Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Bab 3.04 Hal-hal Yang Perlu Dilakukan Sewaktu Kelahiran Anak

Posted by Aliey Faizal pada 7 Juni 2012

  1. Ibu perlu selalu menjaga auratnya ketika hendak bersalin.
  2. Anak yang dilahirkan hendaklah disambut dengan tangan yang suci (wanita beriman) dalam suasana penuh keislaman. Kemudian didengarkan dengan kalimah memuji kebesaran Allah dengan azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri.
  3. Jika anak itu hendak disusukan oleh orang lain, maka pilihlah perempuan yang solehah dan kuat beragama. Sebaiknya ibunyalah yang mempunyai sifat demikian. Susu yang bersih memberi keberkatan kepada anak dan tingkah laku ibu atau ibu susu menjadi contoh atau tiruan kepadanya.
  4. Sunat dicukur kepala anak serta memberi sedekah emas atau perak seberat timbangan rambutnya itu pada hari ketujuh kelahirannya. Hikmahnya akan menambahkan tenaga dan menyehatkan badan serta pendengarannya. Sunat juga mengaqiqahkan anak itu pada hari itu yaitu dengan dua ekor kambing bagi bayi lelaki dan seekor kambing bagi bayi perempuan. Sabda Rasulullah SAW:
    Anak diaqiqahkan pada hari ketujuh, lalu diberi diberi nama dan dibuangkan segala yang mengganggunya (di cukur).” Abi Abdullah meriwayatkan dari bapanya, bahwa Rasulullah SAW telah membuat aqiqah untuk cucunya Hasan dan Husein dengan dua ekor kambing pada hari ketujuh kelahiran kedua-duanya. Tidak dipatahkan akar tulang-tulang kambing itu. Dagingnya dibuat sup dan dijamu kepada tetangga.
  5. Pada hari ketujuh itu juga ibu bapa disuruh memberi nama yang bagus seperti nama para rasul dan sahabat Rasulullah agar mendapat keberkatannya. Contohnya Muhammad, Ahmad, Abdullah, Rokiah, Khadiijah, Ummu Salamah, Maimunah, Atiqah dan lain-lain. Sabda Rasulullah SAW: Di antara kewajiban ayah kepada anaknya ialah mendidiknya baik-baik dan memberinya nama yang baik. ” Sabda Rasulullah SAW lagi:
    Suatu kaum yang mengadakan musyawarah lalu lahir di dalamnya seorang yang bemama Muhammad akan mendapat kebaikan kaum itu.
  6. Hendaklah selalu diperdengarkan kepada anak-anak kecil akan kalimah-kalimah suci. Misalnya di dalam buaian diperdengarkan kalimah yang artinya: “Tidak ada Tuhan yang disembah melainkan Allah, yang memerintah, benar lagi nyata, Muhammad utusan Allah, benar janjinya lagi dipercayai.’
  7. Sunat memotong kuku bayi.
  8. Sunat mencecahkan makanan manis yang tidak dimasak (seperti kismis, kurma dan madu) ke bibir dan langit-langit bayi.

 

Artikel ini adalah bagian dari buku Panduan Wanita Solehah yang berisi panduan-panduan untuk wanita soleh dari  Abuya Syeikh Ashaari bin Muhammad At Tamimi

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: