Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Dr. H. Qomari Anwar, MA. Rektor UHAMKA Jakarta

Posted by Aliey Faizal pada 12 Juni 2012

SAMBUTAN

Dr. H. Qomari Anwar, MA
Rektor UHAMKA Jakarta

Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa memerlukan masukan, saran, ataupun pikiran dari siapapun termasuk manusia, dengan iradah dan kehendak-Nya sendiri, serta sifat rahman dan rahim­Nya yang utuh sempurna, menitahkan umat manusia hidup di muka bumi ini dengan dibekali berbagai fasilitas dan potensi yang diperlukan untuk menyembah-Nya.
“Aku tidak akan menciptakan jin dan manusia, kecuali agar menyembah-Ku”

Sekalipun begitu, manusia masih diberi kebebasan untuk memilih apakah benar-benar mau beriman atau ingkar:
“Beritahukan wahai Muhammad, kebenaran itu berasal dari Tuhan kalian, barangsiapa mau beriman silahkan dan barangsiapa mau ingkar juga silahkan”. (Q.S. Al Kahfi : 29)

Jadi manusia mau beriman atau ingkar terhadap Allah dan kebenaran yang ada, sangat banyak dipengaruhi oleh pilihannya sendiri. Dalam diri mereka telah dilengkapi dua potensi besar yang saling berhadapan, yakni potensi untuk melakukan kebajikan (beriman) dan potensi untuk melakukan kejahatan (ingkar dan maksiat).

 

“maka Allah mengilhamkan kepada jiwa (manusia) itu, kecenderungan kefasikan dan ketaqwaan” (Q.S. As-Syams:8).

 

Sikap fasik dan sikap taqwa ini sepanjang sejarah umat manusia terus-menerus berhadapan, bukan hanya antar individu dengan individu lain, akan tetapi juga dalam satu individu itu sendiri. Kenyataan seperti ini terns berlanjut hingga kini, baik dalam skala kecil maupun besar, bahkan termasuk antar bangsa, antar ideologi, antar filsafat, dan terutama antar budaya.
Pertarungan budaya dalam bentuk clash of civilization pada abad ke 21 ini semakin nyata dan sulit dihentikan. Dari sekedar perbedaan wacana hingga hal-hal yang lebih jauh dari itu, termasuk juga hal-hal yang praktis dan pragmatis. Sekedar menyebutkan contoh ternyata juga terjadi pada ideologi-ideologi besar dunia, seperti Islam, Kristen, Kapitalisme, dan Komunisme, dan sebagainya.
Terbitnya buku ini merupakan respon cerdas secara akademis yang dapat dijadikan bacaan alternatif dalam menjawab berbagai gerakan yang memojokkan Islam dan buku­buku yang telah terbit, seperti buku yang berjudul The Islamic Invasion, karangan Robert Morey. Tentunya buku ini harus bersifat menjawab secara argumentative dari apa yang termuat dalam buku Robert Morey tersebut.
Dalam buku tersebut sangat kentara sekali ketakutan penulisnya terhadap Islam sebagai “agama kedua yang terluas dan tercepat penyebarannya di dunia”. la menyaksikan pertumbuhan masjid yang menjamur di seluruh Amerika. Karena ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap bahaya “invasi Islam” ini, sang penulis ingin membekali umatnya dengan menyajikan apa ajaran Islam itu sebenarnya menurut versinya sendiri yang menyesatkan. Ia ingin membuktikan kepada pembacanya bahwa: `Allah bukan Tuhan-Nya Injil, Muhammad bukan nabi Tuhan, al-Qur’an bukan ucapan Tuhan” (Allah is NOT The God of the Bible, Muhammad was not God’s Prophet, The Qoran doesn’t contain the words of God).

Tidak perlu kita uraikan panjang lebar mengenai argumentasi penulis tentang ketiga hal tersebut. Karena dalam al-Qur’an sendiri memang demikianlah ucapan kaum kafir, terutama pemuka ahl al-Kitab yang dengki, dalam menolak kebenaran Islam yang seterang matahari. Di sini cukuplah contohkan bagaimana pandangannya tentang Islam:

 

“Tindakan sujud menyembah dalam sembahyang sehari lima kali menghadap Mekah Arabia hanyalah suatu tanda ujud pemaksaan cultural, yang sekaligus merupakan keberadaan imperialisme budaya yang menjiwai Islam”

 

Dia (Muhammad) mengajar dan mencontohkan kepada murid-muridnya untuk membunuh dan merampok demi nama Allah, dan memaksa orang­orang masuk Islam”. (The Islamic Invasion, Robert Morey)

 

Paragraf-paragraf di atas hanyalah propaganda menyesatkan yang mengesankan ketakutan yang berlebih­lebihan terhadap Islam. Momentumnya bertepatan sekali dengan ketakutan Bush dan orang Amerika terhadap apa yang disebut teroris yang sekarang dikonotasikan dengan Islam. Penulis buku-buku yang bernuansa melemahkan atau menyudutkan Islam (kebenaran) sudah banyak terbit dan mungkin akan semakin banyak lagi. Penulis buku seperti itu boleh jadi disebabkan oleh ketidak tahuan mereka tentang kebenaran Islam, tetapi, juga mungkin secara sengaja untuk meredupkan dan memusuhi Islam. Karena muncul dan berkembangnya kebenaran (Islam) dan kejahatan telah menjadi sunnatullah.
Upaya membungkam dan menghentikan gerakan dakwah Islam terjadi dari berbagai arah dan oleh berbagai pihak yang secara diametral berseberangan dengan ajaran tauhid ini, ada yang dari dalam, dari samping, dan juga dari depan. Untuk kasus Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut: Pertama, invasi pihak zionis-kristen, kedua sekuler-kapitalistik, ketiga dendam komunisme, dan kempat sekulerisme-tradisionalis.
Gerakan Kristen di Indonesia mengalami pertumbuhan yang relatif sangat pesat. Kemungkinan hal ini ditopang oleh pengorganisasian yang cukup baik di tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasional; pendanaan yang “real and unlimited’ ketersediaan SDM yang memadai; dan banyaknya faktor-faktor pendukung lainnya.
Terbitnya buku seperti ini secara konsepsional, dapat berfungsi sebagai suatu langkah “perlawanan” yang sangat tepat yang seharusnya diikuti dengan berbagai bentuk lain yang lebih efektif, misalnya: dengan menggencarkan dakwah Islamiyah, meningkatkan kesadaran keberagamaan kaum muslimin, meningkatkan kesejahteraan umat, menyantuni Dakwah Islamiyah dengan dana yang memadai, penyiapan SDM juru dakwah yang handal, memanfaatkan teknologi mutakhir dalam berdakwah, dan mempergunakan posisi strategis dalam kebijakan politik. Hal terakhir ini penting mengingat kegiatan politik sama sekali tidak boleh dipisahkan dengan kegiatan pengharibaan kepada Allah SWT
Diantara langkah yang tak kalah pentingnya adalah menumbuhkan minat baca bagi kaum muslimin, terutama bagi generasi muda. karena persoalan minat baca menjadi “penyakit” yang cukup parah bagi kebanyakan kaum muslimin. Untuk ini dibutuhkan distribusi buku yang luas dan merata disamping harga yang terjangkau oleh masyarakat luas.
Selain buku ini, jelas masih sangat dibutuhkan buku-buku lain yang berfungsi memetakan posisi umat Islam kontemporer, mengetahui berbagai rencana musuh-musuh Islam, gerakan pemantapan aqidah umat Islam, dan menghadapi penyerangan yang dilakukan orang lain terhadap kaum muslimin.
Yang pasti stamina keimanan harus terus dijaga dan komitmen jihad harus terus disuburkan. Sehingga tidak ada kata bosan, malas, apalagi takut dalam menghadapi makar musuh­musuh Islam. Karena bagi seorang mukmin, pantang untuk bertekuk lutut pada musuh-musuh Allah.
Sekali lagi, umat Islam telah menerima amanah untuk membaca, merenungkan, memahami, melaksanakan, memperjuangkan, dan mendakwahkan (mempromosikan) ajaran Islam yang “rahmatan lilalamid’ ini dengan berbagai upaya cerdas dan positif demi tegak dan terwujudnya kehidupan dunia yang damai, harmonis, adil, makmur, sejahtera mendapat ridha Allah, SWT

Jakarta, 20 Oktober 2003

 

 

Artikel Terkait :

Iklan

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: