES

2. Menurut Abu Isa hadits ini hasan-shahih. Jami’ at Tirmidzi, Imam Tirmidzi, kitab al-birri wa ash-shilah, bab maa jaa’a fi rahmat an-naas.

3. Lihat juga: Keluaran 21: 23-25, Imamat 24: 19-21.

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: