Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Archive for Juni 13th, 2012

Interaksi total

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN

Interaksi total

 

Sebagai petunjuk bagi umat manusia, maka al-Qur’an berbicara kepada manusia secara total, mencakup dimensi materi dan non-materi, berikut peran mereka sebagai hamba sekaligus kholifah. Itulah sebabnya Al-Qur’an berbicara kepada manusia melalui hati dan akalnya. Materi yang dibicarakan juga mencakup seluruh aspek kehidupan, maka dalam penyajiannya juga tidak lepas dari ciri totalitas. Dimensi mated dan non-materi tidak disampaikan secara terpisah. Posisi manusia sebagai hamba dan khalifah juga disampaikan dalam satu kesatuan. Totalitas inilah yang sering disalah-artikan orang sebagai hal yang “campur aduk”.

Totalitas interaksi nalar menghendaki pemahaman al­-Qur’an secara utuh dari segala segi. Tidak bisa diambil sebagian untuk kemudian dilupakan bagian yang lainnya. Bukankah al­-Qur’an sendiri melarang tindakan separo-separo semacam itu. Pengalaman umat terdahulu adalah ibrah bagi kita, seperti ayat berikut ini -yang artinya- Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam Menjawab | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Berinteraksi dengan al-Qur’an (upaya mencari petunjuk)

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN

Berinteraksi dengan al-Qur’an (upaya mencari petunjuk)

Petunjuk sangat berhubungan dengan kesiapan penerima petunjuk, baik akal maupun mental, lebih dari itu, petunjuk tidak lepas dari kehendak si pemberi petunjuk. Seseorang yang bersikap arogan dan apriori akan sulit menerima suatu petunjuk bahkan mungkin sulit untuk mencerna isinya. Sebaliknya seorang yang berlapang dada akan lebih cermat memahami isi petunjuk dan bahkan bisa menerimanya.

Apalagi untuk memahami petunjuk dari yang mencipta kehidupan, tidak hanya kesiapan mental tapi juga kesiapan akal (daya nalar dan bekal keilmuan). Namun demikian kesiapan mental adalah yang paling mendasar, sebab -tanpa niat baik­setinggi apapun ilmu dan IQ seseorang tidak akan mampu memahami apalagi menyerap pesan al-Qur’an. Kesiapan mental inilah yang menjadi password untuk dapat mengakses al-Qur’an, tanpanya jangan harap bisa masuk sebab akan ada “dinding penghalang” seperti yang termaktub dalam surat Al-Isra’ 17: 45-46 yang kami terjemahkan seperti berikut: Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam Menjawab | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

AI-Qur’an Sumber Petunjuk

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN

AI-Qur’an Sumber Petunjuk

Ketika seseorang ingin membaca al-Qur’an, setelah membaca surah al-Fatihah yang perupakan pembuka al-Qur’an, ia akan langsung mendapatkan tiga ayat pertama dari surat ke dua (Surat AI-Baqarah – Sapi betina) ketiganya berada di awal surat al-Baqarah yaitu :

 

Alif laatn miim, Kitab itu (al-Qur’an) tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. (al-Baqarah :1-2)

Setelah meyakinkan pembacanya bahwa al-Qur’an tidak ada keraguan di dalamnya, selanjutnya Allah menyatakan bahwa al-Qur’an sebagai Hudlan yang berarti hidayah/petunjuk bagl orang-orang yang bertaqwa. Di sini pembaca diingatkan bahwa al-Qur’an adalah petunjuk dan hidayah, oleh sebab itu yang mestinya dilakukan oleh pembaca/pengkaji al-Qur’an adalah istlhda’ (minta/mencari petunjuk/hidayah). Yang namanya mencari bisa dapat bisa tidak, juga meminta bisa diberi bisa tidak. Kalau yang mencari saja belum tentu dapat dan yang meminta belum tentu diberi bagaimana dengan yang membaca dengan niat menghujat ? Wow sehebat apa manusia di hadapan penciptanya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam Menjawab | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Susunan al-Qur’an

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

BAHASA AL -QUR’AN

Susunan al-Qur’an

 

Hadits Nabi yang menyatakan “Al-Qur’an hanya bisa dipahami secara mendalam setelah memandang berbagai seginya” (al-Hadits). Seperti yang dikutip oleh Muhammad Arkoun dalam kajian ulum Qur’an-nya.

Jika ada yang mengeluh kesusahan memilah ayat untuk mencari membahas satu tema, saat ini sudah banyak sarana mencarinya. Tapi melihat al-Qur’an dengan cara memilah-milah saja akan menghilangkan banyak makna. Coba anda bayangkan jika seseorang hanya mengambil ayat jihad saja. Atau sebaliknya ayat-ayat kasih sayang saja. Jika kita kembali pada konsep tauhid dan konsep kemasyarakatan yang tertulis dalam ketiga kitab, seperti yang disampaikan al-Qur’an. Satu konsep tauhid, dan dua konsep kemasyarakatan. Dua konsep kemasyarakatan yang dijabarkan oleh masing-masing rasul, yaitu kasih sayang dan keadilan. Konsep kasih sayang digambarkan dengan mengasihi fakir miskin, yatim piatu, orang tertindas, musafir dll. Serta konsep keadilan yang digambarkan dengan ‘Qisas’, nyawa dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, gigi dengan gigi, luka ringan dengan luka ringan (mohon tidak dicampur dengan pandangan praktisnya); bukankah konsep kedua ini menggambarkan rasa keadilan yang paling mendasar, Kesalahan berat diganjar berat, ringan diganjar ringan. Bukan berat diganjar ringan karena seorang tokoh, dan ringan diganjar berat karena rakyat jelata. Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam Menjawab | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Kisah-kisah dalam AI-Qur’an

Posted by Aliey Faizal pada 13 Juni 2012

V. KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

BAHASA AL -QUR’AN

Kisah-kisah dalam AI-Qur’an

 

Dr. Robert Morey ingin membabat habis semua kisah dalam al-Qur’an dengan tolak ukur kebenaran Bibel. Sementara otoritas Injil sendiri menyatakan seperti berikut ini:

Dr. Welter Lempp :

“Susunan semesta alam yang diuralkan dalam Kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lap oleh ilmu pengetahuan modern” (Tafslran Kejadian, hal. 58). “Pandangan kejadian I dan seluruh Injil tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan jaman “. 65

Dr. M.r. D. C. Mulder :

“Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya? Hal itu belum tentu. Sudah beberapa kali kita menjumpai gejala bahasa orang Israel suka menggolongkan karangan-karangan di bawah nama orang yang termasyhur… Oleh karena Itu tentu tldak mustahil pengumpulan-pengumpulan mazmur-mazmur itu (atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakal nama Daud, karena raja itu Termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur. Dengan lain perkataan, pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno, yang patut diperhatikan, tetapi tradisi itu tidak menglkat” 66 Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam Menjawab | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »