Aliey Faizal

'Isy Kariiman Aw Muth Syahiidan

Bahr Ad-Dumu’ (Pendahuluan)

Posted by Aliey Faizal pada 26 Mei 2012

PENDAHULUAN

Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah menciptakan segala sesuatu dengan kelembutan kekuasaan-Nya dan keindahan ciptaan-Nya. Dia lah yang telah menciptakan dengan indah segala sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. tiada sekutu bagi-Nya pada apa-apa yang Dia ciptakan. Ia menyerasikan antara yang lembut dan yang kasar dari satuan-satuan partikel inti lalu menyatukannya, agar dengannya dikukuhkan ke esa an diri-Nya, dan dibuktikan eksistensi Sang Pencipta dari apa yang telah diciptakan-Nya
Maka orang-orang yang arif itu akan berdiri dibawah naungan kelembutan-Nya dengan berpayung Tobat wan Wara’. Didalam hati mereka tidak ada ruang bagi kesombongan, sebab perlindungan-Nya menyambut mereka dengan gembira dan dengan kasih sayang yang luas. Maka apabila mereka itu condong mengikuti kehendak pribadi mereka, maka akan segera dikembalikan oleh-Nya kepada rasa takut dan kesedihan yang akan menyelamatkan. Jika terbesit dalam keinginan mereka untuk berpaling dari pintu-Nya maka akan dicegah oleh aturan-aturan gaib, sehingga mereka merasa lebih mulia untuk kembali dan bertahan pada pintu cinta-Nya.

Diantara mereka ada yang menyembunyikan cintanya, meredam keluh kesah lidahnya.
Namun ada yang berterus terang berkata, “Biarkanlah semua orang mencela”
Bukankah hatiku yang menjadi tempat ujian ?
Bagaimana kan tersembunyi isinya, sedang hati itu telah terkoyak ?!
Mana para pencinta dan yang mencintai mereka ?
Dimana orang berkumpul dan berpisah karena cinta itu ?
Mata-mata yang tak berhenti menangis
Sungguh menakjubkan mata yang tertumpah dan menangis di kala gundah
Mereka mengharamkan tidur, dan pencinta itu tak dapat tidur, meski di saar tenang}
Dipintu mereka menangis, dan tangisan itu berguna andai kemunafikan tak menodainya
Mereka tertolong oleh air matanya, dan apabila air mata pencinta itu menolong, sungguh kan berguna

Dan ketika Mereka berada dalam kebimbangan antara ketakutan dan kesedihan, mabuk oleh minuman keputus asaan dan kerakusan, tiba-tiba terbitlah rembulan kebahagiaan dari ufuk iradah di kisi-kisi hati mereka yang bermandikan cahaya.
Mereka mendapat karunia berupa pakaian sutera ketentraman, kesenangan dan berbagai perhiasan yang indah menawan. Pada setiap perhiasan itu terdapat dua bendera yang menjadikan pemakainya seorang yang mulia. Bendera di sisi kanan adalah : “Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka,” (Al-Anbiyaa’ : 101), dan bendera di sisi kiri : ” Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” (Al-Anbiya : 103)
Maka Mahasuci Allah yang menerima taubat orang yang jahat, menerima kembali orang yang durhaka apabila ia bertobat dan kembali kepada-Nya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Ta’ala, tiada sekutu bagi-Nya. Kita semua senantiasa berikrar bahwa Allah itu Maha esa, satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Kita juga tunduk pada-Nya karena kemuliaan dan keindahan-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan rasul-Nya, yang telah menuntun kita pada jalan-jalan lurus yang mesti kita tempuh, menetapkan kewajiban-kewajiban, mensyariatkan hari-hari besar dan Jum’at. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada keluarga daripada sahabat-sahabat beliau , selama air tenang dan memancar, dan selama bintang-bintang tampak dan terbit di ufuk langit. Begitu pula salam sebanyak-banyaknya kepada mereka.
Allah SWT berfirman :
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (Adz-Dzaariyat : 55)
Dalam sebuah riwayat hadits Qudsi disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : “Allah Ta’ala berfirman : “Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari)
“Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman : “Aku menurut dugaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu.” (Hadits ditakhrij oleh Turmidzi).
“Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : Allah swt. berfirman : “Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika ia mengingatKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia mengingatKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari padanya. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepadaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil”. (Hadits ditakhrij oleh At Turmidzi).
“Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw, bersabda : “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : “Aku bersama hambaKu apabila ia ingat kepadaKu dan kedua bibirnya bergerak (mengucapkan dzikir) kepadaKu”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).
“Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasuulullah saw. bersabda : “Allah swt. berfirman : “Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku ingat kepadanya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang banyak maka Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari padanya. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).
Abdullah bin Abbas ra, menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa yang tidak sanggup berpayah-payah sholat dimalam hari, takut memerangi musuh, serta bakhil untuk menginfakkan hartanya, maka hendaknya ia memperbanyak dzikir kepada Allah SWT” (Hadits ini Shahih karena diperkuat hadits lain dari Ibnu Mas’ud)
Berkata Jabir bin Abdullah ra., “Rasulullah SAW pernah mendatangi kami yang sedang berada di Masjid Madinah. kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki bala tentara dari kalangan malaikat yang selalu berkeliling dan menjaga majelis-majelis dzikir di bumi. Maka apabila kalian taman-taman surga, nikmatilah taman itu.” Para sahabat lalu bertanya, ‘Apa yang dimaksud dengan taman-taman surga itu wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab, “Itu adalah majelis-majelis dzikir. maka berdzikirlah kepada Allah Ta’ala di waktu pagi dan sore hari dan bagi yang ingin mengetahui kedudukannya disisi Allah Ta’ala, maka hendaknya ia melihat kedudukan Allah disisinya. Sesungguhya Allah Ta’ala itu menempatkan seorang hamba sebagaimana hamba tersebut menempatkan-Nya didalam dirinya” (Hadits ini dinyatakan Shahih oleh Al-hakim dalam Al-Mustadrak)
Berkata Abdullah bin Bisyr, “Telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW lalu ia bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at-syari’at islam itu terlalu banyak untuk kujalani, maka perintahkan kepadaku suatu amalan yang bisa aku jadikan pegangan. Maka Rasulullah bersabda, “Hendaknya lisanmu senantiasa basah dengan berdzikir kepada Allah Ta’ala” (HR. At-Tirmidzi, no 3375 dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah, serta dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban)
Rasulullah juga bersabda :
“Tiada satu hari pun melainkan bagian-bagian bumi saling bertanya satu sama lain, ‘Hai tetangga, apakah ada orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala yang melewatimu hari ini?” (HR. Ibnu Al-Mubarak, dalam kitab Az-Zuhd)
Rasulullah SAW bersabda :
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Rasulullah SAW., beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka mendapati satu majelis zikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka. Beliau berkata lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka.” (Shahih Muslim No.4854)
Firman Allah Ta’ala :
“Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” (Ali-Imran : 30)
Dalam sebuah syair dituturkan :

Engkau durhakai Allah padahal engkau mengaku mencintai-Nya
Ini adalah kemustahilan. Dalam kias terdapat keindahan ;
Kalau benar cintamu itu, tentu engkau kan mencintai-Nya
Sebab orang yang mencintai, pasti taat pada yang dicintainya

Malik bin Dinar pernah menceritakan, “Aku masuk ketempat tetanggaku yang tengah menghadapi sakaratul maut. Sesekali ia pingsan dan sesekali sadarkan diri. Sedang didadanya terdengar suara seperti bara api yang bergejolak. Selama hidup orang itu tenggelam dalam kehidupan dunia, tidak taat pada Allah. Maka aku menyarankan kepadanya, ‘Hai saudaraku, bertobatlah kepada Allah Ta’ala, sadarlah dari kesesatanmu. Semoga Allah Ta’ala mengasihanimu, menyembuhkan penyakitmu, memaafkan dosamu dengan kemurahan-Nya.’ Tapi ia menjawa, ‘itu tidak mungkin aku lakukan. Kematian telah mendekat dan aku akan segera mati. Sungguh aku menyayangkan umurku yang telah aku habiskan tanpa arti, Setiap kali aku ingin bertobat dari kejahatan-kejahatanku, aku mendengar suara dari pojok rumah, “Kami telah membuat perjanjian denganmu berkali-kali, tetapi kami dapati engkau suka berkhianat”
Kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari su’ul khotimah (akhir umur yang buruk) dan memohon ampunan kepada-Nya dari dosa-dosa yang datang silih berganti.
Hai saudaraku! Datanglah menghadap Tuhanmu dan berpalinglah dari kesesatan dan hawa nafsumu. Jalani sisa usiamu dengan keta’atan dan bersabarlah dalam meninggalkan kesenangan duniawi. Larilah engkau secepat mungkin dari kejahatan dan dosa-dosa, sebab sabar dalam keta’atan di dunia ini jauh lebih mudah daripada bersabar terhadap siksaan api neraka
Dengarlah senandung syair mereka berikut ini :

Tuhanku, aku ini hamba yang lemah
Kini datang kepada-Mu, menginginkan yang ada pada-Mu
Aku datang mengadukan bencana dosa-dosa
Kepada siapa orang yang malang kan mengadu, selain kepada-Mu?
Maka berikan anugerah maaf-Mu, wahai Tuhan-Ku
Tiada tempatku bersandar selain pada-MU

Seorang bapak saat menjelang maut berkata kepada anaknya, “Hai anakku! Dengarkanlah pesanku dan jalankan”. Anak itu menjawab, “Ya bapakku”. Sang bapak berkata, “Ikatlah leherku dengan tali, kemudian seretlah aku ke mihrabku dan letakkan pipiku diatas tanah, lalu katakan ; Ini balasan orang yang mendurhakai Tuhannya dan lebih mengutamakan syahwat dan hawa nafsunya, yang melupakan pengabdian kepada Tuhan-nya”
Ketika anak itu telah menjalankan pesan itu, sang bapak lalu menegadahkan tangannya dan berkata, “Wahai Tuhanku, telah tiba saatnya melakukan perjalanan kehadirat-Mu dan aku segara datang kepada-Mu, tidak ada alasan bagiku dihadapan-Mu, selain bahwa Engkau adalah maha pengampun, sedang aku adalah orang yang durhaka. Engkau Maha Pengasih sedang aku adalah pendosa. Engkau adalah Tuan, sedang aku adalah hamba. Kasihanilah ketundukkan dan kehinaanku di hadapan-Mu ini, karena tak ada daya dan kekuatan selain dari-Mu”
Kemudian bapak itu meninggal. Tiba-tibaterdengar suara dari pojok rumah yang didengar oleh semua yang hadir, “Hamba itu telah merendahkan diri kepada Tuhannya dan meminta ampun atas dosa dan kesalahannya. Maka Dia pun mendekatinya dan menjadikan surga sebagai tempat tinggalnya.”
Dituturkan dalam sebuat riwayat, “Apabila seorang hamba bertobat kepada Allah Azza wa Jalla dan baik tobatnya, kemudian berdiri di tengah malam untuk bermunajat kepada Allah Ta’ala maka malaikat akan menyalakan cahaya dan menggantungnya diantara langit dan bumi, kemudian malaikat lainnya bertanya, ‘Ada apa ini?’. Mereka menjawab, ‘Si fulan bin fulan telah berbuat kebaikan malam ini terhadap Tuhannya.’

Artikel Terkait :

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: