Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Misi Kerasulan Yesus

Posted by Aliey Faizal pada 11 Juni 2012

[QS. 61:6. Dan (ingatlah) ketika Yesus anak Maria berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Tauratdan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”]

Tercatat ada 5 (lima) kasus dalam Alkitab yang berkaitan dengan misi kerasulan Yesus yang tampak dibatasi hanya untuk umat Israel.Perlu dijelaskan terlebih dahulu bahwa ketika membaca frasa “umat Israel”, maka ia berkonotasi dengan “umat Yahudi”, sementara ketika membaca frasa “umat Yahudi”, maka ia belum tentu berkonotasi dengan “umat Israel”, karena “agama Yahudi” bukan saja dianut oleh para keturunan Israel (Yakub), tetapi juga dianut oleh orang2 dari bangsa2 lain yang berafiliasi ke agama Yahudi. Namun demikian, Yesus mengemban misi kerasulannya sama sekali bukan untuk orang2 Yahudi, tetapi hanya kepada orang2 keturunan Yakub (Bani Israel). Simak baik2 kasus2 berikut ini:

1. Kasus 1: Perempuan Kanaan.

MATIUS:

15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”   
15:23 Tetapi
Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.”   
15:24 Jawab
Yesus:“Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata:
“Tuhan, tolonglah aku.”  
15:26 Tetapi Yesus menjawab:
“Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”*  15:27 Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”   
15:28 Maka
Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.     

Dalam kasus di atas, Yesus membatasi misinya hanya kepada orang2 sesat dari umat Israel, yang dimetaforakan sebagai “domba2 yang hilang”. Tetapi, mengingat desakan dari perempuan Kanaan tersebut, dan mengingat imannya begitu besar, maka Yesus pun menurutinya. Tindakan Yesus ini merupakan pengecualian atas misinya. Adapun kata “Kanaan” merupakan sebutan bagi kelompok etnis masyarakat yang menghuni Palestina sebelum, dan kemudian berdampingan dengan, bangsa Israel.

Perlu diketahui juga, bahwa kata “anak-anak” dalam ayat di atas adalah metafora bagi umat Israel dimana Yesus mengemban misinya, yaitu para keturunan Israel dari Yehuda. Demikian juga dengan para keturunan Israel dari Benyamin, mereka juga dirujuk sebagai umat Israel. Sedangkan kata “anjing” dalam ayat di atas merupakan metafora bagi orang2 selain umat Yesus yang dalam konteks ini adalah “orang Kanaan”. Orang2 Kanaan, bukanlah umat dimana Yesus mengemban misinya (perhatikan konteks ayat2nya).

2. Kasus 2: Perempuan Yunani.

MARKUS: 

7:24. Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 
7:26 Perempuan itu
seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
7:27 Lalu
Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.* *
7:28 Tetapi perempuan itu menjawab:
“Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” 
7:29 Maka kata
Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” 7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar. 

Kasus Markus di atas sebenarnya sejenis dengan kasus Matius sebelumnya, namun orang yang meminta tolong dalam kasus ini adalah orang Yunani. Dalam kasus ini, orang Yunani tersebut memohon dengan sangat kepada Yesus, yang digambarkan dalam ayat di atas dengan “tersungkur di depan kaki Yesus”.

Lagi2 Yesus menegaskan, bahwa dirinya hanyalah mengemban misi kepada “anak-anak”, bukan kepada “anjing”. Sebagaimana dijelaskan dalam kasus Matius di atas, bahwa kata “anak-anak” adalah metafora bagi umat Israel dimana Yesus mengemban misinya, sedangkan kata “anjing” merupakan metafora bagi orang2 selain umat Yesus, yang dalam konteks ini adalah “orang Yunani”. Jangankan orang Yunani, orang Kanaan pun Yesus tidak menyampaikan misinya.

Namun demikian, oleh karena desakan dan permohonan yang merengek2 dari orang Yunani tersebut, Yesus pun menuruti permohonannya. Sebagaimana kasus Matius di atas, kasus ini juga merupakan pengecualian atas misi yang diemban Yesus, oleh karena “kata-kata orang Yunani” tersebut telah meluluhkan hati Yesus.

3. Kasus 3: Perwira Romawi.

LUKAS:

7:1. Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.   
7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus,
ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya:
“Ia layak Engkau tolong,
7:5
sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” 
7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu,
perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; 7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
7:8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” 7:9 Setelah
Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” 
7:10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah
hamba itu telah sehat kembali. 

Dalam kasus di atas, Perwira Romawi tidak langsung meminta tolong kepada Yesus, tetapi meminta tolong kepada sesepuh2 Yahudi untuk menemui Yesus. Sesepuh2 Yahudi berhasil meyakinkan Yesus bahwa Perwira Romawi tersebut layak untuk mendapat pertolongan karena banyak berjasa bagi umat Israel. Akhirnya, Yesus pun menuruti keinginan sesepuh2 Yahudi tersebut. Sesampainya Yesus di dekat rumah Perwira Romawi, Yesus mendapati iman Perwira tersebut begitu besar, sehingga hambanya disembuhkan. Lagi2 ini adalah pengecualian atas misi kerasulan Yesus, karena dibujuk oleh sesepuh2 Yahudi.

4. Kasus 4: Larangan Yesus.

MATIUS:

10:5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi**atau masuk ke dalam kota orang Samaria,   
10:6 melainkan
pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.  

Dalam ayat2 di atas, Yesus melarang keduabelas muridnya untuk memasuki wilayah orang2 non Yahudi termasuk wilayah Samaria. Orang2 Samaria adalah keturunan campuran antara orang2 Asyur dan orang2 Israel, yang melaksanakan jenis agama Yahudi mereka sendiri, lengkap dengan versi Taurat mereka. Yesus hanya memerintahkan murid2nya kepada orang2 sesat dari umat Israel, yang dimataforakan sebagai “domba2 yang hilang”. Lagi2 Yesus membatasi misi kerasulannya, bahkan untuk orang Samaria sekalipun! Lebih jauh, Yesus menyebut orang Samaria sebagai orang asing! Selengkapnya, lihat di bawah ini.

5. Kasus 5: Orang Asing. 

LUKAS:

17:11. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
17:12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
17:13 dan berteriak:
“Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
17:14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata:
“Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
17:15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
17:16 lalu
tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17:17 Lalu
Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 
17:18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada
orang asing ini?”
17:19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Perhatikan baik2 bagaimana Yesus kembali menyembuhkan seseorang yang bukan dari Israel lantaran iman yang didapati Yesus terhadap orang tersebut demikian baik. Sekali lagi, ini merupakan pengecualian atas misi yang diemban Yesus.

Dalam kasus di atas, dari sepuluh orang berpenyakit kusta yang telah disembuhkan Yesus, salah satunya adalah seorang Samaria. Dan Yesus menyembuhkan orang tersebut oleh karena iman orang tersebut yang baik. Perlu dicatat, di sini Yesus secara tegas menyatakan berkenaan dengan orang Samaria yang telah disembuhkannya itu sebagai orang asing. Sementara sembilan orang Israel yang telah disembuhkan bersama2 orang Samaria tersebut, kabur menjauh dari Yesus. 

Semakin jelaslah sekarang, bahwa Yesus hanya mengemban misi kerasulan yang sangat terbatas, yakni hanya kepada orang2 sesat Israel!  

Dari kelima kasus di atas, terlihat jelas bahwa Yesus membatasi misinya hanya untuk umat Israel. Mengapa orang2 non Israel tidak memperhatikan misi yang diemban Yesus??? Sungguh sangat mengherankan!!!

Keterangan:

* Selainterdapat dalamMatius 7:6; 15:26 dan Markus 7:27, metafora “anjing” juga terdapat dalam salah satu kitab apokrif Perjanjian Baru, yaitu “Injil” Thomas(Robinson JM, hal 136 – 1990), yang oleh para sarjana alkitabiah diidentifikasi berasal dari sumber Q.

**Frasa “orang-orang non Yahudi” dalam Matius 10:5, diganti dengan “bangsa lain” dalam versi Alkitab Indonesia.

 

 

Artikel Terkait :

 


Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: