Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Para Syuhada Tragedi Kapal Mavi Marmara

Posted by Aliey Faizal pada 3 Juni 2012

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan mereka tingkat tertinggi di Syurga Firdaus, dan semoga Allah sabarkan dan teguhkan seluruh keluarga dan kerabat yang ditinggalkannya. Allahumma Aamiin ya Rabbil ‘Alamiin.

Melupakan kejahatan sama dengan membantu kejahatan, kata sebuah ungkapan. Situs Occupied Palestine ingin mencegah masyarakat dunia dari lupa terhadap kejahatan Zionis Israel yang dilakukan dua tahun yang lalu ini. Menjelang peringatan dua tahun (31 Mei 2010) serangan angkatan  bajak laut Zionis terhadap misi kemanusiaan Freedom Flotilla to Gaza (Armada Kebebasan untuk Gaza), situs itu menerbitkan kembali foto-foto kejahatan biadab itu.

Sahabat Al-Aqsha menerbitkan dan menterjemahkan arsip tersebut, kami dedikasikan untuk para Syuhada Freedom Flotilla khususnya sembilan orang relawan yang ditembak mati di atas kapal Mavi Marmara, kapal utama misi kemanusiaan itu. Misi yang membawa bantuan kemanusiaan seberat lebih dari 10 ribu ton itu diserang oleh angkatan bajak laut Zionis di perairan internasional.

Dua orang relawan Sahabat Al-Aqsha ikut serta dalam misi kemanusiaan itu, dan ikut menjadi korban perampokan, penganiayaan, dan teror Zionis Israel yang saat itu telah mengepung Jalur Gaza selama 3 tahun.

Kita tidak akan pernah melupakan kesembilan saudara kita relawan-relawan yang mati syahid dibunuh oleh Zionis di pagi hari yang cerah itu. Mereka adalah:

1. Asy-Syahid Ibrahim Bilgen

2. Asy-Syahid Ali HaydarBengi

3. Asy-Syahid Cevdet Kiliçlar

4. Asy-Syahid Çetin Topçuoglu

5. Asy-Syahid Necdet Yildirim

6. Asy-Syahid Fahri Yaldiz

7. Asy-Syahid Cengiz Songür

8. Asy-Syahid Cengiz Akyüz

9. Asy-Syahid Furkan Dogan

Ibrahim Bilgen | Seorang insinyur, da’i, dan politisi Turki berusia 61 tahun, yang menjadi relawan di kapal Mavi Marmara, yang memiliki enam anak dari hasil pernikahannya.
Ditembak di kening sebelah kanan, di dada sebelah kiri, di punggung, dan di pahanya. Pemeriksaan forensik atas jenazahnya menemukan peluru berkaliber besar yang bersarang di otaknya, sebuah peluru yang biasa ditembakkan dari senapan berburu.

Ali Heyder Bengi | Pria berusia 39 tahun ini berasal dari Diyarbakir – lulusan Fakultas Sastra Arab dari Universitas Al-Azhar (Cairo) – menikah dan memiliki empat orang anak. Ditembak enam kali termasuk satu di perutnya.

Cevdet Kiliçlar | 38 tahun, redaktur website organisasi kemanusiaan terbesar di Turki yang mengkordinasi misi Freedom Flotillah ini yaitu IHH, sudah menikah dan memiliki dua anak.
Dibunuh dengan sebutir peluru yang tepat masuk diantara kedua alis matanya dan memburaikan otaknya, hanya karena ia hendak memotret para tentara Zionis Israel itu saat menyerang.

Çetin Topçuoglu | 54 tahun, bekas Juara Taekwondo yang bekerja sebagai pelatih tim nasional Taekwondo Turki. Ditembak tiga kali: sekali di bagian belakang kepalanya, sekali di paha, dan sekali di perutnya. Ia mati syahid di depan mata istrinya yang juga atlet Taekwondo dan relawan di kapal itu.

Necdet Yildirim | Seorang pekerja kemanusiaan di IHH dari kota Malatya – Menikah dan ayah dari seorang gadis kecil berusia tiga tahun. Ditembak dua kali di pundak kanan, dan di punggung kiri.

Fahri Yildiz | 43 tahun, seorang pegawai pemadam kebakaran di kota Adiyaman– menikah dan ayah dari empat anak.
Ditembak dengan lima peluru, yang paling mematikan di dadanya.

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: