Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Archive for Juni 12th, 2012

YANG LAMA MENCOCOKKAN YANG BARU

Posted by Aliey Faizal pada 12 Juni 2012

I. PENDAHULUAN
Jangan Berlebih-lebihan…!


YANG LAMA MENCOCOKKAN YANG BARU

 

Kini mari kita menuju studionya Robert Morey yang lain. Dalam upaya menyudutkan semua ajaran yang terkandung di dalam al-Qur’an Robert Morey ingin memotong kompas dengan menggunakan prinsip “Yang lama mencocokkan yang baru”. Maksudnya yang datang terakhir harus mengikuti yang datang pertama. Prinsip status Quo yang tidak suka orang baru, seperti yang telah kita gambarkan di atas, di mana umat Yahudi tidak mengakui yang datang selanjutnya -umat kristen- Dan dua umat terdahulu juga tidak mengakui umat yang kemudian -umat Islam- padahal risalahnya sama yaitu Tauhid. Payahnya Robert Morey malah menyitir dua ayat di atas, yaitu surat Yvnus : 94. dan surat al-Baqarah: 136.8

Prinsip yang secanggih apapun tetap harus diletakkan pada tempatnya. Kalau semua dipukul rata itu namanya lugu­Mari kita berpikir lebih sehat. Jika prinsip itu diterapkan apa adanya, maka :

“Ajaran Kristen tidak boleh menyalahi ajaran Yahudi karena mereka lebih dulu ada. Kitab yang paling diakui oleh Yahudi saat ini adalah Talmud dan bukan Taurat karena kitab Yahudi yang lain (Talmud) mengatakan seperti berikut :

“Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari para ahli kitab (Talmud) dari pada ayat-ayat Taurat”. (Talmud kitab Erubin: 2b-edisi Soncino).9 Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam Menjawab | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

DISTORSI SEJARAH

Posted by Aliey Faizal pada 12 Juni 2012

I. PENDAHULUAN
Jangan Berlebih-lebihan…!


DISTORSI SEJARAH

Dalam upaya menyudutkan Islam Dr. Robert M. mencoba membawa kepada setting pra Islam yang digambarkan pagan, kemudian pembaca dibawa kepada seting Eropa modern yang dianggap lebih religius. Untuk kemudian dikatakan umat Islam awal (Arab) bukan saudara dua umat sebelumnya (Israel), dengan dua alasan :

Pertama :

Secara fisik bukan keturunan bapak bangsa­bangsa besar Ibrahim

Kedua    :

Ajaran mereka bukan berasal dari Ajaran Ibarahim tapi dari paganisme Arab. Untuk mendukung pernyataan ini Dr. Robert Morey mencampur aduk antara budaya yang diperangi oleh ajaran clan budaya yang dilestarikan. Psudoilmiah yang lebih cocok dikatakan sebagai “tuduhan tanpa bukti”.

  • Jika umat Kristen dihantam dengan tema besar “masalah kelahiran” yang kemudian mereka jawab dengan berlindung di dalam ‘rumah laba-laba’ TRINITAS, maka tema “bukan keturunan Ibrahim” inilah yang sering dilancarkan untuk menyerang Islam.
    Sekarang mari kita melihat setting masa awal diturunkannya wahyu:
  • Umat Yahudi awal yang menerima taurat, dari bangsa apa? mereka hidup dimana secara geografis? berbahasa apa?

  • Umat Kristen awal yang menerima Injil/Alkitab, dari bangsa apa? hidup dimana? berbahasa apa? Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam Menjawab | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Umat Islam

Posted by Aliey Faizal pada 12 Juni 2012

I. PENDAHULUAN
Jangan Berlebih-lebihan…!

Umat Islam

Allah yang Maha bijaksana memberikan pelajaran kepada Bani Israel -yang selama ini diamanati risalah Allah- dengan memindahkan tanggungjawab amanat kepada saudara serumpun (Sam/Semit) yaitu bangsa Arab. Kesombongan Kaum Israel yang merasa paling pinter diperingati oleh Allah dengan memindahkan tanggung jawab tersebut kepada masyarakat yang memiliki peradaban `lebih rendah’ dari mereka.
‘Lebih rendah’ yang dimaksud jika dibandingkan dengan peradaban lain, seperti Romawi, Persia, atau Cina. Tapi sebenarnya merekalah yang paling siap menerima amanat dengan alasan seperti berikut :

  • Bangsa Arab pra-Islam adalah masyarakat yang hidup dalam lirigkup kesukuan, dimana kehidupan bersama ditentukan oleh adanya persekutuan yang dikenal sebagai Hilf. Kebijakan umum komunitas bangsa Arab diatur melalui persekutuan, sedang kehidupan individu diatur oleh masing-masing klan-desentralisasi yang merupakan ciri kehidupan demokratis-. Mereka tidak pernah terbebani kehidupan herarkis kerajaan yang sentralistik. Itulah sebabnya mereka lebih bisa bersikap egaliter.
  • Peradaban besar yang ada saat itu rata-rata berbentuk kerajaan, dimana hak individu sangat tergantung kepada penguasa. Herarki kemasyarakatan sangat kental dan tidak demokratis karena penguasa cenderung otoriter.
  • Sikap demokratis, egaliter, dan terbuka merupakan lahan yang matang bagi masuknya sebuah ajaran baru yang tidak mengandalkan kekuatan dlan kekuasaan dalam penyebarannya, tapi lebih kepada penggunaan logika. Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam Menjawab | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Umat Kristen

Posted by Aliey Faizal pada 12 Juni 2012

I. PENDAHULUAN
Jangan Berlebih-lebihan…!

Umat Kristen

Atas arogansi yang mereka lakukan, Allah mengirimkan Rasul yang berikutnya yaitu Nabi Isa As. Umat Yahudi yang merasa lebih baik tentu saja tidak akan mengakui kenabian Isa As. Seperti yang pernah mereka lakukan lcepada nabi mereka sendiri, maka perlakuan merelca kepada Nabi Isa As. (Jesus) juga sama bahkan mungkin lebih. Tema sentral penyudutan yang mereka lancarkan adalah masalah kelahiran Nabi Isa As. yang tanpa ayah. Dengan kejam umat Yahudi menuduh Nabi Isa As.sebagai anak haram. Perlakuan semacam ini tentu saja mendapat reaksi pembelaan dari pengikut Nabi Isa As. -yang mengajarkan “jika kau dipukul pipi yang kanan, maka berikanlah pipi yang kiri”-. Sepeninggal Nabi Isa As. sikap yang bermula dari pembelaan menjadi berlebihan ketika bercampur dengan kepentingan. Sikap berlebihan inilah yang menjerumuskan umat ini hingga menganggap nabinya `bukan manusia’ tapi lebih dari itu diangkat ke derajat `tuhan’. Kultus individu yang sering dilakukan oleh manusia terhadap siapapun yang mereka sayangi dan mereka hormati. Apalagi setelah bercampur kepentingan agar dapat menolak anggapan Yahudi bahwa Nabi Isa As. adalah anak haram.
Segala macam argumentasi dibangun hingga sampai pada pernyataan bahwa nabi Isa (Jesus) adalah firman/kalam Allah yang qodim/abadi setelah sebelumnya menyebut ‘anak’ -satu derajat di atas nabi/rasul-. Istilah kalam terpaksa dipakai untu menyatakan bahwa dia bukan manusia. Dilengkapi dengan qodim/abadi untuk menghindari bahwa ia adalah makhluq. Tapi, mari kita berpikir sejenak. Manusia adalah makhluk tertinggi – kecuali yang menyamakan dirinya dengan kera- sedangkan nabi/rasul berada dipuncak mereka. Di atas derajat itu hanya ada satu yaitu Pencipta. Selain Pencipta hanya ada makhluq. Jika manusia tertinggi dinaikkan derajatnya satu tingkat oleh manusia, itu sama saja dengan menuhankan manusia. Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam Menjawab | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Umat Yahudi

Posted by Aliey Faizal pada 12 Juni 2012

I. PENDAHULUAN
Jangan Berlebih-lebihan…!

Umat Yahudi
Nabi Musa menyeru umatnya -bangsa Israel- dan umat manusia secara umum untuk menyembah Allah semata. Seruan tauhid kepada seluruh umat manusia yang diemban Nabi Musa menjadikannya berhadapan dengan bangsa Mesir yang menuhankan Fir’aun. Nabi Musa telah berhasil dengan misinya, lcitab Taurat ditinggalkan kepada kaumnya. Tapi sayang bahwa risalah tauhid tersebut tidak disebarkan oleh umatnya kepada manusia secara umum, karena menganggap diri mereka `berbeda’. Al-Qur’an banyak memberitakan bahwa memang mereka dikarunia akal yang tinggi. Karunia tersebut sangat disayangkan ketika disikapi sebagai alasan untuk membedalcan dirinya dengan umat lain. Sikap `berbeda’ inilah yang membuat merelca bersikap melampaui batas. Banyak Nabi yang telah mereka bunuh, ajaran Rasulpun mereka rubah, kini mereka lebih menyukai Talmud dari pada menggunakan Taurat, Padahal Talmud sendiri ditulis berdasarkan dua komentar atas Taurat yang terkenal, yaitu Mishnah dan Gemara.1 Ajaran Talmud berikut ini sangat memperkuat pernyataan di atas :

“Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari para ahli kitab (Talmud) dari pada ayat-ayat Taurat”. (Talmud kitab Erubin: 2b-edisi Soncino).2 Baca entri selengkapnya »

Posted in Islam Menjawab | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »