Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Husain Umar. Sekjen Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia “Ibu Hj. lrena Handono, Semoga Selalu Istiqomah …!”

Posted by Aliey Faizal pada 12 Juni 2012

SAMBUTAN

Husain Umar

Sekjen Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

“Ibu Hj. lrena Handono, Semoga Selalu Istiqomah …!”

Kehadiran ibu Irena ditengah-tengah gerakan da’wah adalah sesuatu yang patut disyukuri. Mantan Ketua Legio Maria dan Biarawati ini mengucapkan dua kalimah syahadah pada tahun 1983, dua puluh tahun yang lalu. Melihat latar belakang pendidikan ibu Irena antara lain mengecap pendidikan di Institut Filsafat Theologia Katholik (Seminari agung) dan Universitas Khatolik Atmajaya, menggambarkan betapa kedekatan. Beliau dengan agama Nasrarri (Katholik) yang dipeluknya. Namun dalam hal ini berlakulah kehendak Allah dalam sepotong firmanNya: “maka barang siapa yang dikehendaki Allah untuk diberiNya hidayah, Allah lapangkan dadanya urrtuk menerima Islam……. !”Menyatakan ke-iman-an kepada Allah, Qul amantu billah tsummastqim!

Dimana-mana kita menyaksikan perkembangan dan pertumbuhan pemeluk Islam bahkan yang sangat pesat perkembangan di Amerika Serikat dan di Inggris, yang mengucapkan dua kalimah syahadah adalah kalangan intelektual, cendekiawan, kalangan terdidik dan mapan secara ekonomi. Sebaliknya diantara ummat Islam yang berhasi dibujuk dan dimurtadkan (berdasarkan pengalaman dilapangan) adalah saudara-saudara kita yang miskin. Miskin ilmu, miskin pangan, miskin papan, miskin aqidah. Kemiskinan mereka dieksploitasi dan akal sehat mereka dirusak oleh indoktrinitas dan paradigma yang menyesatkan. Semua ini diakibatkan oleh tidak dihormatinya etika penyiaran agama.
Umat Islam menginginkan agar etika (kode etik) penyiaran agama dihormati SK dan SKB yang ada dapat ditingkatkan kedudukannya. Bahkan sebagaimana diharapkan oleh MUI, Ormas-Ormas Islam, sudah sangat mendesak perlunya Undang-Undang Kerukunan Hidup Umat Beragama. Namun sejauh ini pihak Nasrani cenderung menolak.
Sebaliknya marilah kita renungkan seorang tokoh Protestan dari negeri Belanda Dr. H. Berkhof dalam bukunya : “Sejarah Gereja”, cetakan ke 8 hal 321 memandang Indonesia sebagai medan kegiatan Misionaris (Kristenisasi). “Boleh kita simpulkan bahwa Indonesia adalah suatu daerah penyebaran Injil yang diberkati Tuhan dengan hasil yang indah dan besar atas penaburan bibit Firman Tuhan. Jumlah orang Kristen Protestan sudah 13 Juta lebih, akan tetapi jangan kita lupa…. ditengah-tengah 150 juta penduduk !. jadi tugas Zending gereja-gereja muda di benua ini masih luas dan berat. Bukan saja sisa kaum kafir yang tidak seberapa banyak itu, yang perlu mendengar kabar kesukaan, tetapi juga kaum Muslimin yang besar, yang merupakan benteng agama yang sukar sekali dikalahkan oleh pahlawan-pahlawan Injil. Apalagi bukan saja rakyat jelata, lapisan bawah, yang harus ditaklukkan untuk Kristus, tetapi juga dan terutama para Pemimpin masyarakat, kaum cendekiawan, golongan atas dan tengah.
Selanjurnya, Paus di Vatikan sebagaimanaa di muat oleh surat kabar Singapura The Strait Times”, 24 Januari 1991 mengeluarkan Fatwa Gerejani atau Redentori Missio atau The Churchs Missionary Mandate, menegaskan pentingnya melakukan kristenisasi terhadap semua bagian dunia (to evangelise in all parts of the world). Termasuk negeri-negeri dimana hukum Islam melarang perpindahan agama. Paus menekankan agar negeri-negeri Islam demikian juga negara­ negara lainnya, segera mencabut peraturan-peraturan yang melarang orang-orang Islam memeluk agama lain. Tanpa menyebut negara-negara secara langsung. Paus menyinggung negara-negara dikawasan Timur Tengah, Afrika dan Asia dimana para missionaries ditolak kehadirannya. Kepada mereka Paus menyerukan: “Bukalah pintu untuk Kristus…!” (open the doors to Crist…!)
Bagi seorang muslim tidak ada harta yang lebih mahal yang hendak diwariskan bagi anak cucu keturunannya, melebihi Aqidah Islam.

Karena itu da’wah tidak pernah berhenti dari masa ke masa. Tugas kita hanya meneruskan jejak da’wah, jejak Rasulullah, para sahabat, tabi’in dan seterusnya, menyampaikan Risalah Allah. Kita bersama-sama berusaha meninggalkan jejak­jejak itu bagi generasi penerus. Salah seorang yang sedang menelusuri jejak-jejak da’wah itu adalah Ibu Irena Handono.

Semoga senantiasa Istiqomah. Amien

Artikel Terkait :

Iklan

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: