Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Ketika Surga Jadi Pilihan (asbabun nuzul surat Al-Lail)

Posted by Aliey Faizal pada 7 Juni 2012


بِسم الله الر حمن الر حيم

Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh
Abdullah bin Abbas r. humaa berkata,” Di rumah seseorang ada sebatang pohon kurma. Ujung pohon kurma tersebut condong keatas  rumah tetangganya yang fakir. Ketika orang itu memanjat kurma untuk memetik buahnya, maka pohon kurma tersebut bergoyang- goyang dan beberapa buah kurma telah masak berjatuhan di pekarang rumah tetangganya itu. Kemudian buah kurma yang terjatuh tersebut  di ambil oleh anak- anak tetangganya yang miskin itu

Setelah selesai memetik buah kurma, orang tersebut turun, kemudian pergi menuju rumah tetangganya, lalu merampas kurma- kurma yang berada didalam genggaman anak- anak tetangganya itu, bahkan buah kurma yang sudah dimakan pun di keluarkan dengan cara memasukkan jari kedalam mulutnya. Orang miskin itu menghadap Rasulullah saw dan mengadukan hal itu kepada beliau saw.
 Setelah Rasulullah saw mendengarkannya, beliau saw bersabda,” Baiklah, sekarang pulang lah kamu.”    Setelah itu Rasulullah saw berkata kepada si pemilik pohon kurma, “ Maukah kamu memberikan pohon kurmamu yang condong  di atas rumah si fulan kepadaku dengan jaminan , sebagai gantinya kamu akan memperoleh satu pohon kurma disurga?” orang itu menjawab,” Ya Rasulullah, banyak orang yang mau membelinya, dan saya pun masih mempunyai banyak pohon kurma, tetapi saya sangat suka dengan pohon kurma yang satu ini.”    Setelah berbicara demikian, ia meminta maaf karena tak bisa memberikannya. Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah saw diam saja.

Ketika itu, ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan tersebut. Setelah pemilik pohon kurma itu pergi, orang itu berkata kepada Rasulullah saw, “Seandainya saya yang menyerahkan pohon kurma itu, apakah saya juga mendapat apa yang engkau janjikan kepada pemilik kurma itu, yakni memperoleh pohon kurma disurga?”    Rasulullah saw menjawab,” Ya, bagimu juga janji seperti itu.”    Orang itu bangkit dan pergi menemui pemilik pohon kurma itu dan berkata,” saya mempunyai kebun kurma, dan engkau dapat menjual pohon kurmamu itu dengan harga berapa saja. “    pemilik pohon kurma itu berkata,” Rasulullah saw telah menjanjikan untuk saya satu batang pohon kurma di surga apabila saya mau menyerahkan  pohon kurma itu kepada beliau. Dengan janji itu saya tetap tidak mau menyerahkan pohon kurma itu kepada beliau. Dengan janji itu saya tetap tidak memberikannya, karena pohon kurma itu sangat saya sukai. Saya mau menjualnya, akan tetapi tidak ada yang mau membeli dengan harga yang saya inginkan.”      Orang itu bertanya,” Berapa harga yang engkau inginkan?”      pemilik pohon kurma itu menjawab,” Saya menjualnya dengan harga 40 batang pohon kurma.”    Orang itu berkata,” satu batang pohon kurma yang bengkok dijual seharga 40 batang pohon kurma, betapa mahalnya. Tetapi baiklah , seandainya saya bersedia membeli dengan harga tersebut, apakah engkau mau menjualnya?”    pemilik pohon kurma itu berkata,”Jika benar ucapanmu, bersumpahlah bahwa engkau akan memberikan 40 pohon kurma untuk menggantikan satu pohon kurma saya.” Kemudian orang itu bersumpah bahwa ia telah memberikan 40 pohon kurma sebagai ganti satu pohon kurma yang bengkok tersebut.

Setelah kejadian tersebut, pemilik pohon kurma itu kembali dan berkata,” Saya tidak akan menjual pohon kurma saya ini.”    Orang itu berkata,” Engkau tidak mungkin mengingkari janjimu karena saya juga telah bersumpah.”    Pemilik pohon kurma itu berkata.” Baiklah, tetapi dengan syarat semua pohon yang berada di satu tempat.”   Setelah berfikir sejenak, orang itu pun menjanjikan bahwa semua pohon yang berada dalam satu tempat. Setelah menguatkan akad jual beli, orang itu datang kepada Rasulullah saw, dan berkata,” Wahai Rasulullah, saya telah membeli pohon kurma itu untuk saya berikan kepada engkau.”     Rasulullah saw pun pergi kerumah orang fakir tersebut dan menyerahkan seluruh pohon yang di terimanya kepada orang fakir tersebut. Setelah peristiwa itu maka turunlah surat Al-Lail. (Fadhilah sedekah)

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), 
dan siang apabila terang benderang, 
dan penciptaan laki-laki dan perempuan
sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. 
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa
dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), 
maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah
Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup
serta mendustakan pahala terbaik, 
maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. 
Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa
Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk
dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. 
Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. 
Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, 
yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). 
Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, 
yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya
padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya
tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi. 
Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.
(QS. Al-Lail :1-21)

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: