Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Hukum menelan air liur pasangan pada saat berciuman

Posted by Aliey Faizal pada 8 Juni 2012

Berciuman, selain salah satu cara paling ampuh untuk merangsang pasangan, juga memiliki efek baik untuk kesehatan. Tak hanya menghilangkan stres dan membakar kalori, ciuman juga dipercaya dapat mencegah kerusakan gigi termasuk gigi berlubang.
Kuncinya terdapat pada air liur atau saliva. Air liur merupakan pelindung alami gigi. Saat sekresi dan kontak dengan gigi, air liur akan menetralkan asam yang akan terbentuk dari partikel makanan yang tinggal di mulut dan di antara gigi. Asam ini berpotensi berbahaya bagi email (enamel) gigi.

Nah, yang menjadi persoalannya, bagaimanakah hukumnya menelan air liur pasangan pada saat berciuman?
Tentu saja Boleh, karena air liur termasuk cairan suci dan Selama masih berada dalam rongga mulut tidaklah menjijikkan.

Referensi:

Tuhfatul Muhtaj jilid 1 hal 165 cet. Dar Fikr
بخلاف أكله لزوال صورته قبل ملاقاته للمعدة ولا تضر ملاقاته للريق ؛ لأنه ما دام بمعدنه غير مستقذر ومن ثم جاز مصه من الحليلة كما يأتي في الأطعمة
Nas di atas juga di naqal dalam I`anatuth thalibin 1 hal 69 cet. Toha putra

Satu Tanggapan to “Hukum menelan air liur pasangan pada saat berciuman”

  1. aulia said

    :))

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: