Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Kitab Wahyu Yang DIberikan Kepada Musa

Posted by Aliey Faizal pada 12 Juni 2012

Orang Yahudi, Kristen, dan Islam sepakat bahwa ada satu kitab wahyu yang diberikan Allah kepada Musa. Kitab itu disebut Taurat. Namun demikian, terdapat beberapa perdebatan ilmiah dalam tradisi Yudeo-Kristen berkenaan dengan zaman Musa. Sebagian sarjana yang menempatkan Musa sebagai pemimpin eksodus bangsa Israel dari Mesir sekitar tahun 1250 SM1 (atau bahkan 1220 SM2). Akan tetapi, bukti internal dari Alkitab menyatakan bahwa eksodus dari Mesir itu terjadi 480 tahun sebelum mulainya pembangunan Kuil Sulaiman pada tahun keempat pemerintahan Raja Sulaiman, semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya.3 Sebagaimana disepakati di kalangan sarjana bahwa pemerintahan Kerajaan Sulaiman kira2 dimulai pada pertengahan paruh pertama abad ke-10 SM,4 kerajaan ini menempati eksodus bangsa Israel dan Mesir sekitar tahun 1446 SM. Oleh karenanya, jika kita menerima proses penanggalan Alkitab, maka kehidupan Musa dan kitab wahyu yang diberikan kepadanya waktunya tidak lebih dari abad ke-15 SM.

Taurat-yang-Diterima 


Harus dibedakan antara Taurat yang diberikan kepada Musa, dan Taurat yang terdapat dalam Alkitab kontemporer. Yang
pertama, yang bisa disebut Taurat orisinal, merupakan komposisi tunggal dan utuh, meskipun ia mungkin bisa dibagi menjadi beberapa bagian seperti halnya Al-Qur’an. Yang kedua, yang bisa disebut Taurat-yang-diterima, merupakan kompilasi gabungan dan tambal sulam, yang tampil mendekati bentuknya sekarang kira2 pada abad ke-5 atau lebih awal pada abad ke-4 SM, yang seluruh naskahnya baru lengkap kira2 10 abad setelah masa kehidupan Musa. Lebih2, kompilasi Taurat-yang-diterima ini memerlukan waktu setidaknya lima abad, bahkan mungkin lebih.5

Taurat-yang-diterima terdiri atas lima kitab biblikal, yang semuanya dikenal sebagai Pentateuch (lima kitab pertama dari Perjanjian Lama), yang masing2 dinamai Kitab Kejadian, Kitab Keluaran, Kitab Imamat, Kitab Bilangan, dan Kitab Ulangan. Kelima kitab ini bukan hanya merupakan komposisi yang tidak tunggal dan utuh, melainkan juga sering kali merupakan kompilasi tambal-sulam dari catatan2 tertulis atau untaian2 literer sebelumnya, yang dikenal oleh dunia kesarjanaan alkitabiah sebagai J, E, P, dan D. Selain itu, sebagian sumber yang tidak bisa diidentifikasi dan ditanggalkan (diidentifikasi dengan tanda “?” dalam hal ini) kadang2 digunakan untuk mengonstruksi Taurat-yang-diterima. Sifat kompilasi tambal-sulam Taurat-yang-diterima ini diikhtisarkan di bawah ini.

Tabel 1:
Kompilasi Taurat-yang-Diterima
6

KITAB SUMBER-SUMBER YANG DIGUNAKAN 
 
Kejadian J, E, P, ?, ditambah catatan2 editorial
Keluaran       J, E, P, D, ?, ditambah catatan2 editorial
Imamat  P, ditambah catatan2 editorial
Bilangan J, E, P, ditambah catatan2 editorial
Ulangan  P, D, ?, ditambah catatan2 editorial 

Untaian-untaian Literer

Sifat kompilasi tambal-sulam Taurat-yang-diterima tidak berakhir dengan informasi yang disuguhkan dalam Tabel 1 di atas.
Masing2 untaian literer — J, E, P, dan D — itu sendiri merupakan kompilasi tambal-sulam dari sumber2 sebelumnya, baik yang tertulis maupun lisan, yang tidak bisa lagi dipilah dan diidentifikasi secara jelas. Lebih lanjut, setidaknya berkenaan dengan P dan D, untaian2 literer ini telah mengalami perubahan selama rentang waktu yang sangat lama sebelum sampai pada bentuk finalnya, dan oleh karenanya menunjukkan sebuah proses kompilasi berlapis.7

Biasanya relatif mudah untuk mengidentifikasi dan mengontraskan empat untaian literer ini atas dasar karakteristik2 literer mereka yang khas. J secara konsisten merujuk pada: Allah sebagai Jahweh; putra kedua Ishak sebagai Israel; gunung Musa sebagai Gunung Sinai; Mesopotamia utara sebagai Aram-naharain; para penduduk Palestina sebagai bangsa Kanaan; dan orang pertama dengan kata ganti bahasa Ibrani “Anokhi”. Sebaliknya, E secara khusus merujuk pada: Allah sebagai Ellohim; putra kedua Ishak sebagai Yakub; gunung Musa sebagai Gunung Horeb; dan para penduduk Palestina sebagai bangsa Amori. Sementara itu, P merujuk pada: Allah sebagai Ellohim; Mesopotamia utara sebagai Paddan-aram; gunung Musa sebagai Gunung Sinai; dan orang pertama dengan kata ganti bahasa Ibrani “Ani”. Akhirnya, D, yang menunjukkan persamaan2 tertentu dengan E, secara khas merujuk pada: Allah sebagai Ellohim, dan kepada para penduduk Palestina sebagai bangsa Amori.8

Empat untaian literer yang kemudian menyusun Taurat-yang-diterima berasal dan dikombinasikan selama kurun waktu lebih dari lima abad. Lebih jauh, empat untaian literer tersebut memiliki asal-muasal geografis yang berbeda: J merupakan dokumen Yahudi, sedangkan E dan D pada awalnya muncul di Kerajaan Israel utara. Proses pemunculan dan kombinasi ini diikhtisarkan pada Tabel 2 di bawah ini. Tabel tersebut mengilustrasikan bahwa Taurat-yang-diterima tidak mewarisi sesuatu pun yang mirip dengan bentuknya sekarang hingga kira2 seribu tahun setelah kehidupan Musa.

Tabel 2:
Kronologi Untaian Taurat-yang-diterima
9

Waktu Peristiwa
Kira2 950 SM  Penyusunan J
Kira2 750 SM Penyusunan E
Akhir abad ke-8 SM J dan E dikombinasikan
Abad ke-7 SM Penyusunan akhir D
Abad ke-6 hingga ke-5 SM Penyusunan P
Kira2 400 SM  Penyusunan Taurat-yang-diterima


Beberapa Tinjauan atas Taurat-yang-diterima

Hingga kira2 400 tahun SM, proses evolusioner yang akhirnya menghasilkan
Taurat-yang-diterima masih berlangsung. J, E, P, D, dan sumber tambahan lain telah dikombinasikan dalam satu kesatuan naskah yang jelas. Namun demikian, berbagai macam versi dari kesatuan naskah ini tetap mengalami perubahan selama abad2 berikutnya. Hingga zaman Yesus pada abad pertama Masehi, setidaknya ada empat versi Taurat yang beredar, termasuk Taurat proto-Masoterik, Samaritan, Aleksandria, dan Palestina. 

Teks proto-Masoterik kemungkinan besar bisa ditelusuri hingga sekitar 440 tahun SM, dan agaknya memiliki asal-muasal Babilonia, atau setidaknya banyak dinisbahkan kepada orang2 Yahudi yang nenek moyangnya terlibat dalam peristiwa pembuangan Babilonia pada abad ke-6 SM. Teks ini, yang sudah tidak ada lagi, berubah menjadi teks Masoterik di bawah pengaruh sekte Yahudi Farisi yang dimulai setelah kejatuhan Yerusalem pada tahun 70 M. Ia belum lengkap hingga pengembangan sistem vokal Tiberia yang muncul antara 780 dan 930 M. Manuskrip tertua yang masih eksis dari teks Masoterik adalah teks yang ditulis oleh Musa bar Asher di Tiberias, Palestina, kira2 pada 895 M, yaitu, kira2 24 abad setelah kehidupan Musa. Teks Masoterik inilah yang digunakan oleh orang2 Yahudi kontemporer sebagai versi Taurat mereka.10

Teks Samaritan bisa ditelusuri tidak lebih dari abad ke-4 SM, hingga saat terjadinya skisma antara kaum Samaritan dan kaum Yahudi. Namun demikian, banyak sarjana alkitabiah yang mengemukakan bahwa abad ke-2 SM lebih mungkin sebagai permulaannya. Variasi2 antara teks Masoterik dan Samaritan secara dramatis diilustrasikan oleh fakta bahwa keduanya berbeda satu sama lain di 6.000 (enam ribu) tempat, dimana teks Samaritan sesuai dengan teks Aleksandria (lihat di bawah) dalam kira2 sepertiga tempat dari tempat2 tersebut. Sebagian besar manuskrip kuno dari teks Samaritan yang masih eksis bisa ditelusuri tidak lebih dari abad ke-13 M, yang artinya kira2 28 abad setelah kehidupan Musa.11

Teks Aleksandria merupakan teks berbahasa Ibrani yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, dengan maksud menciptakan Septuaginta Yunani yang dimulai pada abad ketiga SM. Teks asli Aleksandria tidak lagi eksis, demikian juga dengan terjemahan awal bahasa Yunaninya. Versi2 kemudian Septuaginta dilestarikan oleh gereja2 Kristen awal, yang menunjukkan bahwa banyak revisi yang dilakukan atas teks tersebut selama 1.000 (seribu) tahun pertama eksistensinya. Seluruh salinan Septuaginta berbeda dalam beberapa rincian penting dari teks Masoterik, Samaritan, maupun Palestina, dan seluruh salinan dari Septuaginta sendiri berbeda antara satu dengan lainnya.12 

Teks Palestina tidak lagi eksis seluruhnya, dan bahkan belum tentu eksis hingga penemuan Naskah2 Laut Mati di Khirbet Qumran, pada tahun 1940-an. Penemuan2 arkeologis di Qumran telah menyingkapkan sejumlah fragmen teks Palestinian, yang berbeda dalam banyak hal dari teks Masoterik, Samaritan, maupun Aleksandria. Teks Palestinian kadang2 sesuai dengan teks Samaritan, tetapi juga kadang2 sesuai dengan teks Aleksandria.13

Ketika menyajikan Taurat-yang-diterima dalam Alkitab berbahasa Inggris kontemporer, yaitu New Revised Standard Version, para sarjana alkitabiah memerhatikan keempat teks tersebut. Para sarjana alkitabiah berusaha merekonstruksi Taurat “orisinal” yang diterima, yaitu Taurat-yang-diterima sekitar 400 tahun SM. Rekonstruksi hipotetik ini didasarkan pada sebuah proses yang menggunakan keempat teks tersebut, kadang2 mengikuti teks yang satu tetapi juga kadang2 mengikuti teks yang lainnya. Pemilihan teks didasarkan pada pertimbangan2 historis, linguistik, dan “dugaan terbaik”.

Ikhtisar

Taurat-yang-diterimabukanlah sebuah dokumen tunggal dan utuh. Ia kompilasi tambal-sulam (utamanya J dan E) dengan pelapisan2 tambahan (utamanya D dan P). Sementara Musa, penerima wahyu asli, yang diduga merepresentasikan Taurat, hidup tidak lebih kemudian daripada abad ke-13 SM, dan kemungkinan hidup pada abad ke-15 SM, sementara Taurat yang diterima bisa ditelusuri waktunya pada masa yang jauh lebih kemudian. Substrata tertua Taurat-yang-diterima yang bisa diidentifikasi yaitu J, bisa ditelusuri waktunya tidak lebih dari abad ke-10 SM. Substrata lain Taurat-yang-diterima bisa ditelusuri waktunya hingga abad ke-8 SM, yaitu E, abad ke-7 SM, yaitu D, dan abad ke-6 hingga ke-5 SM, yaitu P. Lebih jauh, substrata2 yang berbeda ini belum dikombinasikan menjadi Taurat-yang-diterima hingga kira2 400 tahun SM, yang berarti sekitar 1.000 (seribu) tahun setelah kehidupan Musa.

Selanjutnya, Taurat-yang-diterima tidak pernah distandardisasi secara total, setidaknya dengan empat teks berbeda yang eksis pada abad pertama Masehi, yang berarti sekitar 1.500 tahun setelah kehidupan Musa. Selain itu, jika kita menerima teks Masoterik sebagai teks paling “resmi” Taurat-yang-diterima, maka manuskrip tertua bisa ditelusuri waktunya hingga kira2 tahun 895 M, yang berarti sekitar 2.300 tahun setelah kehidupan Musa. Singkatnya, meskipun Taurat-yang-diterima mungkin mengandung beberapa bagian dari Taurat asli, tetapi sumber Taurat-yang-diterima itu telah hancur, sebagian besar tidak diketahui, dan dengan cara apa pun tidak bisa ditelusuri kembali hingga ke zaman Musa. 

Keterangan:

1. Duncan GB (1971)
2. Leslie EA (1929a)
3. Raja-raja I, 6:1
4. A) Simpson DC (1929). B) Leslie EA (1929a). C) Rohl DM (1995). D) Duncan GB (1971). E) Herbert G (1962). F) Finegan J (1952). G) Terrien (1964). H) Wright GE (1960). I) Beck HF (1971). J) Asimow (1968). K) Noth M (1960).
5. A) Duncan GB (1971). B) Leslie EA (1929a). C) Hyatt JP (1971).
6. Sumber2 yang digunakan untuk mengonstrusi Tabel 1 adalah: A) Marks JH (1971). B) Gray J. (1971). C) Milgrom J. (1971). D) Guthrie HH (1971). E) Gottwald NK (1971).
7. A) Milgrom J. (1971). B) Gottwald NK (1971).
8. A) Marks JH (1971). B) Robinson TH (1929). C) Eiselen FC (1929). D) Gottwald NK (1971).
9. Sumber2 yang digunakan untuk mengonstruksi Tabel 2 adalah: A) Duncan GB (1971). B) Hyatt JP (1971). C) Mark HJ (1971). D) Robinson TH (1929). E) Eiselen FC (1929). F) Leslie EA (1929a).
10. A) Reumann J. (1971). B) Sarna NM (1998).
11. A) Reumann J. (1971). B) Sarna NM (1998).
12. Reumann J. (1971).
13. Stegemann H (1998).

Dikutip dari buku: “Salib di Bulan Sabit”, karya: DR. Jerald F. Dirks, 2003.

Artikel Terkait :


Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: