Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Archive for Juni, 2012

Biro Perjalanan Jamaah Haji Khusus Siap-Siap Gigit Jari

Posted by Aliey Faizal pada 22 Juni 2012

Jakarta – Kalau tahun lalu Jamaah Haji Khusus (ONH Plus) masih dapat tambahan kuota 6.500 orang jamaah dari hasil pemberian kuota tambahan Pemerintah Arab Saudi sebanyak 10.000 orang, maka tahun ini ratusan biro perjalanan haji khusus yang tergabung dalam AMPHURI dan AMPUH dipastikan akan gigit jari dengan tidak dapat kuota tambahan lagi. Sebab jika Pemerintah Arab Saudi hanya memberi kuota tambahan  10.000 orang saja sebagaimana tahun lalu, maka yang 9.000 akan habis untuk diprioritaskan bagi jamaah haji regular yang berusia diatas 80 tahun.

Kepada para wartawan seusai membuka Rakornas Kemenag 2012 di Hotel Mercure, Jakarta, Rabu (20/6), Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan untuk tahun ini kuota tambahan akan dihabiskan bagi jamaah haji yang berusia diatas 80 tahun untuk segera diberangkatkan ke tanah suci. Sedangkan tahun depan akan diprioritaskan bagi jamaah haji yang berusia diatas 70 tahun.

“Kemungkinan jamaah haji khusus tidak akan mendapat kuota tambahan sebagaimana tahun lalu yang mencapai 6.500 orang jika Pemerintah Arab Saudi hanya memberi kuota tambahan 10.000 orang sehingga jumlah jamaah haji Indonesia tahun ini menjadi 221.000 orang. Sebab kuota tambahan itu akan diprioritaskan bagi jamaah haji berusia 80 tahun keatas yang jumlahnya mencapai 9.000 orang,” ungkap Suryadharma Ali. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Front Pembela Islam | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Pembina GUMAM: Menkes Bekerja Untuk Kaum Liberal

Posted by Aliey Faizal pada 22 Juni 2012

Jakarta – Banyak kalangan merasa geram atas ulah Menteri Kesehatan,Nafsiah Mboi, yang baru saja dilantik. Bukan membuat kebijakan yang positif untuk masa depan kesehatan di Indonesia, Menteri yang sudah udzur itu justru membuat gebrakan dengan menggalakkan kampanye kondom bagi pelaku seks beresiko, termasuk kepada para remaja.

Diantara yang paling sengit menyuarakan perlawanan pada kampanye kondom yang dicanangkan Menkes ialah Ummu Hafizh, pembina Gerakan Umat Anti Maksiat (GUMAM).

Ummu Hafizh menilai, program Menkes yang baru saja dilantik itu sangat berpotensi menjerumuskan generasi muda pada penyakit HIV/AIDS.

“Aneh bin ajaib, Menkes yang baru diangkat  mengawali masa kerjanya  dengan program yang justru menjerumuskan generasi muda pada zina yang menimbulkan potensi terkena penyakit mematikan HIV/AIDS,“ ujarnya ketika ditemui Suara Islam Online di Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Ummu Hafizh juga mengatakan, kuat dugaan orang-orang liberal berada di belakang program yang dijalankan oleh Menkes.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Front Pembela Islam | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Keterlaluan ! Proyek Pengadaan Al-Qur’an Kok Dikorupsi

Posted by Aliey Faizal pada 22 Juni 2012

Jakarta- Indonesia memang sudah menjadi sarangnya para koruptor bahkan korupsi sudah menjadi budaya birokrasi. Bayangkan, proyek pengadaan Kitab Suci Al Qur’an di Kementerian Agama (Kemenag) yang seharusnya menjadi tugas mulia dan bersih dari korupsi, justru menjadi sasaran korupsi para oknum Kemenag yang hanya ingin memperkaya diri sendiri.

Kepada para wartawan yang menemuinya di Kantor Pusat Kemenag jalan Thamrin, Kamis (21/6), Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar sangat menyayangkan ulah oknum yang mencoreng nama baik Kementerian yang dipimpinnya tersebut.

“Intinya, saya terbuka siapa pun yang akan mengusut adanya dugaan korupsi pengadaan Al Qur’an, baik KPK maupun Kejaksaan. Yang terpenting kasus ini segera dituntaskan. Malu kan kita umat Islam, masak pengadaan Al Qur’an dikorupsi, masya’ Allah. Kalau ditemukan pelakunya tolong ditindak tegas,” ujar Nasaruddin Umar.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Front Pembela Islam | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

Bab Khulu’

Posted by Aliey Faizal pada 22 Juni 2012

KITAB NIKAH   

 

BAB KHULU’

بَابُ اَلْخُلْعِِ

Hadits No. 1094

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa istri Tsabit Ibnu Qais menghadap Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah, aku tidak mencela Tsabit Ibnu Qais, namun aku tidak suka durhaka (kepada suami) setelah masuk Islam. Lalu Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apakah engkau mau mengembalikan kebun kepadanya?”. Ia menjawab: Ya. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (kepada Tsabit Ibnu Qais): “Terimalah kebun itu dan ceraikanlah ia sekali talak.” Riwayat Bukhari. Dalam riwayatnya yang lain: Beliau menyuruh untuk menceraikannya.

َعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- ( أَنَّ اِمْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ أَتَتْ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اَللَّهِ ! ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ مَا أَعِيبُ عَلَيْهِ فِي خُلُقٍ وَلَا دِينٍ , وَلَكِنِّي أَكْرَهُ اَلْكُفْرَ فِي اَلْإِسْلَامِ , قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم  أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ ? , قَالَتْ : نَعَمْ  قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم  اِقْبَلِ اَلْحَدِيقَةَ , وَطَلِّقْهَا تَطْلِيقَةً )  رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ : ( وَأَمَرَهُ بِطَلَاقِهَا )

Hadits No. 1095

Menurut riwayat Abu Dawud dan hadits hasan Tirmidzi: bahwa istri Tsabit Ibnu Qais meminta cerai kepada beliau, lalu beliau menetapkan masa iddahnya satu kali masa haid.

َوَلِأَبِي دَاوُدَ , وَاَلتِّرْمِذِيِّ وَحَسَّنَهُ : ( أَنَّ اِمْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ اِخْتَلَعَتْ مِنْهُ , فَجَعَلَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عِدَّتَهَا حَيْضَةً )

Hadits No. 1096

Menurut riwayat Ibnu Majah dari Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, r.a: Bahwa Tsabit Ibnu Qais itu jelek rupanya, dan istrinya berkata: Seandainya aku tidak takut murka Allah, jika ia masuk ke kamarku, aku ludahi wajahnya.

َوَفِي رِوَايَةِ عَمْرِوِ بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ عِنْدَ اِبْنِ مَاجَهْ : ( أَنَّ ثَابِتَ بْنَ قَيْسٍ كَانَ دَمِيمً ا وَأَنَّ اِمْرَأَتَهُ قَالَتْ : لَوْلَا مَخَافَةُ اَللَّهِ إِذَا دَخَلَ عَلَيَّ لَبَسَقْتُ فِي وَجْهِهِ )

Hadits No. 1097

Menurut riwayat Ahmad dari haditsh Sahal Ibnu Abu Hatsmah: Itu adalah permintaan cerai yang pertama dalam Islam.

َوَلِأَحْمَدَ : مِنْ حَدِيثِ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ : ( وَكَانَ ذَلِكَ أَوَّلَ خُلْعٍ فِي اَلْإِسْلَامِ )

Posted in Hadits | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bab Pembagian Giliran

Posted by Aliey Faizal pada 22 Juni 2012

KITAB NIKAH   

 

BAB PEMBAGIAN GILIRAN

بَابُ اَلْقَسْمِِ

Hadits No. 1084

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam selalu membagi giliran terhadap para istrinya dengan adil. Beliau bersabda: “Ya Allah, inilah pembagianku sesuai dengan yang aku miliki, maka janganlah Engkau mencela dengan apa yang Engkau miliki dan aku tidak memiliknya.” Riwayat Imam Empat. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim. Tirmidzi lebih menilainya sebagai hadits mursal.

َعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقْسِمُ , فَيَعْدِلُ , وَيَقُولُ : اَللَّهُمَّ هَذَا قَسْمِي فِيمَا أَمْلِكُ , فَلَا تَلُمْنِي فِيمَا تَمْلِكُ وَلَا أَمْلِكُ )  رَوَاهُ اَلْأَرْبَعَةُ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ , وَلَكِنْ رَجَّحَ اَلتِّرْمِذِيُّ إِرْسَالَه ُ

Hadits No. 1085

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa memiliki dua orang istri dan ia condong kepada salah satunya, ia akan datang pada hari kiamat dengan tubuh miring.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat, dan sanadnya shahih.

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( مَنْ كَانَتْ لَهُ اِمْرَأَتَانِ , فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا , جَاءَ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ , وَسَنَدُهُ صَحِيح ٌ

Hadits No. 1086

Anas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Menurut sunnah, apabila seseorang kawin lagi dengan seorang gadis hendaknya ia berdiam dengannya tujuh hari, kemudian membagi giliran; dan apabila ia kawin lagi dengan seorang janda hendaknya ia berdiam dengannya tiga hari, kemudian membagi giliran.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.

َوَعَنْ أَنَسٍ قَالَ : ( مِنَ اَلسُّنَّةِ إِذَا تَزَوَّجَ اَلرَّجُلُ اَلْبِكْرَ عَلَى اَلثَّيِّبِ أَقَامَ عِنْدَهَا سَبْعًا , ثُمَّ قَسَمَ , وَإِذَا تَزَوَّجَ اَلثَّيِّبَ أَقَامَ عِنْدَهَا ثَلَاثًا , ثُمَّ قَسَمَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ , وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيّ ِ 

Hadits No. 1087

Dari Ummu Salamah Radliyallaahu ‘anhu bahwa ketika Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menikahinya, beliau berdiam dengannya selama tiga hari, dan beliau bersabda: “Sesungguhnya engkau di depan suamimu bukanlah hina, jika engkau mau aku akan memberimu (giliran) tujuh hari, namun jika aku memberimu tujuh hari, aku juga harus memberi tujuh hari kepada istri-istriku.” Riwayat Muslim.

َوَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لَمَّا تَزَوَّجَهَا أَقَامَ عِنْدَهَا ثَلَاثًا , وَقَالَ : إِنَّهُ لَيْسَ بِكِ عَلَى أَهْلِكِ هَوَانٌ , إِنْ شِئْتِ سَبَّعْتُ لَكِ , وَإِنْ سَبَّعْتُ لَكِ سَبَّعْتُ لِنِسَائِي )  رَوَاهُ مُسْلِم ٌ

Hadits No. 1088

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Saudah Binti Zam’ah pernah memberikan hari gilirannya kepada ‘Aisyah. Maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memberi giliran kepada ‘Aisyah pada harinya dan pada hari Saudah. Muttafaq Alaihi.

َوَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- ( أَنَّ سَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ وَهَبَتْ يَوْمَهَا لِعَائِشَةَ , وَكَانَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَقْسِمُ لِعَائِشَةَ يَوْمَهَا وَيَوْمَ سَوْدَةَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ 

Hadits No. 1089

Dari Urwah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam berkata: Wahai anak saudara perempuanku, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tidak mengistimewakan sebagian kami atas sebagian yang lain dalam pembagian giliran tinggalnya bersama kami. Pada siang hari beliau berkeliling pada kami semua dan menghampiri setiap istri tanpa menyentuhnya hingga beliau sampai pada istri yang menjadi gilirannya, lalu beliau bermalam padanya. Riwayat Ahmad dan Abu Dawud, dan lafadznya menurut Abu Dawud. Hadits shahih menurut Hakim.

َوَعَنْ عُرْوَةَ قَالَ : ( قَالَتْ عَائِشَةُ : يَا اِبْنَ أُخْتِي ! كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَا يُفَضِّلُ بَعْضَنَا عَلَى بَعْضٍ فِي اَلْقَسْمِ مِنْ مُكْثِهِ عِنْدَنَا , وَكَانَ قَلَّ يَوْمٌ إِلَّا وَهُوَ يَطُوفُ عَلَيْنَا جَمِيعًا , فَيَدْنُو مِنْ كُلِّ اِمْرَأَةٍ مِنْ غَيْرِ مَسِيسٍ , حَتَّى يَبْلُغَ اَلَّتِي هُوَ يَوْمُهَا , فَيَبِيتَ عِنْدَهَا )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَأَبُو دَاوُدَ وَاللَّفْظُ لَهُ , وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِم ُ

Hadits No. 1090

Menurut riwayat Muslim bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Apabila Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sholat Ashar, beliau berkeliling ke istri-istrinya, kemudian menghampiri mereka. Hadits.

َوَلِمُسْلِمٍ : عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا صَلَّى اَلْعَصْرَ دَارَ عَلَى نِسَائِهِ , ثُمَّ يَدْنُو مِنْهُنَّ )  اَلْحَدِيث َ 

Hadits No. 1091

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah bertanya ketika beliau sakit yang menyebabkan wafatnya: “Dimana giliranku besok?”. Beliau menginginkan hari giliran ‘Aisyah dan istri-istrinya mengizinkan apa yang beliau kehendaki. Maka beliau berdiam di tempat ‘Aisyah. Muttafaq Alaihi.

َوَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَسْأَلُ فِي مَرَضِهِ اَلَّذِي مَاتَ فِيهِ : أَيْنَ أَنَا غَدًا ? , يُرِيدُ : يَوْمَ عَائِشَةَ , فَأَذِنَ لَهُ أَزْوَاجُهُ يَكُونُ حَيْثُ شَاءَ , فَكَانَ فِي بَيْتِ عَائِشَةَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

Hadits No. 1092

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila ingin bepergian, beliau mengundi antara istri-istrinya, maka siapa yang undiannya keluar, beliau keluar bersamanya. Muttafaq Alaihi.

َوَعَنْهَا قَالَتْ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَرَادَ سَفَرًا أَقْرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ , فَأَيَّتُهُنَّ خَرَجَ سَهْمُهَا , خَرَجَ بِهَا )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

Hadits No. 1093

Dari Abdullah Ibnu Zam’ah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu memukul istrinya seperti ia memukul budak.” riwayat Bukhari.

َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ زَمْعَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَجْلِدُ أَحَدُكُمْ اِمْرَأَتَهُ جَلْدَ اَلْعَبْدِ )  رَوَاهُ اَلْبُخَارِيّ

Posted in Hadits | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »